Kabarinaja.id – Persentase obesitas orang dewasa berbeda cukup jauh antarnegara. Berdasarkan data yang digunakan dalam daftar ini, Jepang memiliki tingkat obesitas terendah, sedangkan Indonesia menempati urutan keenam.
Dari delapan negara yang tercantum, tiga negara Asia berada di posisi teratas. Jepang mencatat prevalensi 5,57 persen, disusul Korea Selatan 7,24 persen dan Tiongkok 8,37 persen.
Posisi Indonesia juga cukup menonjol. Dengan angka 11,52 persen, Indonesia berada di atas Swiss dan Denmark, tetapi masih sedikit lebih tinggi dibandingkan Taiwan.
Jepang Memiliki Angka Obesitas Terendah
Jepang menempati peringkat pertama dengan prevalensi obesitas dewasa sebesar 5,57 persen. Angka tersebut menjadi yang paling rendah di antara delapan negara dalam daftar.
Jepang juga menjadi satu-satunya negara yang memiliki prevalensi di bawah 6 persen. Posisi tersebut menempatkannya sebagai negara dengan angka obesitas dewasa terendah dalam data yang digunakan.
Korea Selatan dan Tiongkok Menyusul
Korea Selatan berada di urutan kedua dengan angka 7,24 persen. Selisihnya dengan Jepang cukup terlihat, tetapi prevalensinya masih berada di bawah 10 persen.
Tiongkok kemudian menempati posisi ketiga. Negara tersebut mencatat prevalensi obesitas dewasa sebesar 8,37 persen.
Dengan hasil tersebut, tiga negara Asia mengisi posisi teratas dalam daftar. Prancis menjadi negara Eropa pertama yang muncul setelahnya.
Indonesia Berada di Atas Swiss dan Denmark
Indonesia menempati posisi keenam dengan prevalensi obesitas dewasa sebesar 11,52 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Taiwan yang berada satu tingkat sebelumnya.
Jika persentase tersebut dihitung secara sederhana, jumlahnya setara dengan sekitar satu dari sembilan orang dewasa. Namun, angka prevalensi obesitas tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa seluruh penduduk lainnya memiliki berat badan ideal.
Data tersebut secara khusus menggambarkan proporsi orang dewasa yang masuk kategori obesitas. Karena itu, angka obesitas perlu dibedakan dari ukuran lain seperti kelebihan berat badan atau kondisi status gizi secara keseluruhan.
Berikut Delapan Negara dalam Daftar
Urutan negara berdasarkan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Jepang — 5,57 persen
- Korea Selatan — 7,24 persen
- Tiongkok — 8,37 persen
- Prancis — 10 persen
- Taiwan — 11,27 persen
- Indonesia — 11,52 persen
- Swiss — 12,47 persen
- Denmark — 13,55 persen
Prancis mencatat angka 10 persen dan menjadi negara Eropa pertama dalam daftar. Sementara itu, Taiwan berada sangat dekat dengan Indonesia dengan selisih prevalensi hanya 0,25 poin persentase.
Swiss mencatat 12,47 persen dan berada satu tingkat di bawah Indonesia. Denmark menutup daftar dengan angka 13,55 persen.
Angka Rendah Bukan Berarti Masalah Obesitas Selesai
Masuknya sebuah negara dalam daftar dengan prevalensi obesitas rendah tidak berarti persoalan kesehatan terkait berat badan telah sepenuhnya teratasi. Angka tersebut hanya menggambarkan indikator tertentu berdasarkan data yang menjadi dasar pemeringkatan.
Perbedaan prevalensi antarnegara juga dapat dipengaruhi berbagai faktor. Pola makan, aktivitas fisik, lingkungan, kebiasaan hidup, serta metode pengumpulan dan pengukuran data dapat memengaruhi gambaran prevalensi.
Bagi Indonesia, posisi keenam memberikan konteks menarik dalam melihat persoalan obesitas secara global. Meski angkanya lebih rendah dibandingkan sejumlah negara, isu obesitas tetap perlu dilihat berdasarkan data kesehatan yang lebih luas dan kondisi masyarakat secara keseluruhan. (Wd/*)










