Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI

Semifinalis Samsung Solve for Tomorrow 2026 mengikuti pelatihan AI Amplification untuk mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan pengguna.

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI (Foto: Samsung Newsroom Indonesia/medcom)

Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI (Foto: Samsung Newsroom Indonesia/medcom)

Kabarinaja.id – Kemampuan menggunakan kecerdasan buatan (AI) belum cukup untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Melalui Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, generasi muda diajak memahami masalah, kebutuhan pengguna, dan data sebelum menentukan teknologi yang tepat.

Program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) itu kini memasuki tahap semifinal. Sebanyak 296 peserta dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification setelah melewati seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.

Samsung SFT 2026 Utamakan Pemahaman Masalah

Pelatihan tersebut mengubah cara peserta memulai pengembangan inovasi. Mereka tidak langsung memilih teknologi AI, melainkan memetakan persoalan yang ingin diselesaikan.

Materi mencakup identifikasi masalah, pemahaman pengguna, kebutuhan data, serta penentuan pendekatan teknologi. Peserta juga belajar menilai apakah AI memang diperlukan untuk solusi yang mereka kembangkan.

“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia. Dari sana, peserta dapat menentukan apakah AI memang dibutuhkan dan pendekatan apa yang paling sesuai,” ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.

Pelatihan Digelar Secara Hybrid

Untuk pertama kalinya, pelatihan teknis tahap semifinal Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia berlangsung dengan format hybrid. Pengajar menyampaikan materi secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara online.

Rangkaian AI Amplification digelar pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026. Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti seluruh sesi tersebut.

Baca Juga :  Stability Audio 3.0 Rilis, Model AI Musik Open Weights Berdurasi 6 Menit Lebih

Dari Ide Menuju Prototype

AI Amplification tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta langsung menerapkan materi melalui proyek yang sedang mereka kembangkan.

Dalam sesi praktik dan tanya jawab, mereka menganalisis masalah, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, serta menetapkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai. Dampak inovasi terhadap pengguna juga menjadi bagian dari pembelajaran.

Rahmat mengatakan, sebagian peserta awalnya datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pelatihan, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab sebelum membangun solusi.

“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat. Perubahan mindset ini sangat penting dalam mengembangkan solusi berbasis AI,” kata Rahmat.

Setelah memahami persoalan dan ruang lingkup solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype. Materinya meliputi pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, fine-tuning, hingga transfer learning.

Mereka juga diperkenalkan pada integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI. Pengetahuan tersebut digunakan untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing tim.

Teknologi yang diperkenalkan mencakup Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, dan sensor-based AI.

Samsung Dorong Inovasi yang Berdampak

Selain keterampilan teknis, Samsung Solve for Tomorrow menekankan kemampuan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Peserta diharapkan mampu memahami manfaat inovasi bagi pengguna dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat

Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengatakan generasi muda membutuhkan ruang dan keterampilan yang tepat untuk mengembangkan inovasi.

“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar Anggi.

Ia menambahkan, tahap semifinal bukan sekadar proses mematangkan ide. Program tersebut juga menjadi bagian dari persiapan peserta untuk menjadi inovator di masa depan.

“Bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan,” tambahnya.

Tahap Berikutnya Menuju Babak Final

Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis akan mengikuti sesi mentoring untuk menyempurnakan solusi yang mereka buat. Selanjutnya, peserta menyiapkan final paper, prototype, dan pitch video.

Samsung akan mengumumkan 10 tim terbaik dari kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026. Tim terpilih akan melanjutkan perjalanan ke babak final.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow 2026, peserta didorong untuk melihat AI sebagai alat untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata. Program ini menempatkan pemahaman masalah dan kebutuhan pengguna sebagai dasar sebelum teknologi dikembangkan. (Wd/*)

Berita Terkait

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft
Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya
Fphubbing: Kebiasaan Main HP yang Mengganggu Pertemanan
Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:09 WIB

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Fphubbing: Kebiasaan Main HP yang Mengganggu Pertemanan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB