Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global

pavicon

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global (Foto: Ai)

Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia berhasil mencetak prestasi internasional. Indonesia resmi menduduki peringkat pertama dunia dalam transparansi laporan belanja perpajakan (tax expenditure report / TER). Capaian ini mengukuhkan komitmen sistem keuangan negara yang akuntabel dan terbuka.

Berdasarkan rilis Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) pada 11 Mei 2026, Indonesia memimpin di posisi puncak dari total 116 negara dengan perolehan skor 79,9 poin. Raihan ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju. Australia berada di peringkat ketiga, Prancis di posisi kesembilan, dan Amerika Serikat tertahan di peringkat ke-17.

Lompatan Konsisten Sejak 2023

GTETI hadir sebagai indeks komparatif global perdana yang mengukur kualitas, keteraturan, dan cakupan informasi laporan insentif pajak. Penilaian berbasis pada lima dimensi utama, meliputi ketersediaan akses publik, kelengkapan data deskriptif, hingga evaluasi berkala terhadap pengeluaran pajak.

Posisi Indonesia di panggung global terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Sejumlah Harga Pangan dan Kebutuhan Harian Terancam Naik
Tahun Rilis Indeks Peringkat Indonesia
2023 (Peluncuran Perdana) Peringkat 15
2024 Peringkat 2
2026 (Terbaru) Peringkat 1

Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan prestasi ini melalui keterangan resmi pada Senin, 18 Mei 2026. Pemerintah akan terus menyempurnakan kualitas pelaporan serta memperketat pemantauan evaluasi. Langkah ini diambil agar pemanfaatan insentif fiskal berjalan lebih terukur dan membawa dampak maksimal bagi perekonomian nasional.

Dampak Langsung Bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Prestasi di tingkat makro ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen perlindungan daya beli yang nyata bagi publik. Transparansi tinggi memastikan bahwa setiap rupiah insentif pajak yang tidak dipungut negara benar-benar di salurkan ke sektor produktif, bukan menguap tanpa kejelasan.

Sesuai data laporan tahun 2025, realisasi belanja perpajakan mencapai Rp389 triliun. Hebatnya, porsi di atas 70 persen langsung mengalir untuk menyokong sektor rumah tangga serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kebijakan fiskal ini di rancang secara selektif dan tepat sasaran demi menjaga kapasitas keuangan negara tetap sehat. Bagi Anda sebagai pelaku usaha atau masyarakat umum, berikut adalah bentuk pemanfaatan nyata dari kebijakan insentif pajak yang di laporkan:

  • Penyediaan Kebutuhan Pokok: Menjaga stabilitas harga bahan makanan dan keterjangkauan sektor hunian.

  • Subsidi Layanan Publik: Memangkas biaya riil pada sektor pendidikan, kesehatan, serta moda transportasi massal.

  • Penguatan Sektor Usaha: Membantu efisiensi operasional UMKM untuk mendorong penyerapan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Baca Juga :  Mandiri Sekuritas Rilis Sukuk Tabungan ST016, Pilihan Investasi Syariah Aman

Melalui transparansi yang diakui dunia ini, ruang penyimpangan anggaran di tekan seminimal mungkin. Sektor bisnis mendapatkan kepastian hukum yang sehat, sementara masyarakat luas dapat mengawal langsung aliran dana subsidi pajak demi kualitas hidup yang lebih baik. (Wd/*)

Berita Terkait

Chip Mulai Langka, Harga HP Diprediksi Naik
Rupiah Masuk Daftar 10 Mata Uang Terlemah Dunia, Ini Penyebabnya
Teknologi Internet 5G Kian Meluas, Aktivitas Digital Masyarakat Jadi Lebih Cepat
Klaim JHT dan JKP BPJS Naik, OJK Waspadai Efek PHK Massal
Demi SalMar, Miliarder Norwegia Tolak Pindah ke Swiss dan Bayar Pajak Rp 1,76 Miliar per Hari
Rupiah Dekati Rp 17.600, Strategi Pengusaha Hadapi Lonjakan Biaya Impor dan Prediksi Pasar
Pemerintah Gelar Sidang Isbat Idul Adha 2026 Hari Ini
Rupiah Melemah, Sejumlah Harga Pangan dan Kebutuhan Harian Terancam Naik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:03 WIB

Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:37 WIB

Chip Mulai Langka, Harga HP Diprediksi Naik

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:10 WIB

Rupiah Masuk Daftar 10 Mata Uang Terlemah Dunia, Ini Penyebabnya

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:17 WIB

Teknologi Internet 5G Kian Meluas, Aktivitas Digital Masyarakat Jadi Lebih Cepat

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:02 WIB

Klaim JHT dan JKP BPJS Naik, OJK Waspadai Efek PHK Massal

Berita Terbaru

Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global (Foto: Ai)

Bisnis

Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 18:03 WIB