Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Tim warga pesisir dan SAR gabungan memperluas pencarian di sekitar Pulau Panaitan dan Gunung Anak Krakatau.

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 21:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita (Foto:  metrotv/medcom)

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita (Foto: metrotv/medcom)

Kabarinaja.id – Upaya mencari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda terus diperluas pada Kamis (10/9). Warga pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, ikut menyisir perairan sekitar Pulau Panaitan.

Rombongan jurnalis tersebut sebelumnya kehilangan kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Pencarian kemudian melibatkan unsur SAR gabungan dan masyarakat yang memahami kondisi perairan setempat.

Warga Carita Perluas Penyisiran

Koordinator warga pesisir, Irvan Kipong, mengatakan keterlibatan masyarakat didorong kepedulian terhadap operasi kemanusiaan. Kru Ujung Kulon Adventure turut mengerahkan kapal untuk membantu pencarian.

“Hari ini, Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB, kami dari kru Ujung Kulon Adventure insya Allah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda,” ujar Irvan.

Penyisiran diarahkan menuju sejumlah kawasan perairan yang berada di sekitar Pulau Panaitan. Tim lokal juga mempertimbangkan kondisi laut saat menentukan jangkauan operasi.

Baca Juga :  Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah

Irvan berharap pencarian tersebut dapat menemukan petunjuk mengenai keberadaan rombongan jurnalis yang kehilangan kontak.

“Semoga pencarian kita ini menyisir ke area Pulau Panaitan membuahkan hasil,” katanya.

Pencarian Tetap Terkoordinasi

Kegiatan masyarakat pesisir tidak berjalan sendiri. Irvan menyebut pencarian yang dilakukan warga akan tetap dikoordinasikan bersama pihak berwenang.

Koordinasi tersebut diperlukan agar pergerakan kapal masyarakat dapat menyesuaikan dengan operasi SAR gabungan. Area pencarian juga dapat diperluas berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

SAR Perhitungkan Arus dan Gelombang

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten pada hari yang sama melanjutkan operasi pencarian memasuki hari ketiga.

Kondisi laut pada pagi hari relatif lebih landai. Namun, perubahan cuaca membuat angin dan gelombang diperkirakan menguat menjelang siang hingga sore.

Baca Juga :  LPSK Hitung Restitusi Korban Penyekapan di Bandung

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan tinggi gelombang tercatat sekitar 1 hingga 2 meter.

“Angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter,” ujar Al Amrad.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau. Petugas juga memperluas penyisiran menuju bagian utara kawasan tersebut.

Perluasan wilayah tidak dilakukan secara acak. Tim mempertimbangkan perhitungan arus laut, perpindahan gelombang, serta arah angin untuk menentukan area yang perlu disisir.

Kondisi tersebut membuat operasi pencarian membutuhkan penyesuaian secara berkala. Warga pesisir yang ikut membantu menjadi tambahan unsur di lapangan, sementara koordinasi dengan otoritas pencarian tetap menjadi bagian utama operasi. (Wd/*)

Berita Terkait

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar
Gambut Jadi Tantangan, Ini Wilayah Karhutla Tersulit di Kalbar
Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital
Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah
4 Tanaman yang Bisa Menarik Ular ke Rumah
AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:06 WIB

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Kamis, 10 September 2026 - 16:55 WIB

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar

Selasa, 8 September 2026 - 22:06 WIB

Gambut Jadi Tantangan, Ini Wilayah Karhutla Tersulit di Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital

Minggu, 6 September 2026 - 22:11 WIB

Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah

Berita Terbaru

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita (Foto:  metrotv/medcom)

Nasional

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:06 WIB

Evil Tung Tung Tung Sahur Bikin Geger di Valorant (Foto: X/Dexerto/medcom)

Game

Evil Tung Tung Tung Sahur Bikin Geger di Valorant

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:05 WIB

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar (Foto: Kemenhut/medcom)

Nasional

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:55 WIB

FF Beta Unlock APK 2026, Apa yang Perlu Diketahui? (Foto:duniagames)

Game

FF Beta Unlock APK 2026, Apa yang Perlu Diketahui?

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:06 WIB