Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital

Riset Hakuhodo menemukan kelompok usia 40–69 tahun semakin aktif belajar, menjaga kemandirian, dan berbelanja secara digital.

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pers Release  Decoding the Prime Generation (Foto: medcom)

Pers Release Decoding the Prime Generation (Foto: medcom)

Kabarinaja.id – Anggapan bahwa usia 40 tahun ke atas identik dengan gagap teknologi mulai kehilangan pijakan. Riset Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) menunjukkan, kelompok ini justru semakin aktif belajar, menggunakan media sosial, dan menikmati hasil kerja mereka.

Temuan tersebut berasal dari studi kuantitatif dan kualitatif bertajuk Decoding the Prime Generation. Penelitian ini melibatkan 4.900 responden survei online di enam negara ASEAN dan Jepang, serta 36 kunjungan langsung ke rumah responden.

Belajar dan Menjaga Kemandirian

Bagi kelompok usia 40–69 tahun di Indonesia, bertambahnya usia tidak berarti berhenti mengembangkan diri. Sebanyak 62,4 persen responden menyatakan masih memiliki ambisi mempelajari keterampilan baru.

Keinginan untuk tetap mandiri juga terlihat kuat. Sebanyak 73 persen responden bertekad menjaga keaktifan fisik dan mental agar tidak membebani keluarga.

Sementara itu, 47,1 persen masih menyimpan ambisi untuk mengejar impian yang sempat tertunda. Angka tersebut memperlihatkan bahwa banyak anggota kelompok ini tetap memiliki tujuan pribadi yang ingin diwujudkan.

Media Sosial Menjadi Ruang Belajar

Penggunaan teknologi menjadi salah satu temuan penting dalam penelitian tersebut. Sebanyak 43,5 persen responden Indonesia berusia 40–69 tahun menggunakan media sosial untuk belajar dan menambah pengetahuan.

Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di bawah 40 tahun yang tercatat sebesar 39 persen. Artinya, media sosial bagi sebagian generasi 40+ bukan sekadar sarana hiburan atau komunikasi.

Baca Juga :  Arti TBL hingga KBL yang Viral, Ini Maknanya di Media Sosial

Mereka juga memanfaatkannya untuk memperoleh informasi dan mempelajari hal baru. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas digital semakin menyatu dengan kebutuhan pengembangan diri.

Daya Beli dan Kebiasaan Self-Reward

Perubahan perilaku juga terlihat pada aktivitas konsumsi. Sebanyak 51,1 persen responden mengaku rutin mengeluarkan uang untuk self-reward.

Kebiasaan tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas belanja digital. Data riset mencatat 57 persen responden aktif berbelanja melalui e-commerce, sedangkan 73,3 persen pernah melakukan transaksi melalui live commerce.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kelompok usia 40+ memiliki keterlibatan yang cukup kuat dalam ekosistem perdagangan digital. Pengalaman berbelanja mereka tidak lagi terbatas pada pola konsumsi konvensional.

Potensi Pasar yang Semakin Besar

Data demografi turut memperkuat perhatian terhadap kelompok ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk berusia di atas 40 tahun mencakup 38,2 persen populasi Indonesia.

Rentang usia 55–59 tahun juga tercatat memiliki rata-rata pendapatan tertinggi. Sementara itu, data APJII menunjukkan penetrasi internet pada Generasi X mencapai 79,48 persen.

Angka-angka tersebut menjadi konteks penting bagi dunia usaha. Kelompok konsumen 40+ memiliki jumlah besar, daya beli, serta keterhubungan digital yang membuatnya relevan bagi berbagai sektor.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Centang Biru Facebook, Bisa Berbayar atau Gratis

Dari Stigma Usia Menuju Prime Generation

Selama ini, strategi pemasaran sering menempatkan konsumen muda sebagai sumber utama pertumbuhan. Namun, temuan HILL ASEAN menunjukkan bahwa kelompok usia 40+ juga memiliki karakter konsumsi dan kebutuhan yang berkembang.

Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, menilai segmen ini perlu dipahami melalui lebih dari sekadar faktor usia. Kejelasan dalam menjalani hidup, kepercayaan diri, dan pengaruh yang dimiliki menjadi bagian dari perubahan tersebut.

“Alih-alih memasuki fase penurunan, mereka justru berada di masa puncak hidupnya,” ujar Senior Director of Strategy and Head of Sei-katsu-sha Lab, Rian Prabana, dalam siaran persnya, Minggu, 6 September 2026.

Menurut Rian, kelompok ini masih memiliki pengaruh dan kemampuan finansial yang kuat. Mereka juga mencari pengalaman konsumsi yang membuat hidup terasa lebih berarti.

Riset tersebut kemudian memperkenalkan istilah Prime Generation untuk menggambarkan kelompok yang memasuki fase kehidupan baru. Mereka memanfaatkan teknologi, mengembangkan keterampilan, dan tetap aktif mengejar tujuan pribadi.

Bagi pemasar, perubahan ini membuka peluang untuk memahami kebutuhan konsumen berdasarkan gaya hidup, bukan semata-mata kategori usia. Bagi masyarakat, temuan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan belajar dan menikmati hidup dapat terus berlangsung setelah usia 40 tahun. (Wd/*)

Berita Terkait

Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah
4 Tanaman yang Bisa Menarik Ular ke Rumah
AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital

Minggu, 6 September 2026 - 22:11 WIB

Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah

Minggu, 6 September 2026 - 14:02 WIB

4 Tanaman yang Bisa Menarik Ular ke Rumah

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Berita Terbaru

Lisa BLACKPINK Pernah Pacaran Diam-Diam (Foto: Instagram/@lalalalisa_m/detik)

Showbiz

Lisa BLACKPINK Pernah Pacaran Diam-Diam

Senin, 7 Sep 2026 - 19:03 WIB

Drakor On Going Rating Tinggi September 2026 (Foto: Instagram/medcom)

Showbiz

Drakor On Going Rating Tinggi September 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 13:08 WIB

Air purifier membantu menyaring partikel polutan dari udara di dalam ruangan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com/medcom)

Kesehatan

Abu Anak Krakatau Menyebar, Begini Cara Melindungi Pernapasan

Senin, 7 Sep 2026 - 11:04 WIB