Kabarinaja.id – Upaya mencari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda terus diperluas pada Kamis (10/9). Warga pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, ikut menyisir perairan sekitar Pulau Panaitan.
Rombongan jurnalis tersebut sebelumnya kehilangan kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Pencarian kemudian melibatkan unsur SAR gabungan dan masyarakat yang memahami kondisi perairan setempat.
Warga Carita Perluas Penyisiran
Koordinator warga pesisir, Irvan Kipong, mengatakan keterlibatan masyarakat didorong kepedulian terhadap operasi kemanusiaan. Kru Ujung Kulon Adventure turut mengerahkan kapal untuk membantu pencarian.
“Hari ini, Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB, kami dari kru Ujung Kulon Adventure insya Allah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda,” ujar Irvan.
Penyisiran diarahkan menuju sejumlah kawasan perairan yang berada di sekitar Pulau Panaitan. Tim lokal juga mempertimbangkan kondisi laut saat menentukan jangkauan operasi.
Irvan berharap pencarian tersebut dapat menemukan petunjuk mengenai keberadaan rombongan jurnalis yang kehilangan kontak.
“Semoga pencarian kita ini menyisir ke area Pulau Panaitan membuahkan hasil,” katanya.
Pencarian Tetap Terkoordinasi
Kegiatan masyarakat pesisir tidak berjalan sendiri. Irvan menyebut pencarian yang dilakukan warga akan tetap dikoordinasikan bersama pihak berwenang.
Koordinasi tersebut diperlukan agar pergerakan kapal masyarakat dapat menyesuaikan dengan operasi SAR gabungan. Area pencarian juga dapat diperluas berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
SAR Perhitungkan Arus dan Gelombang
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten pada hari yang sama melanjutkan operasi pencarian memasuki hari ketiga.
Kondisi laut pada pagi hari relatif lebih landai. Namun, perubahan cuaca membuat angin dan gelombang diperkirakan menguat menjelang siang hingga sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan tinggi gelombang tercatat sekitar 1 hingga 2 meter.
“Angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter,” ujar Al Amrad.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau. Petugas juga memperluas penyisiran menuju bagian utara kawasan tersebut.
Perluasan wilayah tidak dilakukan secara acak. Tim mempertimbangkan perhitungan arus laut, perpindahan gelombang, serta arah angin untuk menentukan area yang perlu disisir.
Kondisi tersebut membuat operasi pencarian membutuhkan penyesuaian secara berkala. Warga pesisir yang ikut membantu menjadi tambahan unsur di lapangan, sementara koordinasi dengan otoritas pencarian tetap menjadi bagian utama operasi. (Wd/*)










