Fungsi Ginjal BISA Anjlok 80 Persen Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Bahaya Ini!

Mengenali Tanda Tersembunyi Penurunan Fungsi Organ Pembersih Darah Sebelum Terlambat

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fungsi Ginjal BISA Anjlok 80 Persen Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Bahaya Ini! (Foto: Getty Images/Sewcream/detikHealth/Ai)

Fungsi Ginjal BISA Anjlok 80 Persen Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Bahaya Ini! (Foto: Getty Images/Sewcream/detikHealth/Ai)

Kabarinaja.id – Sepasang organ penyaring darah di dalam tubuh bekerja memproses sekitar 180 liter cairan setiap hari guna membuang racun dan mengontrol tekanan darah. Namun, gejala kerusakan ginjal sering kali tersembunyi rapat hingga fungsinya merosot hingga 80 persen. Kondisi tanpa keluhan awal ini membuat penyakit ginjal kronis berisiko mengancam jiwa tanpa disadari pengidapnya.

Alasan Utama Gejala Kerusakan Ginjal Sering Terlambat Terdeteksi

Organ vital ini memiliki daya kompensasi alami yang amat tinggi ketika mengalami gangguan. Konsultan Nefrologi dari Rumah Sakit Apollo India, dr Srivatsa A, menjelaskan bahwa unit penyaring yang masih sehat akan mengambil alih beban kerja unit penyaring yang rusak secara otomatis.

Mekanisme penyesuaian tubuh tersebut membuat penderita merasa tetap bugar meski organ telah kehilangan mayoritas kemampuannya. Akibatnya, sebagian besar pasien baru mendatangi fasilitas kesehatan tatkala kondisi kerusakan sudah memasuki tahap akhir yang fatal.

Baca Juga :  Baru Jalan 100 Meter Sudah Ingin Duduk? Kenali Sinyal Lutut

Sederet Tanda Bahaya Penurunan Fungsi Organ yang Wajib Diwaspadai

Penumpukan limbah beracun dalam darah baru memicu reaksi fisik ekstrem sewaktu kinerja organ sudah menurun drastis. Tubuh yang tidak mampu mengeluarkan racun akan menunjukkan tanda kekacauan sistemik.

Berikut sembilan indikator fisik yang kerap muncul secara bersamaan saat kondisi memburuk:

  • Pembengkakan Tubuh: Penimbunan cairan memicu pembengkakan pada area pergelangan kaki, kaki, atau bagian wajah.
  • Keletihan Ekstrem: Tubuh terasa lelah secara terus-menerus akibat penurunan produksi hormon sel darah merah.
  • Penurunan Nafsu Makan: Penumpukan urea membuat selera makan merosot tajam.
  • Gangguan Pencernaan: Rasa mual hingga muntah yang sering timbul tanpa alasan jelas.
  • Kram Otot: Ketidakseimbangan kadar elektrolit memicu kejang atau kram pada otot.
  • Penurunan Konsentrasi: Otak kesulitan berfokus atau sering merasa linglung.
  • Perubahan Ekskresi: Terjadi perubahan frekuensi atau pola buang air kecil harian.
  • Rasa Gatal Parah: Penumpukan fosfat dan racun melahirkan rasa gatal hebat pada permukaan kulit.
  • Tekanan Darah Tinggi: Hipertensi menjadi sangat sulit dikendalikan melalui obat-obatan standar.
Baca Juga :  Rumah Bebas Nyamuk Tanpa Obat Kimia, Simak Cara Alami yang Jarang Diketahui Ini

Faktor Utama Pemicu Kerusakan Organ dan Langkah Pencegahannya

Banyak pihak mengira masalah ini bermula langsung dari organ filter tersebut. Kendati demikian, pemicu utamanya justru berakar dari penyakit komplikasi seperti diabetes mellitus serta hipertensi. Kadar gula darah yang tinggi secara perlahan mengikis pembuluh darah halus penyaring limbah.

Di samping itu, tekanan darah tinggi membuat jaringan penyokong organ menebal lalu berubah menjadi jaringan parut. Faktor risiko tambahan seperti penyakit autoimun, kebiasaan merokok, obesitas, serta konsumsi obat pereda nyeri tanpa resep dokter turut mempercepat kerusakan.

Langkah pencegahan terbaik bagi kelompok berisiko tinggi adalah melakukan pemeriksaan darah harian eGFR serta tes urin secara berkala. Deteksi kebocoran protein sejak dini mampu menyelamatkan organ sebelum mengalami kehancuran permanen. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu Anak Krakatau Menyebar, Begini Cara Melindungi Pernapasan
Abu Anak Krakatau Menyebar, 4 Barang Ini Perlu Disiapkan
Cara Mengonsumsi Madu yang Benar untuk Kesehatan
Cara Mengendalikan Amarah dengan 5 Trik Sederhana
Cara Menurunkan Berat Badan Secara Efektif dan Aman
Kapan Anak Perempuan Tumbuh Pesat? Ini Tahapannya
Negara dengan Obesitas Terendah, Indonesia Peringkat 6
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Cara melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 11:04 WIB

Abu Anak Krakatau Menyebar, Begini Cara Melindungi Pernapasan

Senin, 7 September 2026 - 08:36 WIB

Abu Anak Krakatau Menyebar, 4 Barang Ini Perlu Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Cara Mengonsumsi Madu yang Benar untuk Kesehatan

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Cara Mengendalikan Amarah dengan 5 Trik Sederhana

Berita Terbaru

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Teknologi

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:11 WIB

Ilustrasi penggunaan BlockAway dan DuckDuckGo dalam aktivitas browsing. BlockAway berfungsi sebagai layanan proxy, sedangkan DuckDuckGo menyediakan fitur pencarian dan perlindungan privasi.

Teknologi

BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:36 WIB

Ilustrasi Netflix  (Foto: medcom)

Nasional

Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:04 WIB

Mask of Idris Buka Petualangan Baru di Code Vein II (Foto:

Game

Mask of Idris Buka Petualangan Baru di Code Vein II

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:05 WIB