Tren Video Commerce di Asia Tenggara Melonjak 5 Kali Lipat

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tren Video Commerce di Asia Tenggara Melonjak 5 Kali Lipat (Foto: Ai)

Tren Video Commerce di Asia Tenggara Melonjak 5 Kali Lipat (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Pasar perdagangan berbasis video (video commerce) di kawasan Asia Tenggara mengalami lonjakan luar biasa hingga lima kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Google mencatat fenomena belanja lewat tayangan visual ini berkembang jauh lebih pesat di bandingkan dengan wilayah global lainnya.

Sektor video commerce kini bahkan telah menyumbang seperempat dari total nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) e-commerce di Asia Tenggara. Popularitas platform digital dan media sosial menjadi motor utama yang mengubah perilaku belanja masyarakat modern saat ini.

“Dalam laporan ekonomi Asia Tenggara kami, 25% total GMV e-commerce berasal dari video commerce,” ujar Vice President Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier, Sapna Chadha, dalam sesi media briefing Google Marketing Live yang digelar secara virtual, Selasa (7/7/2026).

Sapna menambahkan bahwa pertumbuhan sebesar lima kali lipat ini merupakan fenomena unik. Menurutnya, pelaku industri tidak akan menemukan data lonjakan setinggi ini di belahan dunia manapun selain di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Chip M5 Diduga Masuk Server AI Apple, Ini Perannya

Langkah Strategis YouTube Menangkap Peluang

YouTube sendiri telah mengantisipasi pergeseran tren ini sejak meluncurkan Program Afiliasi YouTube Shopping dua tahun lalu. Langkah tersebut membuahkan hasil besar dengan lebih dari 6 juta video di Asia Tenggara kini telah menyematkan tag produk yang dapat dibeli langsung oleh penonton.

Demi memaksimalkan potensi pasar yang terus membesar, Google resmi memperkenalkan tiga fitur baru. Ketiga inovasi ini berfungsi untuk memangkas jarak antara proses pencarian produk di YouTube hingga tahap penyelesaian pembayaran (checkout).

Fitur pertama bernama Commerce Media Suite. Inovasi ini ditujukan bagi pemilik merek (brand) yang telah mengoperasikan toko resmi di marketplace. Sistem ini bekerja dengan mengarahkan calon konsumen dari iklan YouTube langsung menuju halaman pembayaran. Saat ini, Google sedang melakukan uji coba intensif fitur tersebut bersama Shopee.

Dorong Kolaborasi Merek dan Kreator Konten

Inovasi kedua yang diperkenalkan adalah Creator Partnership Boost, sebuah pembaruan dari fitur yang sebelumnya bernama Partnership Ads. Melalui fitur ini, pemilik merek dapat mengonversi video buatan kreator YouTube menjadi materi iklan resmi untuk kampanye mereka.

Baca Juga :  Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia

Strategi tersebut memungkinkan konten kreatif para kreator menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Sapna menjelaskan bahwa fitur ini membantu merek menyebarkan pesan mereka melampaui batas jangkauan organik, namun tetap mempertahankan ikatan emosional (engagement) yang terasa otentik dan natural.

Fitur ketiga yang meluncur adalah Affiliate Partnership Boost. Program ini memberikan ruang bagi marketplace dan peritel untuk memperluas jangkauan video afiliasi mereka lewat skema iklan berbayar. Shopee kembali menjadi mitra utama yang digandeng dalam tahap uji coba fitur ini.

Pihak YouTube optimistis inovasi terbaru ini akan membawa dampak positif yang saling menguntungkan bagi seluruh ekosistem digital. Peritel dapat memamerkan produk mereka ke basis audiens yang lebih masif, sementara para kreator konten berkesempatan meraih pendapatan komisi lebih besar dari setiap transaksi yang berhasil. (Wd/*)

Berita Terkait

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar
AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard
Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap
10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan
Voucher Apple Rp2 Juta Cuma Rp10 Ribu, Ini Cara Dapatnya
Sisa Kuota Internet Tak Lagi Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan
Berapa Biaya Langganan Blockaway? Ini Kisaran Harganya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Kamis, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:05 WIB

AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard

Rabu, 2 September 2026 - 14:03 WIB

Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap

Rabu, 2 September 2026 - 07:50 WIB

10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan

Berita Terbaru

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin (Foto:  Ilham Pratama/Medcom.id)

Nasional

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:09 WIB