UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA

Tekanan terhadap Presiden FIFA meningkat setelah polemik rencana penjualan hak komersial Piala Dunia memicu penolakan dari berbagai federasi sepak bola.

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gianni Infantino (Foto:  AFP/Fabrice coffrini/bola)

Gianni Infantino (Foto: AFP/Fabrice coffrini/bola)

Kabarinaja.id – Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA menghadapi tekanan baru setelah UEFA secara terbuka menyatakan hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Situasi tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik dari sejumlah konfederasi dan federasi sepak bola menjelang agenda pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Gelombang penolakan ini di picu oleh polemik rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Meskipun proposal itu telah di batalkan, sejumlah pihak menilai dampaknya telah memengaruhi kredibilitas organisasi sepak bola dunia tersebut.

Polemik Hak Komersial Piala Dunia Memicu Kritik

Kontroversi bermula ketika muncul usulan penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada kelompok investor swasta, termasuk perusahaan investasi yang di kaitkan dengan keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Rencana tersebut menuai reaksi dari berbagai pemangku kepentingan karena di nilai berpotensi mengubah tata kelola aset komersial turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Setelah menerima berbagai masukan, FIFA akhirnya memutuskan untuk menghentikan pembahasan proposal tersebut.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa usulan tersebut tidak lagi di teruskan karena memunculkan perbedaan pandangan yang cukup besar.

“Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal yang ingin di capai. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan di lanjutkan.”

Baca Juga :  Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 dan Daftar Tim Lolos

UEFA Nyatakan Kehilangan Kepercayaan

Sikap paling tegas datang dari UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa itu menilai proses pengambilan keputusan yang terjadi tidak mencerminkan tata kelola yang transparan.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyampaikan keberatan terhadap proses penyusunan rencana tersebut.

“Kami tidak bisa terus menjalankan sepak bola dengan skema rahasia yang disusun secara terburu-buru oleh pihak-pihak yang tidak jelas identitasnya. Kami harus mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab dan meminta mereka mempertanggungjawabkan tindakannya.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan memburuknya hubungan antara UEFA dan pimpinan FIFA dalam isu tata kelola organisasi.

Peluang Mengajukan Mosi Tidak Percaya

Berdasarkan Statuta FIFA, asosiasi anggota memiliki mekanisme untuk mengajukan Kongres Luar Biasa (KLB) apabila memperoleh dukungan minimal 20 persen dari total anggota.

Dengan jumlah 211 asosiasi anggota FIFA, sedikitnya di perlukan sekitar 43 federasi untuk mengusulkan agenda mosi tidak percaya terhadap presiden FIFA.

UEFA sendiri memiliki 55 asosiasi anggota. Secara matematis, jumlah tersebut cukup menjadi modal awal apabila berhasil memperoleh dukungan dari konfederasi lain.

Baca Juga :  Tencent dan Krafton Suntik Rp1,4 Triliun ke The Black Label, Siap Dominasi Pasar Hiburan Global

Kontroversi Kepemimpinan Infantino Terus Bertambah

Gianni Infantino menjabat Presiden FIFA sejak 2016 setelah terpilih dengan agenda reformasi organisasi pasca-era Sepp Blatter yang diwarnai kasus korupsi.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinannya kembali menjadi sorotan akibat sejumlah kontroversi.

Salah satunya berkaitan dengan dugaan adanya pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan FIFA. Sorotan juga mengarah pada komunikasi intensif antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam isu tersebut, Trump disebut melakukan lobi kepada FIFA terkait pencabutan sanksi kartu merah yang di jatuhkan kepada penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Tekanan Jelang Pemilihan Presiden FIFA

Rangkaian polemik yang terjadi membuat posisi Gianni Infantino menghadapi tantangan besar menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya.

Meski proposal komersialisasi hak Piala Dunia telah di batalkan, sejumlah federasi menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi.

Apabila dukungan terhadap mosi tidak percaya terus bertambah, dinamika politik di tubuh FIFA berpotensi menjadi salah satu isu utama menjelang proses pemilihan presiden tahun depan. (Wd/*)

Berita Terkait

FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia
Megawati Hangestri Raih Prestasi Dunia, Ini Estimasi Total Penghasilannya
Tom Holland’s Spider-Man Faces a Crucial Turning Point
Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya
Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis hingga 2030
Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia?
Putri Leonor dan Gavi Kembali Jadi Perbincangan
Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:14 WIB

UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:19 WIB

FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:07 WIB

Megawati Hangestri Raih Prestasi Dunia, Ini Estimasi Total Penghasilannya

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:55 WIB

Tom Holland’s Spider-Man Faces a Crucial Turning Point

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:09 WIB

Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya

Berita Terbaru

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

Teknologi

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:28 WIB