Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Pemerintah menyiapkan strategi investasi, stabilitas makro, hilirisasi, dan reformasi fiskal untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027

Kabarinaja.id – Pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027 sebesar 6 persen sebagai salah satu sasaran utama kebijakan ekonomi nasional. Target tersebut akan ditempuh melalui peningkatan investasi, penguatan stabilitas makroekonomi, optimalisasi sektor strategis, serta reformasi fiskal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan arah tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Pertemuan itu membahas pengantar asumsi dasar RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Investasi Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan 2027

Purbaya menyebut percepatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tahun depan.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya, dikutip dari laman Setneg pada Kamis (3/9/2026).

Pemerintah akan melibatkan tiga kekuatan utama dalam strategi investasi tersebut. Pemerintah berperan sebagai katalis, sedangkan sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama investasi.

Danantara juga akan diarahkan untuk berkontribusi pada sektor strategis dan kegiatan hilirisasi. Skema tersebut diharapkan memperkuat kapasitas investasi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah.

Stabilitas Ekonomi Tetap Dijaga

Upaya mengejar pertumbuhan tidak akan dilepaskan dari kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian. Pemerintah menilai ketahanan ekonomi domestik sepanjang 2026 menjadi modal penting menghadapi tahun berikutnya.

Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dengan inflasi yang tetap terkendali. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara juga tercatat tumbuh 21,3 persen.

Pada periode yang sama, defisit APBN berada di level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB.

Baca Juga :  Jadwal CPNS 2026 Viral di Medsos, Ini Penjelasan BKN 

“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Purbaya.

Pemerintah Siapkan Sejumlah Pengungkit Ekonomi

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, pemerintah akan memperkuat stabilitas ekonomi makro. Kebijakan tersebut mencakup pengendalian inflasi, dukungan terhadap suku bunga yang kompetitif, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Stabilitas tersebut diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat. Kepastian kondisi ekonomi juga diperlukan agar pelaku usaha memiliki kepercayaan untuk meningkatkan investasi.

“Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Sektor Migas Masuk Prioritas

Sektor minyak dan gas bumi menjadi salah satu bidang strategis yang akan terus dioptimalkan. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi sekaligus menarik investasi di sektor hulu migas.

Strateginya mencakup peningkatan lifting, percepatan pengembangan cadangan, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan iklim investasi. Pemerintah juga menyiapkan kepastian berusaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi sektor strategis dalam negeri.

RAPBN 2027 Tetap Menjaga Disiplin Fiskal

Ambisi pertumbuhan ekonomi 6 persen juga disertai komitmen mempertahankan kesehatan APBN. Pemerintah akan melanjutkan reformasi melalui optimalisasi penerimaan, peningkatan kualitas belanja, dan pengelolaan pembiayaan defisit secara hati-hati.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan pertumbuhan membutuhkan dukungan anggaran yang sehat dan kredibel.

Baca Juga :  Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global

“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.426 triliun. Sementara itu, belanja negara ditetapkan sebesar Rp4.097,2 triliun.

Dengan postur tersebut, defisit anggaran dijaga sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

“Postur RAPBN ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mendukung akselerasi pembangunan dan komitmen menjaga kesinambungan fiskal,” jelas Purbaya.

Target Ekonomi 2027 dan Indikator Kesejahteraan

Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk 2027. Pertumbuhan ekonomi dipatok 6 persen dengan inflasi sebesar 2,5 persen.

Suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun diasumsikan sebesar 6,9 persen. Nilai tukar rupiah dipatok Rp17.500 per dolar AS.

Untuk sektor energi, pemerintah menetapkan Indonesian Crude Price atau ICP sebesar USD75 per barel. Lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 612,5 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Target pertumbuhan tersebut pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6-6,5 persen.

Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 4,3-4,87 persen. Sementara rasio gini diproyeksikan mencapai 0,362-0,367.

“Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong tercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Purbaya. (Wd/*)

Berita Terkait

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan
Puncak Kemarau September 2026, Ini Prediksi 10 Wilayahnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya

Berita Terbaru

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto: medcom)

Nasional

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Teknologi

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Internasional

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Kamis, 3 Sep 2026 - 14:07 WIB