Kabarinaja.id – Puluhan ribu email phishing yang memanfaatkan layanan resmi Microsoft terdeteksi dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Kaspersky melaporkan telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 31.000 pesan penipuan sepanjang 1 Agustus hingga 18 September 2026.
Laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026 tersebut mengungkap teknik pelaku dalam menyamarkan serangan siber melalui sistem autentikasi Microsoft. Dengan memanfaatkan layanan yang dikenal pengguna, penyerang berusaha membuat tautan berbahaya terlihat seperti bagian dari komunikasi resmi.
Email Phishing Microsoft Memanfaatkan Sistem Autentikasi
Serangan ini menggunakan pendekatan yang berbeda dari phishing konvensional. Pelaku tidak selalu mengandalkan alamat situs asing, tetapi memanfaatkan infrastruktur resmi Microsoft untuk mengarahkan calon korban ke halaman berbahaya.
Pesan yang dikirim umumnya berkaitan dengan pembaruan informasi akun atau permintaan tanda tangan dokumen elektronik. Situasi tersebut dapat mendorong penerima mengeklik tautan tanpa memeriksa tujuan akhirnya.
Akibatnya, pengguna berisiko memasukkan informasi sensitif ke situs palsu atau tanpa sadar mengunduh perangkat lunak berbahaya. Penggunaan layanan tepercaya juga membuat pemeriksaan berdasarkan alamat pengirim atau tautan semata menjadi kurang memadai.
Microsoft Entra Menjadi Bagian dari Modus Serangan
Menurut temuan Kaspersky, salah satu teknik yang digunakan pelaku melibatkan Microsoft Entra, layanan Microsoft untuk pengelolaan identitas dan akses.
Penyerang terlebih dahulu membuat akun Microsoft, kemudian mendaftarkan aplikasi melalui pusat administrasi Microsoft Entra. Dalam konfigurasi aplikasi tersebut, mereka memasukkan alamat situs berbahaya sebagai URI pengalihan atau redirect URI.
Fitur URI pengalihan sebenarnya memiliki fungsi yang sah. Alamat tersebut menentukan ke mana sistem akan mengarahkan pengguna setelah proses otorisasi aplikasi selesai.
Masalah muncul ketika pelaku mendaftarkan alamat tujuan yang mengarah ke situs penipuan. Tautan yang mereka sebarkan melalui email kemudian memuat identitas aplikasi terdaftar beserta alamat pengalihan tersebut.
Ketika korban membuka tautan, proses pengalihan dapat membawa mereka ke halaman yang telah disiapkan penyerang. Halaman itu berpotensi digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi atau memicu pengunduhan program berbahaya.
Karena tautan awal menggunakan layanan Microsoft yang sah, pengguna mungkin menganggapnya aman. Padahal, keberadaan domain resmi pada awal tautan tidak otomatis menjamin keamanan seluruh proses pengalihan.
Notifikasi Microsoft Ikut Dimanfaatkan untuk Menyebarkan Pesan Palsu
Kaspersky juga mengidentifikasi metode lain yang memanfaatkan notifikasi resmi Microsoft Entra. Dalam skema ini, pelaku berupaya menyisipkan pesan penipuan ke dalam pemberitahuan yang diterima pengguna.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa metode ini kemungkinan melibatkan pembelian lisensi berbiaya rendah atau pemanfaatan masa uji coba layanan. Pelaku kemudian memasukkan teks tertentu pada kolom nama di halaman Overview dan membuat akun pengguna fiktif melalui menu Users.
Akun tersebut menggunakan alamat email, nama tampilan, serta kata sandi rekaan. Setelah itu, pelaku mengakses portal Microsoft My Account menggunakan kredensial akun yang telah dibuat.
Mereka selanjutnya menambahkan alamat email milik calon korban sebagai alamat cadangan untuk menerima pesan pengaturan ulang kata sandi. Proses tersebut dapat memicu pengiriman kode verifikasi yang sebenarnya tidak diminta oleh penerima.
Pada saat bersamaan, teks yang dimasukkan penyerang dapat muncul dalam bagian subjek atau tanda tangan email. Kondisi ini membuat pesan penipuan berpotensi menyerupai pemberitahuan resmi dari Microsoft.
Penerimaan kode verifikasi yang tidak diminta perlu diwaspadai. Meski tidak selalu menandakan akun telah diretas, situasi tersebut dapat menunjukkan adanya aktivitas yang tidak dikenali atau upaya penyalahgunaan layanan.
Kaspersky: Indikator Phishing Konvensional Bisa Tidak Berlaku
Andrey Kovtun, Email Threats Protection Group Manager di Kaspersky, menjelaskan bahwa pelaku semakin sering memanfaatkan layanan resmi untuk menyebarkan pesan dan tautan berbahaya.
Menurutnya, penggunaan infrastruktur yang sah dapat meningkatkan kepercayaan penerima terhadap pesan tersebut. Akibatnya, sejumlah ciri yang biasanya digunakan untuk mengenali phishing belum tentu cukup untuk mengidentifikasi serangan semacam ini.
Kovtun menyampaikan bahwa perlindungan otomatis melalui solusi keamanan dengan kemampuan anti-phishing yang kuat menjadi salah satu langkah yang disarankan untuk menghadapi ancaman tersebut.
Kaspersky juga merekomendasikan solusi keamanan email bagi organisasi, termasuk Kaspersky Security for Mail Server. Produk tersebut menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan sejumlah lapisan perlindungan untuk membantu mendeteksi ancaman yang masuk melalui email.
Untuk pengguna individu, perusahaan menawarkan Kaspersky Premium yang mencakup fitur anti-phishing. Kaspersky turut mengembangkan perlindungan terhadap penipuan berbasis kecerdasan buatan melalui kombinasi pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara waktu nyata, serta pemeriksaan kebocoran data dan pencurian identitas.
Rekomendasi tersebut merupakan bagian dari pendekatan keamanan yang ditawarkan perusahaan. Pengguna dan organisasi tetap perlu menilai kebutuhan perlindungan masing-masing serta menerapkan kebiasaan digital yang aman.
Cara Menghindari Email Phishing yang Mengatasnamakan Microsoft
Temuan puluhan ribu pesan yang diblokir tersebut memperlihatkan bahwa pengguna perlu lebih cermat ketika berinteraksi dengan email yang berkaitan dengan akun digital. Pemeriksaan tidak cukup hanya dengan melihat nama perusahaan atau layanan yang tercantum dalam tautan.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko:
- Akses Microsoft secara langsung. Jika menerima permintaan pembaruan akun, buka situs atau aplikasi resmi Microsoft secara mandiri, bukan melalui tautan dalam email.
- Periksa tujuan tautan. Pastikan alamat akhir yang dituju sesuai dengan layanan yang hendak diakses. Hindari membuka tautan yang tidak jelas atau mengarahkan pengguna ke situs yang tidak relevan.
- Waspadai permintaan mendadak. Email yang meminta pembaruan kredensial atau tanda tangan dokumen perlu diperiksa sebelum ditindaklanjuti.
- Jangan bagikan kode verifikasi. Kode yang diterima tanpa permintaan sebaiknya tidak diberikan kepada siapa pun. Periksa aktivitas akun apabila menerima pemberitahuan yang tidak dikenali.
- Gunakan perlindungan keamanan. Perangkat lunak keamanan dengan fitur anti-phishing dapat membantu mengidentifikasi tautan atau pesan berbahaya yang lolos dari pemeriksaan awal.
- Aktifkan pengamanan akun. Gunakan autentikasi multifaktor jika tersedia dan tinjau aktivitas masuk untuk menemukan akses yang tidak dikenal.
Bagi organisasi, pengamanan juga perlu mencakup pemeriksaan konfigurasi aplikasi, pengawasan aktivitas identitas, serta evaluasi terhadap penggunaan URI pengalihan. Langkah tersebut membantu mengurangi peluang penyalahgunaan layanan autentikasi untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.
Kasus ini menunjukkan bahwa layanan digital yang sah pun dapat dimanfaatkan sebagai perantara serangan. Karena itu, pengguna perlu menilai konteks pesan dan tujuan akhirnya, bukan sekadar mempercayai nama layanan yang muncul pada tautan atau notifikasi. (Wd/*)










