Rupiah Melemah ke Rp17.875 per Dolar AS, Tertekan Mata Uang Asia

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Rupiah Melemah ke Rp17.875 per Dolar AS, Tertekan Mata Uang Asia (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ilustrasi. Rupiah Melemah ke Rp17.875 per Dolar AS, Tertekan Mata Uang Asia (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kabarinaja.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (2/6/2026) pagi. Mata uang Rupiah tertekan terhadap sejumlah mata uang utama Asia, dengan dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan paling besar.

Data pasar valuta asing Investing pada pukul 09.10 WIB menunjukkan kurs rupiah turun 0,57 persen ke posisi Rp17.875,3 per dolar AS. Pergerakan tersebut terjadi seiring menguatnya mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.

Penguatan dolar juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,02 persen ke level 99,162. Kenaikan indeks tersebut menandakan dolar masih mempertahankan kekuatannya terhadap berbagai mata uang utama dunia.

Rupiah Tertekan oleh Mata Uang Asia

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari dolar AS. Sejumlah mata uang Asia juga menunjukkan penguatan pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga :  Penjualan Mobil Listrik Indonesia Melejit pada April 2026, Jaecoo J5 EV Teratas

Yuan China tercatat naik 0,27 persen ke level Rp2.642,63. Ringgit Malaysia juga menguat 0,26 persen menjadi Rp4.508,49.

Kemudian, dolar Singapura meningkat 0,25 persen ke posisi Rp13.977,05. Yen Jepang turut menguat 0,24 persen ke level Rp111,92, sedangkan baht Thailand naik 0,23 persen menjadi Rp548,61.

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah menghadapi tekanan yang cukup merata dari berbagai mata uang regional di tengah dinamika pasar global.

Harga Emas Dunia Ikut Melemah

Sementara itu, harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan yang sama. Emas spot (XAU/USD) tercatat melemah 0,18 persen atau sekitar 8 poin ke level USD4.476,86 per troy ounce.

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Atur Kripto dan Danantara

Penurunan harga emas terjadi ketika pelaku pasar masih menimbang berbagai faktor ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah investasi dan pergerakan aset safe haven.

Pasar Menanti Sentimen Global

Pelaku pasar saat ini masih mencermati sejumlah perkembangan internasional, termasuk prospek kebijakan suku bunga dari bank sentral utama dunia serta kondisi ekonomi global.

Arah kebijakan moneter dan data ekonomi dari berbagai negara diperkirakan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan mata uang, termasuk rupiah, dalam beberapa waktu ke depan. (Wd/*)

Berita Terkait

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta
OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg
Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:06 WIB

OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB