Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat

Dari pulau masyarakat adat hingga fasilitas militer, lima lokasi ini memiliki alasan berbeda mengapa publik tidak bisa datang sesuka hati.

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat

Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat

Kabarinaja.id – Tidak semua tempat menarik di dunia dapat dijadikan tujuan wisata. Sejumlah lokasi justru membatasi kehadiran manusia karena alasan perlindungan masyarakat adat, konservasi, keamanan, hingga kepentingan pangan global.

Pembatasan tersebut memiliki bentuk yang berbeda. Ada kawasan yang sepenuhnya melarang kedatangan orang luar, sementara lokasi lain masih membuka akses terbatas bagi peneliti atau personel yang memiliki kewenangan.

Berikut lima tempat terlarang di dunia yang memiliki aturan akses sangat ketat.

North Sentinel, Pulau yang Melindungi Masyarakat Terisolasi

Di Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, terdapat Pulau North Sentinel yang menjadi tempat tinggal masyarakat Sentinelese. Komunitas tersebut dikenal sangat terisolasi dan selama bertahun-tahun menolak kontak dengan dunia luar.

Kondisi itu menjadi alasan utama pemerintah India membatasi akses ke pulau tersebut. Perlindungan diberikan untuk mencegah masuknya penyakit, eksploitasi, maupun gangguan terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Pemerintah India menetapkan pulau tersebut beserta perairan hingga 5 kilometer dari garis pasang tertinggi sebagai tribal reserve. Orang luar, termasuk wisatawan dan warga negara asing, tidak diperbolehkan memasuki kawasan tersebut.

Pendekatan yang diterapkan dikenal sebagai eyes-on and hands-off. Artinya, pengawasan dilakukan dari jarak tertentu tanpa membangun kontak langsung dengan masyarakat Sentinelese.

Arsip Apostolik Vatikan Tidak Terbuka untuk Semua Orang

Berbeda dari North Sentinel, Arsip Apostolik Vatikan bukan kawasan yang sepenuhnya tertutup. Fasilitas di Kota Vatikan tersebut menyimpan dokumen yang mencakup sekitar dua belas abad sejarah Gereja Katolik.

Koleksinya terdiri atas lebih dari 600 fonds, dengan keseluruhan rak penyimpanan mencapai lebih dari 85 kilometer. Dokumen yang tersimpan mencakup administrasi Gereja, surat-menyurat kepausan, serta berbagai catatan sejarah.

Akses memang tersedia, tetapi ditujukan bagi peneliti yang memenuhi persyaratan tertentu. Akademisi yang ingin melakukan penelitian harus memiliki setidaknya gelar magister atau diploma universitas setara, surat pengantar dari institusi penelitian atau akademisi yang memenuhi ketentuan, serta dokumen pendukung lainnya.

Baca Juga :  Gempa Venezuela, 30 Gempa Susulan Picu 164 Korban Meninggal

Dengan sistem tersebut, arsip bersejarah ini tetap dapat diteliti tanpa berubah menjadi objek kunjungan wisata biasa.

Gua Lascaux Ditutup demi Menyelamatkan Lukisan Prasejarah

Gua Lascaux di Prancis memiliki nilai arkeologi yang luar biasa. Situs tersebut ditemukan pada 1940 dan menyimpan lukisan serta ukiran dari periode Paleolitikum.

Masalah muncul ketika jumlah pengunjung yang tinggi mulai memengaruhi kondisi lingkungan di dalam gua. Perubahan mikroklimat, kelembapan, serta pertumbuhan jamur kemudian menjadi ancaman bagi kelestarian lukisan dan ekosistem gua.

Pemerintah Prancis menutup Gua Lascaux bagi publik pada April 1963. Sebelum ditutup, situs tersebut bahkan dapat menerima sekitar 1.800 pengunjung dalam satu hari.

Gua asli sampai sekarang tetap tidak dibuka untuk wisatawan. Sebagai gantinya, pengunjung dapat melihat replika Lascaux yang dibuat agar pengalaman mengenal situs prasejarah tersebut tetap tersedia tanpa mengorbankan konservasi gua asli.

Gudang Benih Global Svalbard Menyimpan Cadangan Pangan Dunia

Jauh di dalam pegunungan Pulau Spitsbergen, Norwegia, terdapat fasilitas yang memiliki fungsi berbeda dari kebanyakan tempat penyimpanan. Svalbard Global Seed Vault menyimpan cadangan benih tanaman pangan dari berbagai bank gen di dunia.

Fasilitas ini dirancang sebagai penyimpanan jangka panjang. Benih yang disimpan merupakan duplikat koleksi sehingga tetap tersedia apabila koleksi asli mengalami kerusakan atau hilang.

Tidak semua orang dapat masuk ke ruang penyimpanan. Menurut informasi resmi fasilitas tersebut, hanya personel berwenang yang diperbolehkan memasuki area penyimpanan benih.

Meski akses fisiknya dibatasi, masyarakat tetap dapat mengenal fasilitas tersebut melalui tur virtual resmi. Per Juni 2026, Svalbard Global Seed Vault telah menyimpan lebih dari 1,4 juta sampel benih setelah menerima tambahan lebih dari 15.000 sampel pada deposit Juni 2026.

Baca Juga :  Fenomena Langka! Makkah Diprediksi Gelap Selama Lima Menit pada Gerhana 2027

Koleksi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keragaman tanaman dan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dunia dalam jangka panjang.

Area 51, Fasilitas Rahasia di Nevada

Nama Area 51 mungkin lebih sering muncul dalam pembahasan UFO dan teori konspirasi. Namun, catatan sejarah yang dipublikasikan CIA menunjukkan bahwa kawasan Groom Lake, Nevada, memiliki kaitan erat dengan pengembangan dan pengujian pesawat rahasia.

Pada era 1950-an, Area 51 digunakan untuk menguji pesawat pengintai U-2. Lokasinya yang terpencil membuat fasilitas tersebut sesuai untuk menjalankan program penerbangan yang membutuhkan tingkat kerahasiaan tinggi.

Popularitas Area 51 kemudian berkembang seiring munculnya berbagai cerita mengenai UFO dan makhluk luar angkasa. Namun, keberadaan alien di fasilitas tersebut tidak didukung bukti yang dipublikasikan secara resmi.

CIA justru mengaitkan sejarah kawasan itu dengan program pesawat pengintai rahasia, termasuk U-2 dan A-12 OXCART. Area 51 juga berada di dalam kawasan Nevada Test and Training Range, sehingga aksesnya dibatasi untuk kepentingan keamanan militer.

Mengapa Kelima Tempat Ini Dibatasi?

Kelima lokasi tersebut menunjukkan bahwa larangan kunjungan tidak selalu memiliki alasan yang sama. North Sentinel berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat, sedangkan Gua Lascaux membutuhkan pembatasan demi menjaga peninggalan prasejarah.

Arsip Apostolik Vatikan menerapkan akses berdasarkan kualifikasi penelitian. Sementara itu, Svalbard Global Seed Vault berkaitan dengan perlindungan sumber daya genetik tanaman pangan dan Area 51 memiliki kepentingan keamanan militer.

Dengan alasan yang berbeda-beda, kelima tempat tersebut memiliki satu kesamaan: akses publik bukan menjadi prioritas utama. Perlindungan budaya, sejarah, lingkungan, sumber daya, maupun keamanan membuat kunjungan harus dibatasi secara ketat. (Wd/*)

Berita Terkait

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik
Rusia Siapkan Rassvet, Jaringan Satelit Pesaing Starlink
Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Demi Pasien Stroke
7 Kota Paling Misterius di Dunia, Apa yang Terjadi?
Frozen 3 Makin Dekat, Josh Gad Sebut Filmnya Paling Lucu
Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Setelah Satu Dekade
Ha Young Terseret Sejarah Keluarga, Agensi Akhirnya Minta Maaf
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Rabu, 2 September 2026 - 16:05 WIB

Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Rusia Siapkan Rassvet, Jaringan Satelit Pesaing Starlink

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Demi Pasien Stroke

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB