KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Rp1,2 M

KPK menduga dana hasil pemerasan digunakan untuk mengurus perkara melalui sejumlah perantara. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Rp1,2 M (Foto: RRI/Chairul Umam)

KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Rp1,2 M (Foto: RRI/Chairul Umam)

Kabariaja.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyerahan uang senilai Rp1,2 miliar yang di duga berkaitan dengan upaya mengurus perkara Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Dana tersebut diduga berasal dari praktik pemerasan terhadap sejumlah pejabat daerah dan pihak swasta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Temuan itu merupakan hasil penyelidikan tertutup yang kemudian berkembang menjadi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.

KPK Temukan Dugaan Pemerasan dalam Penyelidikan

Direktur Penyidikan KPK, Taufik, menjelaskan bahwa penyelidikan awal mengungkap dugaan pemerasan yang melibatkan Anom Widiyantoro bersama orang kepercayaannya, Mohammad Haris atau Gus Haris.

“Dari kegiatan penyelidikan tertutup ini kemudian di temukan adanya peristiwa dugaan tindak pidana korupsi pemerasan. Di lakukan oleh Saudara AWI selaku Bupati Pemalang 2025–2030 bersama-sama Saudara GHA selaku orang kepercayaan bupati,” kata Taufik saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).

Penyidik menduga permintaan uang di lakukan melalui Gus Haris kepada sejumlah perangkat daerah maupun rekanan pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Cara Cek Info Pemadaman Listrik PLN Hari Ini Lewat HP

Dana yang Terkumpul Capai Rp1,98 Miliar

Menurut KPK, Gus Haris di duga mengumpulkan uang dari berbagai pihak hingga mencapai sekitar Rp1,98 miliar.

Dana tersebut di duga berasal dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta pihak swasta yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah.

Diduga Digunakan untuk Mengurus Perkara

Sebagian dari dana yang telah terkumpul itu diduga di alokasikan untuk mengurus perkara yang berkaitan dengan Bupati Pemalang.

Dalam prosesnya, Gus Haris disebut bertemu dengan Harun. Pertemuan itu kemudian berlanjut dengan perkenalan kepada Lilik Budi Suprianto yang di duga memiliki akses dalam pengurusan perkara.

KPK mengungkap sedikitnya tiga kali pertemuan berlangsung di wilayah Magelang dan Semarang.

“LBS meminta uang pengurusan perkara sejumlah Rp2 miliar,” ujar Taufik.

Setelah pembicaraan berlangsung, penyidik menduga terjadi penyerahan uang sebesar Rp1,2 miliar dari Gus Haris kepada Lilik Budi Suprianto.

“Pada akhirnya di berikan senilai Rp1,2 miliar oleh GHA kepada LBS,” lanjutnya.

Baca Juga :  MK Tetapkan Dana MBG Tak Lagi Masuk Anggaran Pendidikan, Berlaku Paling Lambat 2028

Empat Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni:

  • Anom Widiyantoro selaku Bupati Pemalang.
  • Mohammad Haris alias Gus Haris.
  • Lilik Budi Suprianto.
  • Setya Budi Dias yang merupakan staf administrasi KPK.

Keempat tersangka menjalani penahanan selama 20 hari pertama, terhitung mulai 30 Juli hingga 18 Agustus 2026 di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Dugaan Tindak Pidana yang Disangkakan

Penyidik menjerat Anom Widiyantoro dan Gus Haris dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan serta gratifikasi.

Sementara itu, Lilik Budi Suprianto dan Setya Budi Dias di sangkakan terlibat dalam dugaan pemerasan yang berkaitan dengan pengurusan perkara di lingkungan KPK.

Perkembangan perkara ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan penyalahgunaan jabatan, penggunaan perantara dalam pengurusan perkara, serta dugaan keterlibatan pihak internal. KPK menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri seluruh aliran dana dan peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang diperoleh. (Wd/*)

Berita Terkait

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu
Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini
Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum
Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita
Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar
Gambut Jadi Tantangan, Ini Wilayah Karhutla Tersulit di Kalbar
Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital
Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:39 WIB

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 13:07 WIB

Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini

Jumat, 11 September 2026 - 09:04 WIB

Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 21:06 WIB

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Kamis, 10 September 2026 - 16:55 WIB

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar

Berita Terbaru

Andre Taulany dan Amanda Rigby (Foto: youtube/medcom)

Showbiz

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:18 WIB

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Daerah

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:04 WIB

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru (Foto: duniagames)

Game

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:06 WIB