Kabarinaja.id – Peta agama dunia masih memperlihatkan Kristen sebagai kelompok agama terbesar di 123 dari 201 negara dan wilayah. Sementara itu, Islam menempati posisi utama di 54 negara dan wilayah, terutama di Afrika Utara, Timur Tengah, serta Asia.
Gambaran tersebut berasal dari pembaruan data Pew Research Center mengenai komposisi agama dunia. Lembaga riset itu memperbarui dataset Religious Composition by Country pada Juni 2025 dan kembali memperbaruinya pada Februari 2026.
Data tersebut menggambarkan kondisi tahun 2020. Karena itu, angka yang disajikan menunjukkan komposisi penduduk berdasarkan identifikasi agama pada tahun tersebut, bukan hasil sensus agama terbaru di seluruh dunia.
Kristen Masih Menjadi Kelompok Terbesar
Kristen tetap menjadi kelompok agama terbesar di lebih dari separuh negara dan wilayah yang dianalisis. Persebarannya mencakup Amerika, Eropa, sebagian besar Afrika Sub-Sahara, serta Oseania.
Islam berada di urutan berikutnya dengan 54 negara dan wilayah. Konsentrasi utamanya membentang dari Afrika Barat hingga Timur Tengah, kemudian berlanjut ke Asia Tengah dan Asia Selatan.
Di luar dua kelompok tersebut, Hindu, Buddha, Yahudi, agama lainnya, dan kelompok tanpa afiliasi agama menjadi kelompok terbesar di sejumlah negara.
Secara global, Pew Research Center memperkirakan jumlah penganut Kristen mencapai sekitar 2,3 miliar orang pada 2020. Pada tahun yang sama, jumlah Muslim diperkirakan mendekati 2 miliar orang.
Selandia Baru dan Uruguay Mengalami Perubahan
Perubahan komposisi agama juga terlihat ketika data 2010 dibandingkan dengan 2020. Namun, hanya dua negara yang mengalami pergantian kelompok agama terbesar dalam periode tersebut, yakni Selandia Baru dan Uruguay.
Di Selandia Baru, kelompok tanpa afiliasi agama menjadi yang terbesar pada 2020. Porsinya mencapai 51,4%, meningkat dari 44,2% pada 2010.
Pada periode yang sama, porsi Kristen turun dari 49,1% menjadi 40,3%. Perubahan itu membuat kelompok tanpa afiliasi agama mengambil posisi teratas.
Uruguay menunjukkan arah perubahan yang serupa. Kelompok tanpa afiliasi agama menjadi yang terbesar, menggantikan Kristen.
Perubahan tersebut memperlihatkan meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak mengidentifikasi diri dengan agama tertentu. Namun, data ini tidak berarti seluruh negara mengalami perubahan komposisi yang sama.
Indonesia: Islam Mencakup 87 Persen Penduduk
Indonesia berada di peringkat ke-35 dari 201 negara dan wilayah berdasarkan persentase kelompok agama terbesar. Islam menjadi kelompok agama terbesar dengan cakupan sekitar 87% populasi.
Angka tersebut menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan dominasi agama yang kuat. Pada saat yang sama, peta agama dunia tetap menunjukkan variasi komposisi yang berbeda di setiap wilayah.
Perbandingan antarnegara juga perlu memperhatikan perbedaan antara kelompok agama terbesar dan kelompok yang benar-benar mencapai mayoritas penduduk.
Tujuh Negara Tidak Memiliki Kelompok Agama Mayoritas
Peta agama dunia juga memperlihatkan tujuh negara dan wilayah yang tidak memiliki satu kelompok agama dengan porsi lebih dari 50% penduduk. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok terbesar belum tentu menjadi mayoritas.
Singapura menjadi salah satu contohnya. Buddha merupakan kelompok terbesar dengan 30,8% populasi, disusul kelompok tanpa afiliasi agama sebesar 19,9%, Kristen 18,8%, dan Islam 16,1%.
Korea Selatan juga memiliki komposisi serupa. Kelompok tanpa afiliasi agama menjadi yang terbesar dengan 48,3%, tetapi belum mencapai mayoritas. Kristen mencapai 32%, sedangkan Buddha berada di angka 19%.
Di Pantai Gading, Islam menjadi kelompok terbesar dengan 46,3% penduduk. Kristen menyusul dengan 44,9%, sehingga tidak ada satu kelompok yang melampaui separuh populasi.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa komposisi agama dunia tidak hanya ditentukan oleh jumlah penganut. Sebagian negara memiliki kelompok agama terbesar yang tetap berada di bawah ambang mayoritas.
Data Pew Research Center membantu menggambarkan keragaman tersebut melalui perbandingan lintas negara. Dengan demikian, peta agama dunia dapat digunakan untuk memahami persebaran agama sekaligus perubahan identitas keagamaan masyarakat pada periode yang diteliti. (Wd/*)










