Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan

Sejumlah personel Jerman meninggalkan jejak di Indonesia, dari instruktur militer hingga mantan awak U-Boat yang kemudian membantu pejuang Republik.

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan (Foto: Ai)

Ilustrasi Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Hubungan Jerman dengan Indonesia pada masa Perang Dunia II meninggalkan sejumlah kisah yang jarang dibahas. Setelah perang berakhir, beberapa personel militer Jerman bahkan tercatat membantu pihak Republik dalam menghadapi konflik dengan Belanda.

Kisah tersebut berbeda dari anggapan bahwa pemerintah Nazi secara resmi membantu Indonesia memperoleh kemerdekaan. Bukti yang lebih jelas justru menunjukkan keterlibatan sejumlah individu Jerman dalam pendidikan militer dan perjuangan bersenjata setelah Jepang menyerah.

Her Hufper dan Jejak Instruktur Jerman

Salah satu nama yang muncul dalam catatan sejarah adalah Her Hufper. Pria asal Jerman itu dikenal sebagai instruktur senam dan atletik bagi para kadet Akademi Militer Yogyakarta.

Kesaksian Sayidiman Suryohadiprojo menyebut Hufper sebagai pelatih yang disiplin dan ulet. Ia membantu para kadet menguasai berbagai gerakan fisik yang sebelumnya lebih banyak dikuasai orang Belanda.

Menurut Sayidiman, pengalaman Hufper juga cukup istimewa. Ia pernah menjadi pelatih senam tim Jepang untuk Olimpiade 1940, meski ajang tersebut akhirnya batal akibat Perang Dunia II.

Hufper ternyata bukan satu-satunya orang Jerman dalam lingkungan pendidikan calon perwira Indonesia. Di Sarangan, terdapat instruktur Jerman yang mengajarkan bahasa asing dan keterampilan morse kepada para kadet.

Keberadaan mereka menunjukkan bahwa hubungan orang Jerman dengan masyarakat Indonesia tidak semata-mata berlangsung dalam konteks operasi militer Jerman.

Dari Awak U-219 Menjadi Pelatih Gerilyawan

Kisah yang lebih menarik terjadi setelah Perang Dunia II berakhir. Sejarawan Herwig Zahorka menyebut dua personel Kriegsmarine dari kapal selam U-219, Warner dan Losche, kemudian bergabung dengan gerilyawan Indonesia.

Keduanya disebut sempat berada di kamp Sekutu di Pulau Onrust. Setelah berhasil keluar, mereka kemudian menjadi pelatih militer bagi sebuah kesatuan Indonesia di Pulau Jawa.

Mereka bahkan dikaitkan dengan sebuah perkebunan kopi di kawasan Ambarawa, Jawa Tengah. Di tempat tersebut, Warner dan Losche bersama seorang personel Jerman lain disebut membantu melatih pasukan Indonesia.

Baca Juga :  Aset Mewah Harvey Moeis-Sandra Dewi Laku Keras, Mobil Sport Menyusul Bulan Depan

Nasib Losche kemudian berakhir tragis. Ia dilaporkan meninggal dalam kecelakaan ketika membantu melatih gerilyawan Republik membuat perangkat yang disebut sebagai sejenis pelontar api.

Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bahwa setelah berakhirnya perang besar di Eropa, sebagian personel Jerman mengambil posisi yang berbeda dan berhubungan dengan perjuangan Republik Indonesia.

Bukan Berarti Nazi Secara Resmi Membantu Indonesia

Bagian ini penting untuk membedakan fakta sejarah dari kesimpulan yang terlalu luas. Keberadaan personel Jerman yang membantu Republik tidak otomatis membuktikan bahwa rezim Nazi memberikan dukungan resmi kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Jerman dan Jepang memang berada dalam blok Poros selama Perang Dunia II. Namun, hubungan politik antara rezim Nazi dengan gerakan kemerdekaan Indonesia tidak dapat disamakan dengan keputusan pribadi sejumlah personel Jerman setelah perang berakhir.

Karena itu, istilah “Nazi membantu kemerdekaan Indonesia” sebaiknya dihindari jika tidak disertai bukti primer yang menunjukkan adanya kebijakan resmi tersebut.

Yang memiliki dasar lebih jelas adalah kisah individu Jerman yang kemudian berada di pihak Republik. Warner dan Losche merupakan contoh yang paling sering muncul dalam sumber sejarah mengenai keterlibatan tersebut.

U-Boat Jerman Pernah Beroperasi dari Batavia

Jejak Jerman di Indonesia juga terlihat dalam operasi kapal selam Kriegsmarine. Salah satu yang paling terkenal adalah U-862, kapal selam tipe IXD2 yang dikomandani Heinrich Timm.

U-862 menjalankan dua patroli tempur. Dalam perjalanan keduanya, kapal tersebut berangkat dari Penang dan singgah di Batavia sebelum menjalankan operasi hingga kawasan Australia dan Selandia Baru.

Pada 6 Februari 1945, U-862 menenggelamkan kapal Amerika Serikat SS Peter Silvester di Samudra Hindia. Setelah menyelesaikan patroli, kapal tersebut kembali ke Batavia pada Februari 1945 sebelum bergerak menuju Singapura.

Operasi U-862 menunjukkan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari jaringan pangkalan dan jalur operasi angkatan laut Jerman di kawasan Asia Tenggara yang dikuasai Jepang.

Baca Juga :  Roehana Koeddoes, Perempuan yang Mengubah Perjuangan Lewat Pena

Dari U-862 Menjadi I-502

Perjalanan U-862 tidak berhenti ketika Jerman menyerah. Setelah Jerman menyerah pada Mei 1945, kapal tersebut berada di Singapura dan kemudian diambil alih Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Pada 15 Juli 1945, kapal itu berganti nama menjadi I-502. Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, kapal tersebut berada di bawah penguasaan Sekutu.

I-502 akhirnya ditarik ke Selat Malaka pada Februari 1946. Kapal itu kemudian ditenggelamkan oleh pihak Inggris pada 15 Februari 1946.

Kronologi ini penting karena U-862 dan I-502 sebenarnya merupakan kapal yang sama, tetapi beroperasi di bawah dua kekuatan berbeda. Sebutan U-862 merujuk pada masa dinasnya sebagai kapal selam Jerman, sedangkan I-502 digunakan setelah pengambilalihan oleh Jepang.

Mengapa Kisah Ini Penting?

Kehadiran orang Jerman di Indonesia pada periode tersebut tidak bisa dipahami hanya melalui hubungan Indonesia dengan rezim Nazi. Ada beberapa lapisan sejarah yang berbeda, mulai dari komunitas Jerman di Hindia Belanda, operasi Kriegsmarine, pendudukan Jepang, hingga perubahan posisi individu setelah Perang Dunia II.

Kisah Her Hufper memperlihatkan keterlibatan orang Jerman dalam pendidikan fisik dan militer. Sementara Warner dan Losche memberikan gambaran berbeda karena keduanya kemudian dikaitkan dengan pelatihan pasukan Republik.

U-862 juga memperlihatkan bagaimana wilayah Indonesia menjadi bagian dari jaringan operasi kapal selam Jerman di kawasan Asia. Kapal tersebut bahkan melanjutkan riwayatnya dalam dinas Jepang sebelum akhirnya ditenggelamkan setelah perang.

Dengan demikian, jejak Jerman dalam sejarah Indonesia memang nyata, tetapi ceritanya jauh lebih kompleks daripada klaim sederhana bahwa “Nazi membantu Indonesia merdeka”. Bukti yang tersedia lebih kuat untuk menunjukkan adanya hubungan antara individu-individu Jerman dengan masyarakat dan perjuangan Republik pada masa yang penuh perubahan tersebut. (Wd/*)

Penulis : wede

Editor : wede

Sumber Berita: Tentara Jerman dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Berita Terkait

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Puncak Kemarau September 2026, Ini Prediksi 10 Wilayahnya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB