Kabarinaja.id – Minat wisatawan Indonesia ke Moskow menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Pada paruh pertama tahun ini, tercatat sekitar 3.600 perjalanan dari Indonesia menuju ibu kota Rusia tersebut.
Jumlah itu meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar potensial bagi industri pariwisata Moskow.
Kunjungan dari Indonesia Tumbuh Signifikan
Peningkatan tersebut melanjutkan pertumbuhan yang sudah terlihat sepanjang 2025. Saat itu, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Moskow mencapai sekitar 7.500 perjalanan.
Angka tersebut naik dari 5.000 kunjungan yang tercatat pada 2024. Secara regional, arus wisatawan dari Asia Tenggara ke Moskow sepanjang 2025 mencapai 63.800 kunjungan.
Pemerintah Kota Moskow melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat hubungan dengan industri perjalanan Indonesia. Salah satu langkahnya dilakukan melalui business mission yang digelar di Jakarta.
Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di Jakarta
Kegiatan tersebut mempertemukan perusahaan perjalanan Indonesia dengan pelaku industri pariwisata dari Moskow. Sebanyak 110 perusahaan berpartisipasi, termasuk 15 perwakilan sektor pariwisata dari Moskow.
Pertemuan itu menghasilkan lebih dari 1.000 agenda bisnis atau B2B. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya minat industri perjalanan kedua negara untuk membangun kerja sama baru.
Kemudahan perjalanan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung potensi pasar tersebut. Warga Negara Indonesia dapat menggunakan sistem visa elektronik untuk mengurus izin masuk ke Rusia.
Proses pengajuan e-visa disebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hari. Kemudahan administrasi ini menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan ketika menentukan destinasi perjalanan internasional.
Wisata Kuliner hingga Pertunjukan Budaya Jadi Daya Tarik
Moskow menawarkan kombinasi antara sejarah, budaya, arsitektur, hiburan, serta fasilitas perkotaan modern. Pilihan tersebut membuat kota ini dapat menjadi destinasi untuk berbagai jenis perjalanan sepanjang tahun.
Head of the Directorate for Asia, CIS and Latin America, Moscow City Tourism Committee, Maria Pasuginova, mengatakan pasar Indonesia menunjukkan ketertarikan yang tinggi.
Menurut dia, wisatawan Indonesia banyak mencari pengalaman kuliner, belanja, dan pertunjukan budaya. Balet serta perjalanan menggunakan kapal pesiar di sungai juga menjadi pengalaman yang diminati.
Wisatawan Indonesia juga cenderung melakukan perjalanan secara berkelompok. Durasi kunjungannya relatif panjang, dengan rata-rata masa tinggal sekitar sembilan hari.
Layanan untuk Wisatawan Muslim Diperluas
Moskow turut mengembangkan fasilitas yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan Muslim. Upaya tersebut mencakup penyediaan informasi mengenai hotel dan restoran halal.
Pemerintah kota juga menyediakan panduan khusus bagi wisatawan Muslim. Panduan itu memuat informasi destinasi utama sekaligus berbagai fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan perjalanan.
Layanan informasi wisatawan diperkuat dengan petugas yang memiliki kemampuan multibahasa. Selain itu, tersedia lebih dari 150 pemandu wisata bersertifikat yang dapat memberikan layanan tur dalam berbagai bahasa asing.
Informasi mengenai destinasi, akomodasi, serta aktivitas wisata juga tersedia melalui portal resmi Discover Moscow. Wisatawan dapat memanfaatkannya untuk menyusun rencana perjalanan sebelum keberangkatan.
Moskow Perkuat Potensi Wisata Bisnis
Pengembangan pariwisata Moskow tidak berhenti pada perjalanan rekreasi. Kota tersebut juga mendorong sektor business travel melalui kegiatan MICE atau pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran.
Salah satu agenda yang akan digelar adalah Meet Global MICE Congress atau MGMC. Edisi keempat kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Desember 2026.
MGMC diproyeksikan menghadirkan lebih dari 3.000 pelaku industri dari lebih dari 40 negara. Pesertanya mencakup pemimpin perusahaan, penyelenggara acara, serta perwakilan sektor pariwisata.
Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pihak dari kawasan BRICS, Global South, dan Asia Tenggara. Pertemuan itu diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi serta memperkuat jaringan bisnis internasional.
Meningkatnya perjalanan dari Indonesia menunjukkan bahwa hubungan sektor pariwisata kedua negara memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Bagi Moskow, pasar Indonesia sekaligus menjadi peluang untuk memperluas jangkauan wisatawan dan bisnis dari Asia Tenggara. (Wd/*)










