Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone? Tren Ponsel Jadul Kembali Dilirik

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idSmartphone yang selama lebih dari satu dekade menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kini mulai menghadapi tantangan baru. Sejumlah kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, di sebut mulai merasa jenuh dengan kebiasaan terus-menerus berinteraksi dengan layar ponsel pintar.

Fenomena tersebut memunculkan tren baru berupa meningkatnya minat terhadap ponsel sederhana atau feature phone, perangkat yang lebih di kenal masyarakat sebagai ponsel jadul.

Gen Z Cari Kehidupan Digital yang Lebih Seimbang

Influencer sekaligus pengamat tren dumb phone, Jose Briones, mengungkapkan bahwa sebagian anak muda mulai mempertanyakan ketergantungan mereka terhadap smartphone.

Menurut Briones, banyak pengguna muda merasa waktu mereka terlalu banyak tersita untuk media sosial, aplikasi hiburan, hingga berbagai notifikasi yang terus bermunculan setiap hari.

Kondisi itu mendorong sebagian Gen Z mencari alternatif perangkat yang lebih sederhana agar dapat mengurangi distraksi digital dan meningkatkan fokus dalam aktivitas sehari-hari.

Tren penggunaan feature phone sendiri mulai terlihat di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir dan terus menunjukkan perkembangan yang menarik.

Baca Juga :  Google Store Omotesando Jadi Gerai Internasional Pertama di Luar AS

Penjualan Feature Phone Melonjak di Tengah Lesunya Pasar Smartphone

Kembalinya minat terhadap ponsel sederhana turut memberikan dampak positif bagi sejumlah produsen perangkat telekomunikasi, termasuk HMD Global yang memegang lisensi merek Nokia.

Perusahaan tersebut di ketahui masih memasarkan berbagai model feature phone yang mengusung konsep komunikasi dasar tanpa fitur-fitur kompleks seperti smartphone modern.

Sejak 2022, penjualan feature phone di Amerika Serikat di laporkan mengalami peningkatan hingga puluhan ribu unit setiap bulan. Tren ini terjadi di saat pasar smartphone global justru menghadapi perlambatan pertumbuhan dan penurunan penjualan di sejumlah wilayah.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian konsumen mulai mencari perangkat yang lebih praktis, hemat biaya, dan tidak terlalu bergantung pada ekosistem aplikasi digital.

Harga Murah dan Baterai Awet Jadi Daya Tarik Utama

Meski di anggap sebagai teknologi lama, feature phone ternyata masih memiliki basis pengguna yang cukup kuat di berbagai negara.

Baca Juga :  Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada

Data terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa faktor harga menjadi alasan utama bagi sekitar 46,5 persen pengguna berpenghasilan rendah memilih feature phone di banding smartphone.

Selain itu, sekitar 38,1 persen pengguna menilai daya tahan baterai yang jauh lebih lama sebagai keunggulan utama perangkat tersebut.

Secara global, pasar feature phone masih di dominasi oleh kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India yang menyumbang sekitar 80 persen pangsa pasar dunia.

Sementara di Amerika Serikat, pengguna feature phone paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia dengan porsi 33,2 persen. Di posisi berikutnya terdapat pengguna yang sengaja memilih teknologi sederhana atau minimal-tech users sebesar 29,6 persen.

Meski smartphone tetap menjadi perangkat utama masyarakat modern, kemunculan kembali tren feature phone menunjukkan adanya perubahan cara pandang sebagian konsumen terhadap teknologi. Bagi sebagian Gen Z, perangkat yang lebih sederhana justru di anggap mampu menghadirkan keseimbangan hidup digital yang selama ini sulit di dapatkan.(Tim)

Berita Terkait

3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien
Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?
Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang
10 HP Android Tercepat Dunia, iQOO 15 Ultra Teratas
Sering Cemas Saat Jauh dari HP? Kenali Nomophobia
Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten
AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara
Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:59 WIB

10 HP Android Tercepat Dunia, iQOO 15 Ultra Teratas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Sering Cemas Saat Jauh dari HP? Kenali Nomophobia

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten

Berita Terbaru

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur (Foto: BMKG/RRI)

Nasional

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:55 WIB