AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Diskusi IdeaFest 2026 menyoroti pentingnya empati, nalar kritis, dan integritas ketika kecerdasan buatan mengubah dunia kerja.

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Kabarinaja.id – President Director and Chief Executive Officer (CEO) PT Indosat Tbk (IOH), Vikram Sinha, menilai kemajuan teknologi harus berjalan bersama kemampuan manusia. Menurutnya, infrastruktur digital dan AI perlu digunakan untuk memperkuat potensi, bukan mengurangi ruang bagi manusia.

“Teknologi hanyalah alat pengungkit. Esensi sesungguhnya selalu berakar pada tujuan kemanusiaan di baliknya,” ujar Vikram dalam diskusi di IOH Stage.

Ia menjelaskan, kemampuan komputasi dan perangkat keras tercanggih tetap membutuhkan manusia sebagai pengarah. Karena itu, pemanfaatan AI harus mempertimbangkan tujuan, nilai, dan dampaknya bagi masyarakat.

Nalar kritis menjadi bekal penting

Najwa Shihab menyoroti tantangan lain yang muncul ketika teknologi semakin mudah digunakan. Dari perspektif ruang publik dan etika komunikasi, ia mengingatkan risiko berkurangnya keaslian karya serta tanggung jawab manusia.

AI memang mampu mengolah data dan menghasilkan berbagai bentuk konten dengan cepat. Namun, kemampuan tersebut tidak menggantikan kesadaran moral, empati, dan penilaian etis yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial.

Baca Juga :  Claude Sempat Down 2 Jam 46 Menit, Kini Sudah Normal

“Daya nalar skeptis untuk memverifikasi kebenaran dan kepekaan sosial adalah benteng pertahanan yang hanya dimiliki manusia,” kata Najwa.

Pandangan itu menunjukkan bahwa keterampilan manusia tetap relevan ketika informasi dapat diproduksi secara otomatis. Kemampuan memeriksa kebenaran, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak sosial menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan AI.

Generasi muda perlu memperkuat kemampuan nonteknis

Bagi Generasi Z yang mulai memasuki dunia profesional, perubahan ini membawa tuntutan baru. Mereka perlu mengembangkan kemampuan yang tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan memproses informasi.

Pandji Pragiwaksono, yang memandu diskusi, menekankan bahwa kreativitas manusia tumbuh dari pengalaman hidup, kerentanan, dan hubungan antarmanusia. Menurutnya, humor, selera, serta kedalaman cerita personal memiliki peran dalam membentuk daya cipta.

Baca Juga :  Bos Anthropic Peringatkan Bahaya AI yang Kian Otonom

Karena itu, talenta muda perlu mengasah komunikasi persuasif, negosiasi, kurasi data berbasis nalar kritis, dan integritas moral. Keterampilan tersebut membantu manusia mengambil keputusan sekaligus memahami situasi yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui otomatisasi.

Dari pelaksana menjadi pengarah teknologi

Diskusi tersebut juga menyoroti perubahan nilai tawar tenaga kerja. Kemampuan teknis tetap dibutuhkan, tetapi profesional muda perlu memahami cara mengarahkan teknologi agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Dalam konteks ini, manusia tidak cukup hanya menjadi pelaksana tugas. Mereka juga perlu berperan sebagai pengelola keputusan yang mampu menilai manfaat, risiko, dan konsekuensi penggunaan AI.

Pesan dari panggung IOH Stage itu menempatkan teknologi sebagai bagian dari proses transformasi. Sementara itu, empati, nalar kritis, dan integritas tetap menjadi unsur penting dalam menentukan bagaimana AI digunakan. (Wd/*)

Berita Terkait

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui
Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar
AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard
Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap
10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan
Voucher Apple Rp2 Juta Cuma Rp10 Ribu, Ini Cara Dapatnya
Sisa Kuota Internet Tak Lagi Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:05 WIB

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Kamis, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:05 WIB

AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard

Rabu, 2 September 2026 - 14:03 WIB

Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap

Berita Terbaru

Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar

Internasional

Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:09 WIB

4 Tanaman yang Bisa Menarik Ular ke Rumah

Nasional

4 Tanaman yang Bisa Menarik Ular ke Rumah

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:02 WIB

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Ekonomi

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:07 WIB

Ilustrasi. Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara

Internasional

Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara

Minggu, 6 Sep 2026 - 11:03 WIB

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB