Alasan Netflix Rogoh Rp10,53 Triliun untuk Startup AI Ben Affleck Terungkap

Akuisisi ini membawa Ben Affleck menjadi penasihat senior Netflix sekaligus memperkuat pengembangan AI yang difokuskan untuk membantu sineas, bukan menggantikan kreativitas manusia.

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Netflix akuisisi InterPositive, Netflix, Ben Affleck, Teknologi AI, Industri Film (Foto: kompas)

Netflix akuisisi InterPositive, Netflix, Ben Affleck, Teknologi AI, Industri Film (Foto: kompas)

Kabarinaja.idNetflix akuisisi InterPositive menjadi salah satu langkah bisnis terbesar perusahaan streaming tersebut pada 2026. Akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) milik aktor Ben Affleck itu bernilai 587 juta dolar AS, atau sekitar Rp10,53 triliun dengan asumsi kurs Rp17.942 per dolar AS. Transaksi tersebut telah rampung pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari strategi Netflix memperkuat teknologi produksi film berbasis AI.

Informasi itu tercantum dalam laporan Formulir 10-Q yang di sampaikan Netflix kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Nilai investasi tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang mampu mempercepat proses produksi konten tanpa menghilangkan peran kreator.

Netflix Perkuat Teknologi AI untuk Produksi Film

InterPositive di dirikan Ben Affleck pada 2022 dengan tujuan mengembangkan perangkat AI yang mendukung proses pembuatan film. Berbeda dengan teknologi AI generatif, platform ini di rancang untuk membantu pekerjaan teknis di balik layar sambil mempertahankan keputusan kreatif tetap berada di tangan sineas.

Teknologi tersebut mampu memproses rekaman harian selama syuting sehingga tahapan pascaproduksi dapat berlangsung lebih cepat. Sistemnya membantu pencampuran gambar, penyesuaian pencahayaan, hingga penyempurnaan efek visual tanpa membuat gambar baru menggunakan AI generatif.

Affleck menilai perkembangan teknologi selalu berjalan berdampingan dengan evolusi industri perfilman.

Baca Juga :  Rekomendasi 5 Sekuritas Saham Terbaik 2026

“Dari penemuan gambar bergerak hingga transisi ke digital, dari penangkapan gerakan hingga produksi virtual, teknologi telah berevolusi seiring dengan para seniman yang menggunakannya.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan pandangannya bahwa inovasi seharusnya menjadi alat pendukung bagi para pembuat film, bukan menggantikan kreativitas mereka.

Ben Affleck Resmi Menjadi Penasihat Senior Netflix

Kesepakatan akuisisi juga membawa seluruh tim InterPositive bergabung ke dalam Netflix. Sebanyak 16 insinyur, peneliti, dan tenaga kreatif resmi menjadi bagian dari perusahaan untuk melanjutkan pengembangan teknologi AI.

Sementara itu, Ben Affleck akan menjalankan peran baru sebagai penasihat senior. Posisi tersebut memungkinkan dirinya memberikan masukan strategis terkait pemanfaatan AI dalam proses produksi film dan serial.

Kolaborasi ini di pandang sebagai upaya menyatukan pengalaman industri hiburan dengan kemampuan teknologi modern agar proses kreatif menjadi lebih efisien.

Netflix Tegaskan AI Bukan Pengganti Kreator

Netflix bersama InterPositive menegaskan bahwa tujuan utama akuisisi ini adalah mengembangkan AI secara bertanggung jawab. Teknologi tersebut di posisikan sebagai alat bantu yang mempermudah pekerjaan produksi, bukan mengambil alih peran penulis, sutradara, editor, maupun seniman visual.

Pendekatan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya perdebatan mengenai penggunaan AI dalam industri kreatif. Banyak pelaku perfilman menginginkan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan terhadap karya manusia.

Baca Juga :  Honda Vario Evo 160 Raih Respons Positif Pasar Indonesia

AI Sudah Digunakan dalam Produksi Netflix

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengungkapkan perusahaan telah menerapkan AI dalam proses produksi serial dokumenter The American Experiment.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu menghasilkan rangkaian gambar sekitar dua kali lebih cepat di banding metode sebelumnya. Efisiensi biaya juga meningkat karena proses produksi dapat di lakukan dengan pengeluaran sekitar setengah dari biaya konvensional.

Meski begitu, Sarandos menegaskan Netflix tidak memiliki rencana menjadikan AI generatif sebagai pengganti kreativitas manusia.

“Kami memandang AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi produksi, sementara keputusan kreatif tetap berada di tangan para pembuat film.”

Akuisisi Ini Bisa Mengubah Masa Depan Industri Film

Investasi lebih dari Rp10 triliun terhadap InterPositive menunjukkan bahwa AI kini menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang Netflix. Fokus perusahaan bukan sekadar mengejar efisiensi biaya, tetapi juga menciptakan alur kerja yang lebih cepat tanpa mengurangi kualitas produksi.

Langkah tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah perkembangan industri perfilman global. Jika pendekatan ini berhasil, teknologi AI berpotensi menjadi standar baru dalam mendukung proses produksi, sementara kreativitas manusia tetap menjadi fondasi utama setiap karya yang dihasilkan. (Wd/*)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?

Berita Terbaru

Ilustrasi bug Microsoft Defender pada Windows 11 yang memunculkan peringatan keamanan palsu. Microsoft memastikan perlindungan antivirus tetap berjalan di latar belakang dan menyiapkan pembaruan otomatis untuk memperbaiki masalah tersebut.

Teknologi

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:02 WIB