Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar

Luas area terdampak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bertambah menjadi sekitar 120 hektare. Pemerintah mengerahkan dukungan pemadaman udara untuk mempercepat pengendalian api.

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar (Foto: Dok. BPBD Jatim/kompas)

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar (Foto: Dok. BPBD Jatim/kompas)

Kabarinaja.idLuas kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga Jumat (7/8/2026), area yang terdampak di perkirakan mencapai sekitar 120 hektare sehingga upaya pemadaman di perkuat melalui jalur udara.

Dukungan tersebut di wujudkan dengan penyiapan dua helikopter water bombing untuk membantu petugas menjangkau titik api yang sulit di akses dari darat. Langkah ini di harapkan dapat mempercepat proses pengendalian kebakaran yang masih berlangsung.

Sebagian Besar Area Terbakar Berada di Probolinggo

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan hasil pendataan sementara menunjukkan sebagian besar lahan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, sisanya berada di Kabupaten Malang.

“Dari perhitungan kami ada sekitar 120 hektare yang terbakar. Sebagian besar di Probolinggo dan sisanya di Kabupaten Malang,” ujar Rudijanta, Jumat (7/8/2026).

Luas area tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan proses identifikasi di lapangan.

Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Pemerintah menambah dukungan armada udara untuk memperkuat operasi pemadaman. Satu helikopter berasal dari TNI Angkatan Laut, sedangkan satu unit lainnya di siapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Atur Kripto dan Danantara

Menurut Rudijanta, helikopter milik TNI AL di kerahkan atas permintaan Gubernur. Sementara itu, helikopter BNPB sedang dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya sebelum di terjunkan ke lokasi.

“Benar, rencananya ada dua helikopter. Yang pertama dari TNI AL atas permintaan Ibu Gubernur. Yang kedua dari BNPB yang saat ini sedang dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya,” katanya.

Operasi Difokuskan pada Titik Api Sulit Dijangkau

Pemadaman dari udara di pilih karena sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang sulit di lalui kendaraan maupun personel darat. Dengan metode water bombing, distribusi air dapat di lakukan lebih cepat pada area yang masih aktif terbakar.

Di lapangan, petugas juga tetap menjalankan pemadaman menggunakan berbagai peralatan pendukung, mulai dari drone pemadam, mobil pemadam kebakaran, jet shooter, hingga cara manual menggunakan gepyok.

Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penelusuran

Balai Besar TNBTS belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut. Prioritas saat ini masih di fokuskan pada pengendalian api agar tidak semakin meluas.

Baca Juga :  Gaji 13 Pensiunan ASN Cair 2 Juni 2026

“Kami saat ini fokus pada pemadaman, jadi belum mengarah ke penyebab kebakaran,” kata Rudijanta.

Sebelumnya, pihak TNBTS menjelaskan bahwa titik awal kebakaran berada di jalur trabasan yang biasa di manfaatkan warga menuju lahan pertanian. Lokasi tersebut bukan merupakan kawasan wisata maupun jalur yang di gunakan pengunjung.

Akses Wisata Bromo Masih Ditutup

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan TNBTS pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu, proses pemadaman terus di lakukan oleh Balai Besar TNBTS bersama sejumlah instansi terkait.

Demi mendukung penanganan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan wisatawan, akses menuju kawasan Gunung Bromo masih ditutup sementara melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta pintu masuk Senduro di Kabupaten Lumajang.

Penutupan akan tetap diberlakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut setelah kondisi di kawasan terdampak dinilai aman untuk aktivitas wisata. (Wd/*)

Berita Terkait

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB