Proyek Google Ubah HP Pixel Bekas Jadi Server Data Center

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Google Ubah HP Pixel Bekas Jadi Server Data Center (Foto: Ai)

Proyek Google Ubah HP Pixel Bekas Jadi Server Data Center (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Peneliti dari University of California San Diego (UCSD) berkolaborasi dengan Google menciptakan inovasi ramah lingkungan dengan memanfaatkan smartphone lawas. Perangkat HP Pixel bekas yang sudah tidak terpakai kini di daur ulang menjadi infrastruktur data center berbiaya rendah demi menekan pertumbuhan limbah elektronik global.

Google Research mencatat bahwa setiap smartphone yang di produksi menyisakan jejak karbon yang cukup besar. Upaya memperpanjang masa pakai gawai di nilai jauh lebih efektif mereduksi dampak lingkungan dibandingkan langsung membuangnya ke tempat pembuangan akhir.

Performa Mengejutkan Ponsel Lawas

Tim riset menemukan fakta menarik saat melakukan pengujian menggunakan standar SPEC benchmark. Ponsel pintar yang sudah berumur tiga tahun ternyata memiliki performa single-core yang lebih tinggi daripada beberapa prosesor server konvensional dalam skenario pengujian tertentu.

Para peneliti menguji performa Pixel dengan membandingkannya langsung terhadap server Asus RS720A-E11 yang di kombinasikan dengan GPU Nvidia H200 atau Nvidia RTX Pro 6000. Pengujian tersebut juga melibatkan dua varian prosesor AMD EPYC. Walau performa keseluruhan server orisinal tetap mendominasi, chipset ponsel lawas terbukti masih sangat mumpuni untuk menangani komputasi spesifik.

Baca Juga :  Laptop Gaming Predator Helios 18 AI Resmi Meluncur, Acer Juga Kenalkan Handheld Baru

Proses transformasi gawai menjadi mesin server memerlukan modifikasi fisik yang cukup radikal. Tim teknis membongkar total perangkat guna mencopot komponen yang tidak di butuhkan seperti layar, baterai, kamera, speaker, dan kerangka luar. Peneliti hanya menyisakan bagian motherboard yang memuat komponen System-on-Chip (SoC).

Sistem operasi Android pada ponsel kemudian di hapus dan di ganti dengan sistem operasi Linux. Langkah ini krusial agar perangkat dapat menjalankan perangkat lunak manajemen klaster seperti Kubernetes. Hasil akhir kalkulasi menunjukkan bahwa gabungan 25 hingga 50 unit smartphone bekas mampu menyamai kekuatan komputasi satu unit prosesor server dual-socket.

Solusi Hemat Anggaran Lembaga Pendidikan

Pihak UCSD mengonfirmasi bahwa sebuah klaster yang terdiri dari 20 unit ponsel bekas sudah mampu menyokong operasional satu aplikasi pembelajaran. Infrastruktur mini ini sanggup melayani kebutuhan akses lebih dari 75 mahasiswa secara simultan.

Baca Juga :  Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 dan Daftar Tim Lolos

Penerapan metode ini memangkas ketergantungan institusi terhadap layanan cloud berbayar yang menguras anggaran. Tim riset kini sedang mempersiapkan proyek yang lebih besar, yakni membangun pusat data lokal yang mengintegrasikan sekitar 2.000 unit ponsel bekas untuk memfasilitasi ratusan kelas sekaligus. Langkah strategis ini menjadi angin segar di tengah melonjaknya harga komponen chip memori dan media penyimpanan global.

Meski menawarkan efisiensi tinggi, sistem ini tampaknya belum akan di adopsi oleh korporasi teknologi skala raksasa penyedia AI. Perusahaan hyperscale sekelas Microsoft atau Nvidia tetap membutuhkan komputasi dengan tingkat keandalan ekstrem serta arsitektur hardware yang lebih ringkas demi efisiensi manajemen data.

Klaster server dari gawai bekas ini lebih di proyeksikan untuk memenuhi kebutuhan universitas, sekolah, laboratorium penelitian, serta organisasi skala kecil. Tim UCSD menargetkan sistem komputasi daur ulang ini dapat beroperasi penuh pada tahun ini, bersamaan dengan pengujian lanjutan mengenai daya tahan jangka panjang komponen ponsel. (Wd/*)

Berita Terkait

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era
Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi
Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT
Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat
14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi
BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya
Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba
BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:15 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 September 2026 - 10:14 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Senin, 14 September 2026 - 16:14 WIB

Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT

Senin, 14 September 2026 - 10:05 WIB

Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat

Sabtu, 12 September 2026 - 19:02 WIB

14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi

Berita Terbaru

Dune: Awakening Resmi Rilis di PS5 dan Xbox  (Foto: medcom)

Game

Dune: Awakening Resmi Rilis di PS5 dan Xbox

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:35 WIB

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID (Foto: duniagames)

Game

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:09 WIB

Kumpulan kode warna MLBB terbaru untuk nickname dan chat berwarna di Mobile Legends (Foto: duniagames)

Game

Kode Warna MLBB Terbaru: 100+ Pilihan dan Cara Pakai

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:04 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Teknologi

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:15 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Teknologi

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:14 WIB