Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter

PSSI meminta operator liga dan klub memperkuat pengamanan setelah rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter Persija Jakarta mengalami kekerasan dalam perjalanan.

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter (Foto: (Dok. Kemenpora/medcom)

Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter (Foto: (Dok. Kemenpora/medcom)

Kabarinaja.id – PSSI membuka kemungkinan pengurangan poin bagi klub yang dinilai gagal mengendalikan suporternya. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan opsi tersebut setelah dua insiden kekerasan melibatkan rombongan Persib Bandung U-18 dan pendukung Persija Jakarta.

Erick meminta klub bersama operator liga menyepakati mekanisme pengamanan yang lebih tegas. Kesepakatan itu diperlukan untuk melindungi pemain, ofisial, dan suporter, termasuk ketika mereka melakukan perjalanan menuju lokasi pertandingan.

Dua Insiden Memicu Evaluasi Pengamanan Sepak Bola

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Erick menyatakan PSSI akan mendorong penerapan sanksi apabila klub tidak mampu memastikan keselamatan suporternya.

“Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya,” kata Erick, seperti dikutip Antara.

Pernyataan tersebut muncul setelah dua peristiwa kekerasan terjadi dalam rentang dua hari. Insiden pertama menimpa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Jawa Tengah.

Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang

Peristiwa itu terjadi di Rest Area KM 360, Batang, pada Minggu (11/10) malam. Bus yang membawa pemain dan ofisial Persib diserang ketika rombongan kembali menuju Bandung seusai bertanding melawan Garuda United di Solo.

Baca Juga :  Timnas Esports Indonesia Amankan 3 Tiket Asian Games 2026

Serangan tersebut menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan. Sejumlah barang milik rombongan juga dilaporkan hilang setelah kejadian.

Sehari berselang, rombongan The Jakmania Cikampek mengalami pelemparan benda keras saat melintasi Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat. Insiden itu mengakibatkan beberapa kaca bus pecah dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.

PSSI Pertimbangkan Sanksi hingga Larangan Suporter Tandang

Erick menilai tindakan kekerasan yang terjadi telah melampaui persoalan rivalitas antarsuporter. Ia mengingatkan bahwa tindakan balasan dari kelompok lain juga tidak dapat dibenarkan.

Menurut Erick, klub dan operator liga perlu membuktikan komitmen mereka melalui sistem pengamanan yang berjalan nyata. Pernyataan atau kesepakatan saja tidak cukup apabila keselamatan orang-orang yang terlibat dalam pertandingan masih terancam.

PSSI memberikan kesempatan kepada kedua pihak untuk menyusun kesepakatan mengenai tanggung jawab pengamanan. Apabila langkah bersama tersebut tidak menghasilkan solusi yang memadai, federasi membuka peluang melakukan intervensi.

Baca Juga :  FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Piala Dunia 2026, Juara Raih Rp918 Miliar

Pengurangan poin menjadi salah satu bentuk sanksi yang dipertimbangkan. Namun, penerapannya masih bergantung pada langkah yang disepakati serta tindakan tegas PSSI terhadap klub yang dinilai gagal mengendalikan suporternya.

Kehadiran Suporter Tandang Kembali Terancam

Selain sanksi terhadap klub, Erick mengingatkan kemungkinan pemberlakuan kembali larangan kehadiran suporter tim tamu atau away. Kebijakan itu dapat kembali menjadi pilihan apabila penyelenggara kompetisi tidak mampu menjamin keamanan.

Larangan suporter tandang sebelumnya berlangsung hampir empat tahun. Pada musim ini, kesempatan bagi pendukung tim tamu untuk menghadiri pertandingan mulai dibuka kembali secara terbatas.

Kebijakan tersebut membutuhkan koordinasi antara klub, operator liga, dan kelompok pendukung. Keamanan harus dijaga sejak keberangkatan menuju stadion hingga perjalanan pulang setelah pertandingan selesai.

PSSI kini mendorong seluruh pihak memperkuat tanggung jawab pengamanan untuk mencegah kejadian serupa. Keputusan mengenai sanksi maupun kehadiran suporter tandang akan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan di lingkungan sepak bola Indonesia. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi
Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Hadiah untuk Indonesia?
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Jenis Pilates dan Manfaatnya, Mana yang Cocok untuk Pemula?
Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Setelah Satu Dekade
UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA
FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Hadiah untuk Indonesia?

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB