Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menilai sekolah sudah cukup membekali siswa, tetapi keputusan mengikuti bimbel tetap menjadi pilihan keluarga.

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto: medcom)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto: medcom)

Kabarinaja.id – Fenomena orang tua antre bimbel sejak subuh untuk mendaftarkan anak mendapat perhatian Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Ia mengingatkan keluarga bahwa bimbingan belajar bukan satu-satunya penentu keberhasilan siswa melanjutkan pendidikan.

Mu’ti menyebut pembelajaran yang diterima siswa di sekolah pada dasarnya telah memberikan bekal yang memadai. Menurutnya, banyak siswa tetap berhasil masuk perguruan tinggi ternama tanpa mengikuti bimbingan belajar tambahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti kepada Medcom.id pada Rabu, 2 September 2026. Ia merespons fenomena pendaftaran bimbel yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sekolah Dinilai Sudah Memberikan Bekal

Mu’ti mengatakan pendidikan formal memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa menuju jenjang perguruan tinggi. Karena itu, keberadaan bimbel seharusnya tidak dipandang sebagai kebutuhan mutlak setiap siswa.

“Sebenarnya apa yang diberikan di sekolah sudah cukup. Banyak mereka yang tidak ikut bimbel diterima di perguruan tinggi ternama,” kata Mu’ti.

Fenomena antrean pendaftaran bimbel muncul ketika sejumlah orang tua berusaha mendapatkan tiket pendaftaran bagi anak mereka. Sebagian bahkan datang sejak dini hari demi memperoleh kesempatan mengikuti program belajar tambahan.

Baca Juga :  Status Penerima Bansos Tahap 3 Sudah Bisa Dicek, Cukup Masukkan NIK KTP

Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa pendidikan tingkat menengah belum cukup kompetitif. Terutama ketika siswa harus menghadapi persaingan untuk masuk perguruan tinggi negeri atau PTN.

Bimbel Tetap Menjadi Pilihan Keluarga

Meski menyampaikan pandangan mengenai kecukupan pendidikan sekolah, Mu’ti tidak mempersoalkan pilihan orang tua. Ia memahami bimbel dapat menjadi salah satu bentuk usaha keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

“Soal mendaftarkan anak di bimbel itu pilihan orang tua. Itu bagian dari usaha orang tua agar anaknya memperoleh pendidikan yang terbaik. Tidak perlu dipermasalahkan,” ujar Mu’ti.

Dengan demikian, keputusan mengikuti bimbingan belajar tetap berada pada pertimbangan masing-masing keluarga. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta kemampuan anak dalam mengikuti tambahan pembelajaran.

Jangan Sampai Anak Terbebani

Mu’ti juga memberikan catatan mengenai pola pendampingan pendidikan di luar sekolah. Menurutnya, upaya mempersiapkan anak menghadapi persaingan tidak seharusnya membuat mereka menerima beban belajar secara berlebihan.

Baca Juga :  Pasca-Blackout, Pasokan 5.579 MW Pulihkan Total Sistem Kelistrikan Sumatra

“Yang penting jangan membebani anak,” kata Mu’ti.

Pesan tersebut menjadi perhatian karena kegiatan tambahan semestinya tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan siswa. Persiapan akademik perlu berjalan seimbang agar proses belajar tidak berubah menjadi tekanan bagi anak.

Peran Sekolah Tetap Penting

Mu’ti turut menekankan tanggung jawab sekolah dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas. Sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pembelajaran yang membantu siswa memiliki bekal untuk melanjutkan studi.

“Sekolah hendaknya memberikan layanan pendidikan yang terbaik sehingga para murid memiliki bekal yang cukup untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Fenomena antrean bimbel pada akhirnya memperlihatkan besarnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Namun, keberhasilan melanjutkan studi tidak semata-mata ditentukan oleh keikutsertaan dalam bimbingan belajar, melainkan juga kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa. (Wd/*)

 

Berita Terkait

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan
Puncak Kemarau September 2026, Ini Prediksi 10 Wilayahnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Berita Terbaru

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB