Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah

Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan mengikuti informasi resmi.

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 22:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah (Foto: Tangkapan Layar Badan Geologi/medcom)

Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah (Foto: Tangkapan Layar Badan Geologi/medcom)

Kabarinaja.id – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah di lima provinsi. Badan Geologi mengingatkan bahwa arah dan jangkauan sebaran dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers daring, Minggu, 6 September 2026.

Wilayah yang saat ini terpantau terdampak meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Arah sebaran abu masih dapat berubah

Lana menjelaskan, pemantauan menunjukkan abu vulkanik berada di atmosfer menuju sejumlah wilayah tersebut. Namun, kondisi itu belum menggambarkan arah sebaran yang bersifat tetap.

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ujar Lana.

Baca Juga :  Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia

Ia menegaskan, perubahan arah dan kecepatan angin dapat memengaruhi wilayah yang dilalui abu. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan informasi secara berkala.

“Dan arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin,” kata Lana.

Pemantauan melibatkan sejumlah sumber

Badan Geologi menyusun informasi sebaran berdasarkan gabungan data pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sumber yang digunakan mencakup informasi erupsi dan VONA dari PVMBG melalui Magma Indonesia.

Analisis tersebut juga memanfaatkan informasi VAAC Darwin serta citra satelit Himawari-9 yang dianalisis BMKG.

Pendekatan itu membantu pemerintah memantau perubahan sebaran abu di atmosfer. Hasil pemantauan menjadi dasar penyampaian informasi kepada masyarakat.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruangan

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah.

Baca Juga :  Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya

Lana meminta masyarakat mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan perkembangan sebaran abu vulkanik.

“Oleh karena itu, seperti yang tadi saya sampaikan, diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujar Lana.

Pemantauan Gunung Anak Krakatau terus dilakukan

Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus berlangsung secara menyeluruh. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah mengingatkan warga agar menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama. Hal itu mencakup perkembangan aktivitas gunung api serta perubahan arah sebaran abu vulkanik.

Dengan kondisi sebaran yang dapat berubah, masyarakat perlu memperhatikan pembaruan informasi sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan. (Wd/*)

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri
Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa
Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN
Cara Download Kartu Nikah Digital melalui Simkah Kemenag
Meutya Hafid Ajak Anak Seimbangkan Aktivitas Digital
Mulai 2027, Pensiunan Berpeluang Terima Uang Langsung ke Rekening
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kebijakan Tinggal Kelas Bisa Berlaku 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Cara Download Kartu Nikah Digital melalui Simkah Kemenag

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Meutya Hafid Ajak Anak Seimbangkan Aktivitas Digital

Berita Terbaru

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri (Foto: RRI/Nadya)

Nasional

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/rri)

Nasional

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:06 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta (Foto: Logam Mulia/rri)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:56 WIB

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:04 WIB

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate (Foto: duniagames)

Game

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB