Cara melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Menghindari paparan menjadi perlindungan utama bagi anak. Masker, kacamata, dan kebersihan air tetap diperlukan saat abu vulkanik menyebar.

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA, M.Kes (Foto: Tangkapan layar media sosialnya @ardisantoso/medcom)

dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA, M.Kes (Foto: Tangkapan layar media sosialnya @ardisantoso/medcom)

Kabarinaja.id – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat orang tua perlu memperketat perlindungan anak di rumah. Partikel debu halus dapat mengganggu saluran pernapasan dan kulit yang masih sensitif.

Dokter anak dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA, M.Kes, mengingatkan bahwa masker bukan satu-satunya cara melindungi anak. Menurutnya, langkah paling penting ialah menghindari paparan abu vulkanik.

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau: Utamakan Menghindari Paparan

Saat hujan abu berlangsung, anak sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Orang tua perlu menutup pintu, jendela, dan ventilasi yang memungkinkan udara luar masuk.

Jika tidak ada kebutuhan mendesak, aktivitas di luar rumah sebaiknya ditunda. Dokter Ardi menegaskan bahwa perlindungan utama bukan sekadar mengenakan masker, melainkan mengurangi kemungkinan anak menghirup abu vulkanik.

Masker dan Kacamata Saat Anak Harus Keluar

Apabila anak terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai ukurannya. Masker harus menutup hidung dan mulut dengan rapat.

Dokter Ardi menyebut N95 sebagai pilihan yang dapat menyaring partikel lebih baik. Namun, ia mengingatkan bahwa masker tetap merupakan perlindungan tambahan, bukan jaminan terbebas dari paparan.

Baca Juga :  362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi

Ia juga menyarankan penggunaan kacamata pelindung. Langkah ini menjadi bagian dari perlindungan mata ketika anak harus berada di luar ruangan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Terkena Abu?

Paparan abu vulkanik tidak hanya perlu diantisipasi melalui penggunaan pelindung diri. Orang tua juga perlu memperhatikan cara membersihkan mata, kulit, serta menjaga kebersihan air dan makanan.

Mata Terkena Abu Vulkanik

Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Bilas menggunakan air bersih untuk membantu membersihkan partikel yang menempel.

Apabila mata terlihat sangat merah, terasa nyeri, atau penglihatan terganggu, segera periksakan anak ke dokter mata.

Kulit Perlu Dibersihkan dengan Lembut

Pakaian lengan panjang, celana panjang, dan alas kaki dapat membantu mengurangi paparan abu pada kulit. Jika abu mengenai tubuh, bersihkan dan bilas menggunakan air bersih.

Hindari menggosok kulit terlalu keras. Jika iritasi menetap atau luka semakin berat, dokter Ardi menyarankan pemeriksaan medis.

Air Bersih dan Makanan Juga Perlu Dijaga

Abu vulkanik dapat mencemari sumber air yang terbuka. Karena itu, sumur, bak, dan penampungan air perlu ditutup agar tidak kemasukan debu.

Baca Juga :  Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah

Air yang tercemar abu jangan digunakan untuk minum atau menyiapkan makanan sebelum keamanannya dipastikan. Gunakan sumber air bersih untuk kebutuhan keluarga.

Buah, sayur, dan makanan yang terkena abu juga perlu dicuci menggunakan air bersih. Dokter Ardi mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan anak pergi ke sekolah saat hujan abu masih berlangsung.

Masker Bukan Jaminan Aman

Dokter Ardi kembali menegaskan bahwa masker tidak menjamin seluruh paparan abu vulkanik dapat dihindari. Perlindungan yang paling utama tetap mengurangi paparan, terutama bagi anak-anak.

Bagi orang tua, langkah tersebut berarti membatasi kegiatan luar ruangan, menjaga kebersihan rumah, serta memastikan air dan makanan tetap aman.

Catatan editorial: Naskah ini disusun berdasarkan materi sumber yang diberikan. Materi tersebut tidak memuat tanggal kejadian, lokasi sebaran abu, atau rincian status erupsi terbaru, sehingga informasi itu tidak ditambahkan. (Wd/*)

Berita Terkait

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan
3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar
Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis
Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?
Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan
Bahaya Headphone Jika Dipakai Terlalu Lama
Abu Anak Krakatau Menyebar, Begini Cara Melindungi Pernapasan
Abu Anak Krakatau Menyebar, 4 Barang Ini Perlu Disiapkan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:49 WIB

3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?

Selasa, 29 September 2026 - 13:06 WIB

Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan

Berita Terbaru

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri (Foto: RRI/Nadya)

Nasional

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/rri)

Nasional

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:06 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta (Foto: Logam Mulia/rri)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:56 WIB

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:04 WIB

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate (Foto: duniagames)

Game

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB