Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengingatkan kreator konten agar meminta izin sebelum menampilkan wajah seseorang kepada publik.

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten (Foto: Ai)

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Penggunaan wajah seseorang dalam konten digital tidak seharusnya di lakukan sembarangan. Pakar Teknologi Informasi dan Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, mengingatkan kreator agar memperhatikan hak citra sebelum mempublikasikan rekaman seseorang.

Menurut Alfons, wajah termasuk informasi biometrik yang berkaitan dengan identitas individu. Karena itu, penggunaannya perlu memperhatikan persetujuan dari orang yang bersangkutan.

Penggunaan Wajah Perlu Persetujuan

Alfons menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan PRO3 RRI. Ia menilai kreator konten perlu meminta izin sebelum menampilkan seseorang dalam materi yang di sebarluaskan kepada publik.

“Kalau ingin membuat konten, seharusnya meminta izin terlebih dahulu sebelum menampilkan seseorang kepada publik,” kata Alfons kepada PRO3 RRI.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghormati hak individu di ruang digital. Persetujuan juga dapat mencegah munculnya persoalan ketika seseorang merasa di rugikan akibat penggunaan rekaman atau gambarnya.

Risiko Muncul Saat Ada Keberatan

Alfons menjelaskan, persoalan hukum dapat muncul apabila penggunaan rekaman di lakukan tanpa persetujuan dan menimbulkan kerugian bagi pihak yang di tampilkan.

Baca Juga :  Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee

“Kalau yang bersangkutan keberatan dan merasa di rugikan, itu sudah melanggar hukum,” ujarnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembuatan konten tidak hanya berkaitan dengan kreativitas. Kreator juga perlu mempertimbangkan hak pribadi orang lain sebelum mengunggah materi ke ruang publik.

Platform Media Sosial Diminta Bertindak

Perlindungan hak citra juga berkaitan dengan peran platform media sosial. Alfons menilai platform perlu merespons laporan apabila sebuah konten terbukti melanggar ketentuan mengenai data pribadi.

Ia menyebut platform memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan terhadap materi yang terbukti melanggar. Salah satunya melalui penghapusan konten atau takedown sesuai ketentuan yang berlaku.

“Media sosial harus segera melakukan takedown apabila memang terbukti terjadi pelanggaran hak atas data pribadi,” kata Alfons.

Langkah cepat di perlukan agar konten yang bermasalah tidak terus tersebar. Terlebih, distribusi informasi melalui media sosial dapat berlangsung sangat cepat dan menjangkau banyak pengguna.

Kamera Tetap Punya Manfaat untuk Publik

Meski mengingatkan soal penggunaan wajah, Alfons tidak menilai kamera sebagai sesuatu yang harus di hindari. Menurutnya, teknologi tersebut tetap memiliki manfaat untuk kepentingan publik.

Baca Juga :  Akamai Akuisisi LayerX Rp3,3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI

Kamera dapat di gunakan dalam pengawasan maupun dokumentasi. Rekaman juga dapat membantu proses pembuktian ketika terjadi dugaan pelanggaran hukum.

Namun, pemanfaatannya tetap perlu mempertimbangkan hak individu. Kreator maupun pengguna media sosial perlu memahami batas antara kepentingan publik dan penggunaan informasi pribadi seseorang.

Bijak Membagikan Informasi Pribadi

Alfons juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mudah membagikan informasi pribadi di ruang digital. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data.

Kesadaran terhadap privasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di media sosial. Setiap pengguna perlu mempertimbangkan informasi yang dibagikan sebelum konten tersebut tersebar lebih luas.

Bagi kreator konten, memahami hak citra menjadi salah satu bagian dari etika dalam membuat materi digital. Meminta persetujuan sebelum menampilkan seseorang dapat membantu menjaga privasi sekaligus mengurangi risiko persoalan hukum. (Wd/*)

Berita Terkait

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?
Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui
Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar
AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard
Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap
10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan
Sering Pakai High Heels? 5 Latihan Ini Bantu Jaga Kaki
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:05 WIB

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 September 2026 - 07:04 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Kamis, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:05 WIB

AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB