Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia

Indonesia Adopsi Teknologi Pencitraan SPECT/CT Generasi Terbaru untuk Deteksi Kanker

pavicon

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia (Foto: Dok. Secillia/medcom)

Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia (Foto: Dok. Secillia/medcom)

Kabarinaja.id – Keterlambatan penanganan akibat kanker yang baru terdeteksi pada stadium lanjut masih mendominasi krisis kesehatan di Indonesia. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak terhadap alat penapisan medis yang jauh lebih presisi dan personal.

Data GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC) WHO mengonfirmasi fatalitas polemik ini. Tercatat 408.661 kasus baru penyimpangan sel ganas muncul di dalam negeri, di iringi angka kematian yang menembus 242.988 jiwa. Kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, serta hati menempati urutan tertinggi sebagai jenis keganasan yang paling sering menyerang masyarakat.

Menjawab urgensi tersebut, Siemens Healthineers resmi mengoperasikan sistem pencitraan mutakhir bernama SPECT/CT Symbia Pro.Specta. Perangkat canggih ini di rancang khusus guna memberikan visualisasi diagnostik tingkat tinggi, membantu para onkolog merumuskan skema terapi yang adaptif sesuai dengan profil biologis unik setiap individu.

Langkah progresif modernisasi fasilitas medis ini di integrasikan langsung ke dalam layanan penanganan kanker terpadu di MRCCC Siloam Hospitals. Momentum krusial ini di umumkan secara formal dalam rangkaian agenda ilmiah “The 6th Siloam Oncology Summit 2026” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (23/05/2026).

Baca Juga :  WhatsApp Plus Resmi Rilis, Bocoran Fitur Premium Berbayar di Android dan iPhone

“Fokus kami bukan sekadar memperkenalkan perangkat baru, melainkan menghadirkan dampak nyata bagi kesembuhan para pengidap kanker di Indonesia. Banyak pasien terlambat di tangani karena fase awal penyakit tidak terdeteksi. Melalui alat pencitraan ini, tim medis dapat melihat melampaui kemampuan diagnosis konvensional karena sistem mengombinasikan data anatomi sekaligus pemetaan fungsional organ secara simultan,” papar President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer.

Integrasi kedua moda pemindaian tersebut meminimalkan ambiguitas hasil laboratorium. Pasien memperoleh keuntungan berupa diagnosis yang jauh lebih dini, tingkat kepastian medis yang tinggi, serta rancangan pengobatan komprehensif yang di rancang khusus untuk tubuhnya. Pendekatan inilah yang mendasari akselerasi pengobatan presisi (precision medicine) di tanah air.

Akselerasi Metode Theranostics di Fasilitas Kesehatan Domestik

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp17.363 per Dolar AS, Tekanan Global Paksa Mata Mata Uang Asia Melemah

Implementasi SPECT/CT Symbia Pro.Specta turut memperkuat fondasi theranostics di dalam negeri. Metode ini mengintegrasikan fungsi deteksi penyakit (diagnosis) dengan terapi penembakan sel kanker secara terpadu, menjanjikan efisiensi penanganan yang jauh lebih optimal.

Siemens Healthineers tidak mendatangkan alat ini sebagai instrumen tunggal. Perusahaan membangun sebuah ekosistem penanggulangan kanker secara menyeluruh, mulai dari penapisan awal, intervensi pengobatan, hingga monitoring berkala pasca-tindakan.

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Group, dr. Edy Gunawan, MARS, menegaskan bahwa adopsi teknologi pencitraan medis generasi baru ini menjadi lompatan strategis bagi pusat onkologi MRCCC Siloam. Dinamika ilmu onkologi global saat ini menuntut pemanfaatan modalitas yang multifungsi.

“Sistem SPECT/CT teranyar ini bekerja secara signifikan lebih cepat dengan paparan dosis radiasi yang jauh lebih rendah bagi pasien. Keunggulan teknis tersebut sangat krusial dalam mendukung ekosistem theranostics yang saat ini tengah kami kembangkan secara masif,” pungkas dr. Edy Gunawan. (Wd/*)

Berita Terkait

Penelusuran Deep Search Engine, Panduan Riset AI dan Akses Aman Deep Web
Meta Siapkan Fitur Incognito Chat, Obrolan dengan AI Kini Jauh Lebih Privat
GoTo Siapkan Rp 3,5 Triliun untuk Buyback Saham Tahun Ini
Google Rilis Gmail Live, Fitur Obrolan Suara AI untuk Lacak Email Masuk
5 Aplikasi Pembaca PDF Android Terbaik 2026, Ringan, Gratis, dan Produktif
Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi lewat BlockAway Proxy
Cara Beli Saldo Google Play Pakai Pulsa Tanpa Kartu Kredit Termudah
Alibaba Cloud Rombak Infrastruktur AI, Targetkan Otomasi Total Operasional Bisnis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:03 WIB

Penelusuran Deep Search Engine, Panduan Riset AI dan Akses Aman Deep Web

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:07 WIB

Meta Siapkan Fitur Incognito Chat, Obrolan dengan AI Kini Jauh Lebih Privat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:09 WIB

Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 21:03 WIB

GoTo Siapkan Rp 3,5 Triliun untuk Buyback Saham Tahun Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:06 WIB

Google Rilis Gmail Live, Fitur Obrolan Suara AI untuk Lacak Email Masuk

Berita Terbaru