Kabarinaja.id – Seekor sapi jantan Angus asal Australia terjual US$420 ribu atau sekitar Rp 7,4 miliar. Penjualan di lelang wilayah Central West itu mencatat rekor baru, sekaligus membuat pemilik sebelumnya berat melepas hewan tersebut.
Wyatt W50, nama sapi itu, dibeli Gundungarra Angus du Moss Vale dari Southern Highlands. Harga transaksinya melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2022.
Saat itu, seekor sapi Wagyu betina muda terjual US$400 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Penjualan terbaru tersebut menunjukkan tingginya nilai genetika ternak unggul dalam industri peternakan Australia.
Pemilik Mengaku Berat Melepas Wyatt W50
Ross Thompson, pemilik sebelumnya, mengatakan Wyatt W50 memiliki kualitas yang sulit dicari tandingannya. Ia bahkan mengaku sempat mempertanyakan keputusan menjual sapi tersebut ketika tiba di lokasi lelang.
“Dia sangat luar biasa dan sulit dikritik. Saya menganggapnya sebagai sapi jantan terbaik, secara keseluruhan, yang pernah kami tawarkan,” kata Thompson, dikutip ABC, Sabtu (5/9/2026).
Thompson menambahkan, “Aku jadi bertanya mengapa menjualnya saat sampai di tempat penjualan.”
Pernyataan itu menggambarkan nilai pribadi yang melekat pada hewan tersebut. Bagi Thompson, Wyatt W50 bukan sekadar ternak bernilai tinggi, melainkan hasil pembiakan yang memiliki kualitas istimewa.
Kualitas Genetika Jadi Daya Tarik Utama
Thompson menggambarkan penampilan Wyatt W50 seperti supermodel manusia. Ia juga menilai sapi tersebut memiliki kemampuan serbaguna dan silsilah yang beragam secara global.
Daya tarik utamanya terletak pada genetika yang dinilai unggul. Kualitas itu membuatnya menarik bagi peternak yang ingin meningkatkan mutu ternak melalui pembiakan.
Sapi tersebut disebut memiliki karakteristik yang mendukung kemudahan melahirkan. Selain itu, genetika yang dibawanya juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan yang signifikan.
Minat Genetika Menjangkau Berbagai Negara
Potensi Wyatt W50 tidak berhenti pada pasar Australia. Thompson mengatakan sperma sapi jantan itu telah menarik minat dari sejumlah wilayah, termasuk Kanada dan Amerika Serikat.
Permintaan tersebut memperlihatkan bahwa nilai ternak unggul dapat melampaui harga jual hewan secara langsung. Materi genetiknya juga menjadi bagian penting dalam pengembangan peternakan di berbagai negara.
“Senang rasanya membayangkan orang dari belahan dunia lain memandang Australia sebagai sumber genetik potensial. Ini menjadi momen yang cukup menggembirakan,” ujar Thompson.
Penjualan Wyatt W50 menempatkan sapi Angus tersebut sebagai salah satu ternak dengan nilai lelang tertinggi yang tercatat di Australia. Rekor itu juga menegaskan pentingnya kualitas genetika dalam menentukan harga ternak unggul. (Wd/*)










