Snowflake Cortex AI Mudahkan Bisnis Ambil Keputusan Terbuka

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Co-founder dan President Anthropic, Daniela Amodei (kiri), CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy (kanan). (Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan)

Co-founder dan President Anthropic, Daniela Amodei (kiri), CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy (kanan). (Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan)

Kabarinaja.id – Perusahaan AI Data Cloud asal Amerika Serikat, Snowflake, menawarkan portofolio bisnis besar bernama Snowflake Cortex AI untuk mengubah cara korporasi mengambil keputusan strategis. Layanan ini menyediakan berbagai alat kecerdasan buatan yang memfokuskan diri pada pemanfaatan data intelligence bagi pelanggan skala bisnis maupun enterprise.

Kehadiran platform ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan modern langsung pada data internal mereka secara cepat, mudah, dan aman. Pelanggan tidak perlu lagi menghadapi kerumitan membangun infrastruktur kecerdasan buatan sendiri dari awal.

Snowflake Cortex AI menyediakan sejumlah model kecerdasan buatan dari vendor teknologi ternama dunia, termasuk varian GPT-5.5, GPT-5.4, hingga GPT-5.2. Pelanggan dapat mengoptimalkan model-model OpenAI tersebut untuk membangun aplikasi khusus serta agen pintar yang bekerja sesuai karakteristik data internal perusahaan.

Gandeng Anthropic Hadirkan Model Claude

Langkah ekspansi Snowflake semakin diperkuat melalui kemitraan strategis terbaru bersama perusahaan teknologi AS lainnya, Anthropic. Kerja sama ini di umumkan langsung dalam ajang Snowflake Summit 26 yang berlangsung di San Francisco pada Selasa (2/6).

“Anthropic dan Snowflake, kita bekerja sama saat ini. Ini adalah kemitraan yang sangat spesial,” ujar Co-founder sekaligus President Anthropic, Daniela Amodei.

Melalui kolaborasi ini, Anthropic mengintegrasikan model kecerdasan buatan andalan mereka, Claude, ke dalam ekosistem Snowflake. Langkah tersebut mendekatkan teknologi Claude dengan lingkungan data, tata kelola, keamanan, dan kolaborasi internal yang di miliki para pelaku bisnis. Kedua perusahaan tersebut juga telah menetapkan strategi masuk ke pasar (go-to-market) secara bersama-sama.

Integrasi ini memberikan kebebasan penuh bagi klien untuk memilih model Anthropic yang paling sesuai dengan beban kerja spesifik mereka tanpa perlu memindahkan data sensitif ke luar ekosistem Snowflake.

Baca Juga :  5 Senjata Free Fire Tersakit 2026, Auto Booyah!

EVP of Product Snowflake, Christian Kleinerman, menyatakan bahwa adopsi cepat terhadap model seperti Claude menunjukkan adanya pergeseran besar dalam ekspektasi perusahaan terhadap teknologi kecerdasan buatan. Menurutnya, pelanggan saat ini menginginkan kecerdasan buatan yang bekerja langsung di dalam data terkelola, bukan pada sistem yang terisolasi.

Tiga Layanan Unggulan dalam Ekosistem Cortex AI

Hingga saat ini, Snowflake telah meluncurkan enam layanan di bawah payung Snowflake Cortex AI. Tiga platform di antaranya menjadi yang paling populer dan banyak di gunakan oleh pelaku industri saat ini:

1. CoWork

Layanan ini merupakan pengembangan dari Snowflake Intelligence yang berfungsi sebagai asisten pribadi cerdas untuk operasional kantor. CoWork mampu memahami seluruh data perusahaan, menjawab pertanyaan rumit, sekaligus mengambil tindakan langsung.

Fitur utama CoWork meliputi MCP Connectors untuk terhubung langsung ke Google Drive, Salesforce, dan Slack. Layanan ini juga memiliki kemampuan Deep Research untuk menjelajahi dokumen internal guna menyajikan jawaban lengkap beserta sumbernya.

Melalui fitur Cortex Sense, CoWork otomatis memahami regulasi dan definisi bisnis internal sejak hari pertama. Sistem ini juga dilengkapi User Memory & Skills untuk mempelajari kebiasaan kerja pengguna, aplikasi iOS khusus, serta fitur Artifacts yang memungkinkan pengguna menganalisis data lewat percakapan sehari-hari tanpa menyentuh grafik yang rumit.

Dalam penerapannya, manajer penjualan dapat memanfaatkan CoWork untuk menganalisis mengapa suatu produk mencatatkan penjualan lebih tinggi di wilayah tertentu. Analis keuangan juga bisa memadukan kinerja portofolio dengan dinamika pasar, sementara manajer produk dapat menyinkronkan masukan pelanggan dengan laporan industri.

2. CoCo (Cortex Code)

CoCo hadir sebagai coding agent yang mempercepat proses penciptaan aplikasi maupun sistem baru. Alat ini dirancang khusus untuk membantu pengembang perangkat lunak, analis data, hingga builder.

Baca Juga :  OpenAI Rilis ChatGPT Finance, Bisa Hubungkan Rekening Bank

Pengguna cukup menuliskan instruksi dalam bahasa sehari-hari tanpa harus menyusun ribuan baris kode pemrograman yang rumit. CoCo akan otomatis menyusun jalur logis, menuliskan kode, hingga membangun aplikasi yang diinginkan secara mandiri.

Kemampuan otomatisasi yang dihasilkan lewat CoCo bisa disimpan dalam katalog khusus agar dapat digunakan kembali oleh tim lain. Layanan ini juga sudah terintegrasi secara penuh dengan platform pembuat aplikasi populer seperti Vercel, Retool, dan Superblocks.

Kehadiran CoWork dan CoCo mempertegas visi Snowflake untuk bertransformasi menjadi penyedia AI agent. Konsep ini mengarahkan sistem kecerdasan buatan agar mampu menganalisis data, memahami konteks perusahaan, dan mengoordinasikan alur kerja bisnis dari sekadar wawasan menjadi tindakan nyata. Kedua layanan ini beroperasi langsung di atas ekosistem data pelanggan yang sudah mapan di Snowflake dengan jaminan tata kelola dan keamanan yang ketat.

3. Cortex Agents

Cortex Agents merupakan agen kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempermudah akses dan analisis data bisnis lewat percakapan natural. Agen ini mampu merencanakan tugas, memilih alat kerja yang tepat, serta mengevaluasi validitas jawaban secara mandiri.

Gabungan kemampuan interkoneksi CoWork dan pemahaman konteks bisnis melahirkan Cortex Agents. Agen pintar ini dapat ditempatkan di berbagai divisi kerja seperti tim keuangan, hukum, maupun penjualan guna menyelesaikan tugas spesifik langsung dari aplikasi harian karyawan.

Layanan ini menawarkan keunggulan berupa kemudahan operasional sehingga pengguna tidak perlu menguasai keahlian teknis seperti penulisan query SQL untuk mendapatkan wawasan data. Seluruh proses analisis data juga berjalan di bawah kendali sistem keamanan ketat Snowflake dengan transparansi tinggi berupa penyertaan sitasi sumber yang valid. (Wd/*)

Berita Terkait

Masih Cas HP Seperti Ini? Kebiasaan yang Dianggap Benar Ternyata Keliru
Notifikasi Ponsel Sulit Diabaikan, Ini Penyebabnya
Model AI OpenAI Tak Terduga Keluar dari Sandbox, Begini Respons Hugging Face
Rekor Trafik WhatsApp Meledak 29 Juta Pesan Per Detik
Microsoft Pecahkan Rekor Patch Keamanan, AI Berperan Temukan Ratusan Bug Windows
Google Luncurkan AI Baru yang Diklaim Lebih Cepat Menemukan Celah Keamanan Siber
Edit Video Kini Lebih Praktis, Telkomsel Luncurkan Paket CapCut dengan Kuota Internet
Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:28 WIB

Masih Cas HP Seperti Ini? Kebiasaan yang Dianggap Benar Ternyata Keliru

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:07 WIB

Model AI OpenAI Tak Terduga Keluar dari Sandbox, Begini Respons Hugging Face

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:03 WIB

Rekor Trafik WhatsApp Meledak 29 Juta Pesan Per Detik

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:03 WIB

Microsoft Pecahkan Rekor Patch Keamanan, AI Berperan Temukan Ratusan Bug Windows

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:37 WIB

Google Luncurkan AI Baru yang Diklaim Lebih Cepat Menemukan Celah Keamanan Siber

Berita Terbaru

Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia? (Foto: ChatGPT)

Internasional

Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia?

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:17 WIB

Love Against Time, Dating Show SBS Bertema Unik (Foto:  IG @sbsnow_insta/beautynesia/Ai)

Showbiz

Love Against Time, Dating Show SBS Bertema Unik

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:31 WIB