Kabarinaja.id – Hujan abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan dan mengiritasi mata. Karena itu, warga yang harus keluar rumah perlu menyiapkan perlindungan dasar, terutama masker dan pelindung mata.
Empat barang yang perlu disiapkan
Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meningkat sejak awal September 2026. Badan Geologi melaporkan statusnya tetap Level III (Siaga), sementara sebaran abu terdeteksi hingga sebagian Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Bagi warga yang tetap harus bepergian, berikut perlengkapan yang dapat dimasukkan ke dalam tas.
1. Masker cadangan
Masker menjadi perlindungan utama ketika abu vulkanik berada di udara. Siapkan beberapa masker tambahan agar tersedia pengganti jika masker yang digunakan sudah kotor atau perlu diganti.
BNPB menganjurkan penggunaan masker penutup hidung dan mulut saat hujan abu. Perlengkapan ini membantu mengurangi paparan partikel abu yang terhirup.
2. Kacamata pelindung
Abu vulkanik dapat menyebabkan mata terasa perih dan mengalami iritasi. Kacamata pelindung atau kacamata bening dapat membantu mengurangi paparan abu ketika beraktivitas di luar ruangan.
Pilih pelindung mata yang nyaman digunakan dan tetap memungkinkan pandangan jelas. Jika mata terkena abu, hindari menggosoknya dan segera bersihkan dengan air bersih.
3. Tisu basah atau kain bersih
Tisu basah dapat membantu membersihkan tangan dan permukaan wajah setelah berada di luar rumah. Kain bersih juga bisa digunakan untuk membersihkan bagian tubuh yang terkena abu sebelum melakukan pembersihan lebih lanjut.
Namun, tisu bukan pengganti masker atau pelindung mata. Saat hujan abu berlangsung, masyarakat tetap dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
4. Air minum dalam botol
Air minum dapat membantu menjaga kebutuhan cairan selama perjalanan. Bawa botol berisi air putih agar mudah diminum ketika diperlukan.
Air minum bukan cara untuk mengeluarkan abu vulkanik dari saluran pernapasan. Jika muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu, segera cari bantuan medis.
Perhatikan kondisi sebelum keluar rumah
Selain menyiapkan perlengkapan, warga perlu memantau informasi resmi sebelum bepergian. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan abu vulkanik dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan abu berlangsung.
Jika jarak pandang terganggu, hindari mengemudi. Warga juga dianjurkan menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mengurangi abu yang masuk.
Untuk informasi terbaru, masyarakat dapat memantau pengumuman dari PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat. Badan Geologi juga menyediakan pembaruan aktivitas gunung api melalui kanal resminya. (Wd/*)










