FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Penolakan dari konfederasi sepak bola dunia hingga pejabat internal membuat FIFA menghentikan proyek komersialisasi bernilai miliaran dolar.

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto: REUTERS/Denis Balibouse/sport.detik)

Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto: REUTERS/Denis Balibouse/sport.detik)

Kabarinaja.id – Rencana FIFA untuk melepas sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia resmi dihentikan. Keputusan itu di umumkan Presiden FIFA Gianni Infantino setelah gelombang penolakan datang dari berbagai konfederasi sepak bola, asosiasi nasional, hingga sejumlah pejabat di dalam organisasi tersebut.

Pembatalan tersebut sekaligus mengakhiri wacana pembentukan perusahaan baru yang sebelumnya di siapkan sebagai bagian dari strategi peningkatan pendapatan federasi sepak bola dunia.

Penolakan Luas Mengubah Sikap FIFA

Melalui unggahan resminya di platform X, Gianni Infantino menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak lagi akan di teruskan. Menurutnya, berbagai masukan yang di terima menunjukkan rencana itu justru memunculkan perbedaan pandangan yang cukup besar.

Ia mengatakan setelah mendengarkan seluruh pendapat dari berbagai pihak, proyek tersebut di nilai sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal yang ingin di capai.

“Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal yang di tetapkan,” ujar Infantino.

Ia menegaskan bahwa prioritas FIFA tetap menjaga persatuan dan mendorong perkembangan sepak bola secara global.

“Tujuan kami selalu dan akan selalu menjadi menyatukan serta meningkatkan sepak bola. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan di lanjutkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tencent dan Krafton Suntik Rp1,4 Triliun ke The Black Label, Siap Dominasi Pasar Hiburan Global

Rencana Bernilai Puluhan Miliar Dolar

Sebelumnya, FIFA merancang pembentukan FIFA Forward Enterprise, sebuah entitas bisnis yang di proyeksikan memiliki valuasi sekitar 20 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp360 triliun.

Saham Akan Ditawarkan kepada Investor

Dalam skema yang di siapkan, lebih dari 20 persen saham perusahaan tersebut akan di lepas kepada investor swasta. Langkah itu di perkirakan mampu menghasilkan dana sekitar 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun sebagai tambahan sumber pendapatan organisasi.

Dana tersebut di rencanakan mendukung berbagai program pengembangan sepak bola di tingkat internasional.

Konfederasi Dunia Menyatakan Penolakan

Rencana komersialisasi itu langsung menuai reaksi dari berbagai konfederasi sepak bola.

UEFA menjadi organisasi yang paling keras menyampaikan keberatan. Konfederasi sepak bola Eropa bahkan mengancam negara-negara anggotanya akan memboikot kompetisi resmi FIFA apabila proposal tersebut tetap di jalankan.

Penolakan serupa kemudian mendapat dukungan dari Asian Football Confederation (AFC) dan Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (CONCACAF).

Sementara itu, Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL) mengingatkan bahwa kepentingan bisnis tidak boleh menggeser nilai-nilai utama yang selama ini menjadi fondasi olahraga sepak bola.

Kritik Juga Datang dari Internal FIFA

Perbedaan pandangan tidak hanya muncul dari luar organisasi. Sejumlah pejabat FIFA juga menyampaikan keberatan terhadap proposal tersebut.

Baca Juga :  Putri Leonor dan Gavi Kembali Jadi Perbincangan

Penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap proyek itu.

“Rencana ini merupakan kesepakatan yang buruk bagi masa depan sepak bola,” kata Cordeiro.

Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, turut mengkritik proses penyusunan proposal tersebut. Ia menilai gagasan itu di susun secara sepihak tanpa melibatkan berbagai pihak di lingkungan organisasi.

“Rencana penjualan saham ini adalah proyek satu orang. Infantino telah menipu staf FIFA terkait proses penyusunan rencana tersebut,” ujar Lamour.

FIFA Fokus Memperkuat Hubungan dengan Pemangku Kepentingan

Pembatalan proyek ini menjadi tantangan bagi agenda di versifikasi pendapatan FIFA yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu fokus kepemimpinan Gianni Infantino.

Meski demikian, Infantino menegaskan pihaknya akan memanfaatkan beberapa pekan ke depan untuk membangun kembali komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut ditujukan agar pengembangan sepak bola dunia tetap berjalan melalui pendekatan yang lebih inklusif dan memperoleh dukungan yang lebih luas.

Ia menambahkan bahwa FIFA tetap berkomitmen membantu perkembangan sepak bola, terutama bagi negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar dalam membangun ekosistem olahraga tersebut. (Wd/*)

Berita Terkait

UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA
Megawati Hangestri Raih Prestasi Dunia, Ini Estimasi Total Penghasilannya
Tom Holland’s Spider-Man Faces a Crucial Turning Point
Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya
Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis hingga 2030
Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia?
Putri Leonor dan Gavi Kembali Jadi Perbincangan
Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:14 WIB

UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:19 WIB

FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:07 WIB

Megawati Hangestri Raih Prestasi Dunia, Ini Estimasi Total Penghasilannya

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:55 WIB

Tom Holland’s Spider-Man Faces a Crucial Turning Point

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:09 WIB

Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya

Berita Terbaru

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

Teknologi

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:28 WIB