Singapura Salip Indonesia Jadi Pasar Saham Terbesar di Asia Tenggara

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Singapura kini berhasil melampaui Indonesia dan resmi menjadi pasar saham terbesar di Asia Tenggara berdasarkan nilai kapitalisasi pasar. Pergeseran posisi tersebut terjadi di tengah tekanan berat yang masih membayangi pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2026.

Data Bloomberg per Kamis, 21 Mei 2026, menunjukkan kapitalisasi pasar saham Singapura telah mencapai sekitar USD 645 miliar. Pada saat yang sama, nilai pasar saham Indonesia turun menjadi USD 618 miliar setelah mengalami koreksi tajam lebih dari 30 persen di banding posisi tertinggi pada Januari lalu.

Kondisi itu menandai perubahan besar di kawasan ASEAN, mengingat selama beberapa tahun terakhir Indonesia di kenal sebagai salah satu pasar saham terbesar dan paling aktif di regional.

Singapura Di untungkan Stabilitas dan Arus Safe Haven

Kinerja pasar saham Singapura terdorong oleh stabilitas ekonomi dan politik yang di nilai lebih kuat di banding sejumlah negara lain di kawasan. Pemerintah Singapura juga di nilai agresif mendorong kebijakan yang mendukung pertumbuhan pasar modal domestik.

Head of Equity Research Oversea-Chinese Banking Corp Singapura, Carmen Lee, mengatakan arus dana asing masih berpotensi terus masuk ke pasar saham Singapura. Menurutnya, penguatan dolar Singapura menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan daya tarik investasi.

Ia menjelaskan sektor pengelolaan kekayaan dan kestabilan mata uang membantu menopang pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan besar di negara tersebut.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Analis Bidik Kenaikan ke Level 6.545

Tidak hanya itu, indeks Straits Times juga sempat menyentuh rekor tertinggi pekan ini. Lonjakan tersebut di picu meningkatnya permintaan investor terhadap aset aman atau safe haven di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk dampak konflik Iran yang memicu volatilitas pasar internasional.

Meski sempat mengalami koreksi tipis pada perdagangan terakhir, pasar saham Singapura masih berada dalam tren penguatan dan di prediksi menjadi salah satu bursa dengan performa terbaik di Asia Tenggara tahun ini.

Tekanan Pasar Modal Indonesia Kian Berat

Sementara itu, pasar saham Indonesia justru menghadapi tekanan besar akibat derasnya aksi jual investor asing. Nilai kapitalisasi pasar domestik tercatat menyusut ratusan miliar dolar AS sepanjang tahun berjalan.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang tengah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memulihkan kepercayaan pelaku pasar.

Pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga energi global ikut memperbesar tekanan terhadap sektor industri nasional. Biaya impor bahan baku meningkat, sementara daya beli masyarakat di khawatirkan ikut tertekan.

Bloomberg mencatat lebih dari USD 4 miliar dana asing keluar dari pasar saham Asia Tenggara sepanjang tahun ini. Indonesia menjadi negara dengan arus modal keluar terbesar di banding negara lain di kawasan.

Tekanan semakin bertambah setelah MSCI Inc. menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks acuannya. Kebijakan tersebut di perkirakan memicu arus keluar dana tambahan hingga USD 2 miliar pada akhir bulan.

Baca Juga :  IHSG Turun ke Level 6.318, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini

Investor Menunggu Hasil Evaluasi MSCI

Pemerintah Indonesia bersama otoritas pasar modal sebenarnya sudah mulai menjalankan sejumlah reformasi untuk menjaga status Indonesia sebagai emerging market. Salah satunya melalui peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen dengan masa transisi selama tiga tahun bagi emiten tertentu.

Langkah itu di lakukan agar likuiditas pasar saham domestik tetap terjaga dan lebih kompetitif di mata investor global.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada hasil evaluasi MSCI yang di jadwalkan berlangsung bulan depan. Evaluasi tersebut di anggap penting karena akan menentukan apakah Indonesia masih layak mempertahankan status sebagai emerging market atau justru turun menjadi frontier market.

Equity Strategist Bloomberg Intelligence, Sufianti, menilai reformasi yang di lakukan Indonesia sudah bergerak ke arah positif. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan fiskal, volatilitas rupiah, dan ketidakpastian terkait MSCI masih membuat investor memilih bersikap hati-hati.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis menilai Indonesia masih memiliki peluang memperbaiki sentimen pasar apabila reformasi ekonomi dan stabilitas fiskal mampu dijaga dalam beberapa kuartal ke depan. Pasar domestik Indonesia juga dinilai tetap memiliki daya tarik jangka panjang karena di topang jumlah penduduk besar serta konsumsi dalam negeri yang kuat.(Tim)

Berita Terkait

Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:08 WIB

Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB