Inovasi Hi-VITS Mahasiswa ITS Siap Melaju ke Silicon Valley

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi Hi-VITS Mahasiswa ITS Siap Melaju ke Silicon Valley (Foto: Dok. ITSdetik)

Inovasi Hi-VITS Mahasiswa ITS Siap Melaju ke Silicon Valley (Foto: Dok. ITSdetik)

Kabarinaja.id – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan Hi-VITS, sebuah sistem mitigasi pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran akibat gangguan listrik sejak dini. Inovasi canggih ini mengantarkan mereka meraih juara dalam ajang Startup World Cup Regional Malang 2026. Berkat prestasi tersebut, tim ITS berhak melaju ke kompetisi tingkat internasional di Silicon Valley, Amerika Serikat pada November mendatang.

Kebakaran karena gangguan instalasi listrik terus menjadi ancaman utama bagi bangunan rumah maupun kawasan industri. Hi-VITS hadir sebagai teknologi pelengkap untuk menyempurnakan perangkat pengaman konvensional seperti Miniature Circuit Breaker (MCB).

Perangkat pengaman biasa seperti MCB umumnya hanya memutus arus saat terjadi korsleting atau beban berlebih. Berbeda dari sistem tersebut, Hi-VITS mampu membaca arc condition atau gangguan busur listrik yang sering memicu kebakaran namun kerap luput dari deteksi alat konvensional.

Anggota tim Hi-VITS, Ananda Aullia Nayaka, mengungkapkan bahwa perangkat buatan mereka mengutamakan sistem peringatan dini. Mekanisme ini memberikan kesempatan bagi pemilik bangunan untuk mengambil langkah pencegahan sebelum situasi memburuk.

Baca Juga :  OJK Perketat Celah Utang Paylater, Penggunaan Multi-Akun Bakal Dibatasi

“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” ujar Ananda saat memberikan keterangan melalui laman resmi ITS.

Langkah ini memastikan aktivitas di dalam bangunan tetap berjalan normal tanpa gangguan mati lampu secara mendadak. Aliran listrik baru akan padam secara otomatis ketika sensor membaca kondisi yang benar-benar masuk dalam fase berbahaya.

Pengembangan teknologi ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai program studi di ITS. Kerja sama multidisiplin ini sengaja di bentuk agar tim dapat merancang teknologi sekaligus menyusun strategi bisnis serta komersialisasi produk secara matang.

Ketua tim Hi-VITS, Khoirul Anam, menekankan bahwa nilai sebuah inovasi terletak pada kebermanfaatannya bagi masyarakat dan industri, bukan sekadar kecanggihan teknologi.

Baca Juga :  Operator Seluler Siapkan Fitur Akumulasi Kuota Internet Imbas Gugatan di MK

“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat di terima dan di gunakan secara luas,” kata mahasiswa Program Magister Teknik Elektro ITS tersebut.

Kompetisi global di Amerika Serikat nanti menjadi panggung besar bagi enam mahasiswa yang membidani lahirnya Hi-VITS. Tim ini di perkuat oleh Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro. Kehadiran Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri, serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi, semakin memperkuat formasi tim.

Keberhasilan Hi-VITS menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam melahirkan solusi bagi masalah krusial di masyarakat. Kehadiran alat deteksi kebakaran listrik ini sekaligus mendukung terciptanya ekosistem infrastruktur yang lebih aman, pintar, dan berkelanjutan di masa depan. (Wd/*)

Berita Terkait

BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya
Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba
BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya
Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI
Apple Garap Dua Game Controller, Terungkap di macOS 26.7
AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?
Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui
Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:22 WIB

BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya

Jumat, 11 September 2026 - 22:11 WIB

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Jumat, 11 September 2026 - 20:36 WIB

BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya

Rabu, 9 September 2026 - 09:05 WIB

Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI

Selasa, 8 September 2026 - 07:08 WIB

Apple Garap Dua Game Controller, Terungkap di macOS 26.7

Berita Terbaru

BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya

Teknologi

BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:22 WIB

PUBG Mobile 4.6 Resmi Rilis, Mode Vampire Jadi Andalan (Foto: Dok. Level Infinite/ggwp)

Game

PUBG Mobile 4.6 Resmi Rilis, Mode Vampire Jadi Andalan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 07:03 WIB

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Teknologi

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:11 WIB

Ilustrasi penggunaan BlockAway dan DuckDuckGo dalam aktivitas browsing. BlockAway berfungsi sebagai layanan proxy, sedangkan DuckDuckGo menyediakan fitur pencarian dan perlindungan privasi.

Teknologi

BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:36 WIB

Ilustrasi Netflix  (Foto: medcom)

Nasional

Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:04 WIB