Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya

Laporan terbaru Ookla Speedtest Global Index menunjukkan kesenjangan besar kecepatan internet antarnegara, mulai dari ratusan Mbps hingga hanya beberapa Mbps.

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya (Ilustrasi: Ai)

Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya (Ilustrasi: Ai)

Kabarinaja.id Akses internet yang cepat kini menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor. Mulai dari bekerja jarak jauh, mengikuti pembelajaran daring, menikmati layanan hiburan digital, hingga bermain gim online, semuanya membutuhkan koneksi yang stabil dan berkecepatan tinggi.

Laporan terbaru dari Ookla Speedtest Global Index memperlihatkan masih adanya kesenjangan besar kualitas internet di berbagai negara. Sebagian wilayah mampu menghadirkan kecepatan hingga ratusan megabit per detik (Mbps), sementara negara lain masih bertahan dengan koneksi yang hanya mencapai beberapa Mbps.

Singapura dan UEA Pimpin Kecepatan Internet Dunia

Singapura kembali menempati posisi teratas untuk layanan fixed broadband atau internet rumah. Rata-rata kecepatan unduh di negara tersebut berada pada kisaran 372,02 Mbps hingga 447,75 Mbps.

Kecepatan tersebut memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai aktivitas digital secara bersamaan. Streaming video beresolusi tinggi, konferensi daring, hingga mengunduh file berukuran besar dapat di lakukan tanpa hambatan berarti.

Untuk kategori internet seluler, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara dengan performa terbaik. Jaringan mobile di negara itu mencatat rata-rata kecepatan unduh antara 314,49 Mbps hingga 672,87 Mbps.

Angka tersebut menunjukkan kualitas jaringan seluler yang mampu memberikan pengalaman internet berkecepatan tinggi tanpa harus bergantung pada jaringan Wi-Fi.

Baca Juga :  Pengguna Android Wajib Waspada, 7 Aplikasi Ini Diduga Berbahaya dan Harus Segera Dihapus

Prancis dan Hong Kong Masuk Deretan Teratas

Selain Singapura dan UEA, sejumlah negara lain juga mencatat performa internet yang sangat baik.

Prancis memiliki rata-rata kecepatan internet tetap sekitar 315,38 Mbps, sedangkan Hong Kong mencapai sekitar 310,24 Mbps. Capaian tersebut menempatkan keduanya dalam kelompok negara dengan layanan internet tercepat di dunia.

Keberhasilan sejumlah negara tersebut tidak lepas dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang berkelanjutan, penerapan teknologi jaringan terbaru, serta investasi besar di sektor digital.

Timor Leste dan Kuba Masih Berjuang

Berbanding terbalik dengan negara-negara teratas, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses internet yang memadai.

Timor Leste menjadi salah satu negara dengan rata-rata kecepatan internet paling rendah. Berdasarkan data Ookla, kecepatan unduh di negara tersebut hanya berkisar 2,50 Mbps hingga 3,34 Mbps, baik untuk jaringan seluler maupun internet tetap.

Kuba juga berada di kelompok terbawah dengan rata-rata kecepatan sekitar 3,84 Mbps. Rendahnya performa internet di negara tersebut di kaitkan dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dan kebijakan akses internet yang masih terbatas.

Afghanistan, Yaman, dan Suriah Ikut Berada di Posisi Bawah

Laporan yang sama juga menempatkan Afghanistan, Yaman, dan Suriah sebagai negara dengan koneksi internet yang relatif lambat.

Baca Juga :  Audit BPK: Investasi Telkomsel di GOTO Alami Kerugian, Ini Jumlahnya

Ketiga negara tersebut mencatat rata-rata kecepatan unduh antara 1,71 Mbps hingga 5,07 Mbps. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata negara dengan infrastruktur digital yang lebih maju.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Layanan pendidikan daring, pekerjaan berbasis internet, hingga akses terhadap layanan digital menjadi kurang optimal ketika koneksi yang tersedia tidak memadai.

Infrastruktur Digital Menjadi Penentu Utama

Perbedaan kecepatan internet antarnegara memperlihatkan bahwa pemerataan infrastruktur digital masih menjadi tantangan global.

Negara yang konsisten berinvestasi dalam pembangunan jaringan telekomunikasi dan teknologi terbaru umumnya mampu menyediakan layanan internet dengan kecepatan tinggi. Sebaliknya, wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur atau hambatan pembangunan cenderung memiliki koneksi yang jauh lebih lambat.

Data Ookla Speedtest Global Index memperlihatkan bahwa kesenjangan tersebut masih cukup lebar. Di satu sisi terdapat negara dengan kecepatan internet mencapai ratusan Mbps, sementara di sisi lain masih ada negara yang baru mampu menyediakan akses internet dalam kisaran beberapa Mbps. Perbedaan ini menjadi gambaran penting mengenai tingkat kesiapan infrastruktur digital di berbagai belahan dunia. (Wd/*)

Berita Terkait

Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan
SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA
AI Dimanfaatkan Peretas, Strategi Serangan Siber Berubah Drastis
Tak Perlu Mulai dari Nol, Begini Cara Memindahkan Memori ChatGPT ke Claude
Privasi AI Terancam, Chat Claude Sempat Muncul di Google
Masih Cas HP Seperti Ini? Kebiasaan yang Dianggap Benar Ternyata Keliru
Notifikasi Ponsel Sulit Diabaikan, Ini Penyebabnya
Model AI OpenAI Tak Terduga Keluar dari Sandbox, Begini Respons Hugging Face
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:28 WIB

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:05 WIB

AI Dimanfaatkan Peretas, Strategi Serangan Siber Berubah Drastis

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:07 WIB

Tak Perlu Mulai dari Nol, Begini Cara Memindahkan Memori ChatGPT ke Claude

Berita Terbaru

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

Teknologi

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:28 WIB