Agen AI Makin Banyak Dipakai Bisnis, Efisiensi Ikut Melonjak

Salesforce mencatat jumlah agen AI aktif di perusahaan meningkat hampir tiga kali lipat dalam setahun. Teknologi ini mulai menjalankan pekerjaan nyata, bukan sekadar menjawab pertanyaan.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Agen AI Makin Banyak Dipakai Bisnis, Efisiensi Ikut Melonjak

Agen AI Makin Banyak Dipakai Bisnis, Efisiensi Ikut Melonjak

Kabarinaja.id – Perusahaan global semakin cepat mengadopsi agen AI untuk menjalankan pekerjaan operasional. Salesforce mencatat jumlah agen AI yang diaktifkan setiap organisasi meningkat hampir tiga kali lipat selama periode Februari 2025 hingga April 2026.

Temuan tersebut berasal dari Agentic Enterprise Index 2026, yang menganalisis data penggunaan Agentforce dari perusahaan yang secara konsisten menjalankan agen AI di lingkungan produksi. Laporan itu menunjukkan bahwa teknologi AI mulai bergerak dari sekadar menghasilkan teks menuju eksekusi pekerjaan nyata.

Pembuatan Agen AI Makin Cepat

Percepatan adopsi juga terlihat dari waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat agen siap digunakan. Setelah mendapatkan akses, organisasi rata-rata membutuhkan sekitar dua hari untuk membuat dan menggunakan agen AI.

Salesforce mencatat waktu tersebut telah berkurang 53 persen sepanjang periode analisis. Kondisi ini menunjukkan hambatan implementasi semakin kecil ketika perusahaan mulai memasukkan agen ke dalam alur kerja mereka.

Untuk mengukur pekerjaan yang benar-benar diselesaikan AI, Salesforce menggunakan metrik Agentic Work Unit (AWU). Satu AWU merepresentasikan satu tugas yang berhasil dikerjakan oleh agen AI.

Per April 2026, output AWU Agentforce tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk sebesar 15 persen. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan aktivitas AI yang tidak berhenti pada percakapan dengan pengguna.

Kemampuan Agen Bertambah

Perkembangan berikutnya terlihat pada kemampuan agen menangani berbagai jenis tugas. Rata-rata agen yang sebelumnya hanya menguasai dua keterampilan kini mampu menjalankan sekitar enam keterampilan.

Saat permintaan meningkat tajam, kemampuan tersebut dapat berkembang lebih jauh. Pada musim belanja liburan, agen AI ritel rata-rata mampu menjalankan hingga sembilan keterampilan, atau meningkat sekitar 350 persen.

Baca Juga :  Riset Terbaru Ungkap AI Bisa “Panik” Saat Diberi Tugas Sulit

Pola penerapannya juga berbeda antarindustri. Sektor yang berhadapan langsung dengan konsumen cenderung mengutamakan volume dan kecepatan, sedangkan industri dengan proses kompleks lebih banyak menggunakan agen untuk menangani pekerjaan lintas fungsi.

Agen AI Mulai Menjalankan Pekerjaan Nyata

Perubahan paling penting terlihat dari cara perusahaan memanfaatkan agen AI. Teknologi ini semakin sering menjalankan tindakan di balik layar, seperti mengambil data, menerapkan aturan bisnis, memperbarui informasi, hingga memicu alur kerja tertentu.

Salesforce mencatat rasio tindakan terhadap output agen meningkat dengan pertumbuhan bulanan majemuk 15 persen. Artinya, fungsi agen semakin bergeser dari menghasilkan jawaban menuju menjalankan proses bisnis.

Contohnya terlihat di Siemens. Perusahaan manufaktur tersebut menerima sekitar 2.800 prospek masuk yang belum terkualifikasi setiap pekan.

Melalui alur kerja multi-agen, proses tersebut dapat dikerjakan sepanjang waktu. Satu agen menangani interaksi awal, sementara agen lain mengumpulkan data, menjalankan aturan kualifikasi, kemudian meneruskan prospek dengan konteks lintas divisi.

Dampak Mulai Terlihat pada Penjualan

Penerapan agen AI juga berkaitan dengan pertumbuhan penjualan, terutama pada sektor ritel. Salesforce menemukan perusahaan ritel yang menggunakan agen AI saat musim belanja liburan mencatat pertumbuhan penjualan lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak menggunakannya.

Pertumbuhan penjualan tahunan tercatat sekitar 8 persen pada perusahaan yang menggunakan agen AI, dibandingkan 2 persen pada perusahaan yang tidak menggunakannya. Dengan demikian, pertumbuhannya empat kali lebih tinggi dalam periode tersebut.

Baca Juga :  Agent Kim Reactivated Buktikan AI Belum Gantikan Aktor

Penggunaan agen juga semakin diterima oleh karyawan. Salesforce mencatat frekuensi interaksi karyawan dengan agen AI meningkat sekitar 300 persen per minggu sepanjang periode analisis.

Pada layanan pelanggan, skala penggunaan meningkat lebih jauh. Agen menangani percakapan layanan pelanggan hingga 170 kali lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya dan mampu menyelesaikan tujuh dari sepuluh interaksi tanpa bantuan manusia. Tingkat eskalasi kepada manusia tetap berada di sekitar 32 persen.

Dari Chatbot ke Agen yang Bisa Bertindak

Joe Inzerillo, President of Enterprise AI and Technology Salesforce, mengatakan perusahaan kini mulai melihat manfaat AI dari kemampuan eksekusinya.

Menurut dia, perusahaan tidak lagi sekadar mengandalkan chatbot pasif atau model prediktif. Agen AI mulai diarahkan untuk menjalankan pekerjaan dan menghasilkan dampak bisnis secara langsung.

Perubahan ini membuat perusahaan memiliki dua kebutuhan sekaligus. Mereka membutuhkan agen yang mampu bekerja cepat dalam volume besar, sekaligus sistem yang dapat menangani proses kompleks dengan logika lintas fungsi.

Salesforce menilai kedua pendekatan tersebut akan terus berjalan berdampingan. Perkembangan agen AI selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan menggabungkan otomatisasi berskala besar dengan pekerjaan yang semakin kompleks.

Catatan sumber: Salesforce menyebut laporan ini menggunakan data agregat dari perusahaan yang memiliki agen aktif di lingkungan produksi setiap bulan selama periode Februari 2025 hingga April 2026. Hasilnya menggambarkan pola penggunaan dalam kelompok perusahaan yang dianalisis dan bukan ukuran kinerja Salesforce secara keseluruhan. (Wd/*)

Berita Terkait

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?
Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui
Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar
AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard
Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap
10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan
Voucher Apple Rp2 Juta Cuma Rp10 Ribu, Ini Cara Dapatnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:05 WIB

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 September 2026 - 07:04 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Kamis, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:05 WIB

AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB