Kabarinaja.id – Pasar komoditas global mengalami tekanan hebat. Investor yang mengantisipasi normalisasi jalur perdagangan di Timur Tengah memicu aksi jual. Dampaknya, grafik perdagangan mayoritas sektor energi dan logam terkoreksi tajam, di pimpin oleh kejatuhan signifikan pada sektor minyak mentah.
Minyak Mentah Dunia Rontok ke Level Terendah
Keputusan pelaku pasar untuk mengambil langkah mundur berkaitan erat dengan perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua negara tengah merumuskan perpanjangan gencatan senjata berdurasi 60 hari. Poin krusial dalam draf tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, sebuah jalur logistik vital bagi pasokan energi dunia. Sinyal redanya ketegangan geopolitik ini langsung memangkas premi risiko pada harga minyak.
Data perdagangan mencatat pelemahan mendalam pada dua acuan utama dunia:
-
Minyak Mentah Brent: Merosot USD 5,29 atau setara 5,31 persen, sehingga parkir di level USD 94,29 per barel.
-
West Texas Intermediate (WTI) AS: Menyusut USD 5,21 atau drop 5,55 persen menuju posisi USD 88,68 per barel.
Koreksi serentak ini menyeret Brent dan WTI ke titik terendah dalam satu bulan terakhir. Penurunan tersebut sekaligus menghapus seluruh keuntungan yang sempat di bukukan pada sesi perdagangan hari sebelumnya.
Progres negosiasi ini masih dinamis. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi adanya kemajuan dalam komunikasi bilateral tersebut. Walau demikian, Presiden AS Donald Trump menegaskan masih ada beberapa poin krusial yang harus di selesaikan oleh kedua belah pihak sebelum kesepakatan final ditandatangani. Media regional Fars News juga membenarkan adanya isu-isu teknis yang belum mencapai titik temu.
Batu Bara dan Logam Industri Ikut Melemah, CPO Bertahan
Efek domino dari lesunya sektor energi primer turut merembet ke komoditas tambang lainnya. Berikut detail pergerakan harga komoditas pada penutupan pasar:
| Komoditas | Sumber Data | Nominal Akhir | Persentase Perubahan |
| Batu Bara | Tradingeconomics | USD 131,75 / ton | Turun 0,64% |
| Nikel | London Metal Exchange (LME) | USD 17,469 / ton | Turun 0,18% |
| Timah | London Metal Exchange (LME) | USD 54.393 / ton | Turun 0,64% |
| CPO (Minyak Sawit) | Barchart | MYR 4.496 / ton | Stagnan (0,00%) |
Berbeda dengan tren pelemahan massal, minyak kelapa sawit mentah (CPO) justru menunjukkan daya tahan dengan posisi harga yang tidak bergeser dari penutupan sebelumnya. (Wd/*)









