Kabarinaja.id – Zinedine Zidane akhirnya resmi di percaya memimpin Timnas Prancis. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan mantan pelatih Real Madrid tersebut sebagai suksesor Didier Deschamps dalam konferensi pers di Paris. Zidane menandatangani kontrak hingga tahun 2030 dan akan mulai membangun kekuatan Les Bleus setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Nama Zidane memang sejak lama di sebut sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi kursi pelatih tim nasional negaranya.
Bagi publik sepak bola Prancis, penunjukan tersebut menjadi awal dari fase baru yang penuh harapan. Sosok yang pernah membawa Les Bleus berjaya sebagai pemain kini mendapat kesempatan mengukir sejarah dari sisi lapangan.
Zinedine Zidane Akui Melatih Les Bleus Adalah Impian Terbesarnya
Dalam perkenalan resminya, Zidane mengungkapkan bahwa menangani Timnas Prancis merupakan cita-cita yang telah lama ia simpan.
Mantan gelandang berusia 54 tahun itu menyebut tidak ada pekerjaan yang lebih membanggakan di banding memimpin negara sendiri di pentas internasional. Karena alasan itu, ia memilih melewatkan sejumlah tawaran dari klub-klub besar yang datang setelah meninggalkan Real Madrid.
Menurut Zidane, kesempatan ini menjadi momen yang paling ia nantikan sepanjang karier kepelatihannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden FFF Philippe Diallo beserta seluruh jajaran federasi atas kepercayaan yang di berikan kepadanya.
Tantangan Besar Menggantikan Didier Deschamps
Tugas pertama Zidane bukanlah perkara ringan. Ia mengambil alih posisi yang selama 14 tahun di pegang Didier Deschamps, pelatih yang sukses membawa Prancis menjadi salah satu kekuatan dominan sepak bola dunia.
Di bawah kepemimpinan Deschamps, Les Bleus berhasil menjuarai Piala Dunia 2018, mencapai final Piala Dunia 2022, dan tetap tampil kompetitif hingga siklus Piala Dunia 2026.
Fondasi tersebut membuat ekspektasi terhadap Zidane sangat tinggi. Ia di harapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus menyiapkan regenerasi skuad untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya.
Rekam Jejak Zidane Jadi Modal Besar Memimpin Prancis
Nama Zidane sudah lama identik dengan kesuksesan, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Saat menangani Real Madrid, ia mencatat sederet prestasi bergengsi, antara lain:
- Tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
- Dua trofi LaLiga.
- Dua gelar Piala Dunia Antarklub FIFA.
- Dua Piala Super Eropa.
- Dua Piala Super Spanyol.
Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola modern.
Kariernya sebagai pemain juga tak kalah gemilang. Zidane menjadi tokoh penting ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Penampilannya pada masa itu menjadikannya salah satu legenda terbesar yang pernah di miliki Les Bleus.
Federasi Prancis Optimistis Era Baru Akan Berjalan Positif
Presiden FFF, Philippe Diallo, menyatakan penunjukan Zidane merupakan keputusan strategis bagi masa depan sepak bola Prancis.
Menurutnya, pengalaman, kepemimpinan, dan mental juara yang di miliki Zidane menjadi kombinasi ideal untuk membimbing generasi muda berbakat yang saat ini memperkuat Les Bleus.
Diallo menilai fondasi kuat yang telah di bangun Deschamps akan menjadi pijakan penting bagi Zidane dalam mengembangkan tim menuju target-target berikutnya.
Fokus Menuju Piala Eropa dan Piala Dunia Berikutnya
Kontrak hingga 2030 memberi ruang bagi Zidane untuk menyusun proyek jangka panjang bersama Timnas Prancis.
Agenda terdekatnya adalah membentuk skuad yang mampu bersaing di berbagai ajang internasional, termasuk Piala Eropa dan edisi Piala Dunia selanjutnya.
Perhatian publik kini tertuju pada strategi yang akan di terapkan Zidane, mulai dari komposisi pemain, pendekatan taktik, hingga proses regenerasi. Dengan pengalaman sebagai legenda lapangan sekaligus pelatih elite, ia di harapkan mampu membawa Les Bleus tetap berada di jajaran tim terbaik dunia sekaligus membuka babak baru dalam sejarah sepak bola Prancis. (Wd/*)










