Kabarinaja.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menangani banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan. Mulai dari mengecek pesanan, mengelola stok, melayani pelanggan, hingga menyiapkan promosi.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan waktu menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat membantu menyederhanakan sejumlah pekerjaan rutin.
Bertepatan dengan Hari UMKM Nasional pada 12 Agustus, OpenAI membagikan tiga contoh penggunaan ChatGPT Work untuk UMKM. Ketiganya mencakup penyusunan prioritas kerja, pembuatan ide konten dari foto produk, serta analisis laporan penjualan.
Apa Itu ChatGPT Work?
ChatGPT Work merupakan mode agen AI di ChatGPT yang dirancang untuk membantu pekerjaan bertahap. Mode ini dapat bekerja dengan informasi dari sejumlah sumber yang telah terhubung melalui izin pengguna.
Sumber tersebut dapat berupa email, kalender, file, maupun aplikasi yang tersambung. Setelah informasi dikumpulkan, Work dapat membantu menyusun rencana atau dokumen untuk kemudian diperiksa pengguna.
Pengguna tetap memiliki kendali atas hasil yang dibuat. Mereka dapat memeriksa pekerjaan, meminta perubahan, serta memberikan persetujuan sebelum tindakan dilakukan.
Berikut tiga pemanfaatannya yang dapat diterapkan dalam aktivitas UMKM.
1. Menentukan Prioritas Kerja Mingguan
Pertumbuhan usaha biasanya membuat informasi bisnis semakin tersebar. Data pesanan, stok, pengiriman, hingga komunikasi pelanggan bisa berada di tempat yang berbeda.
Situasi tersebut dapat menyulitkan pemilik usaha ketika harus menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan lebih dahulu.
ChatGPT Work dapat memanfaatkan informasi dari aplikasi atau plugin yang terhubung dengan izin pengguna. Data tersebut kemudian dapat dirangkum untuk membantu mengidentifikasi pekerjaan yang memiliki tingkat urgensi lebih tinggi.
Misalnya, pemilik UMKM dapat meminta Work memeriksa pesanan terbaru dan pesan pelanggan. Dari informasi tersebut, sistem dapat membantu membuat daftar tindak lanjut berdasarkan prioritas.
Pekerjaan yang dilakukan secara rutin juga dapat dijadwalkan. Dengan begitu, tugas seperti membuat rangkuman operasional berkala tidak harus selalu dikerjakan secara manual.
Dalam contoh yang diberikan OpenAI, Work dapat menyusun ringkasan mingguan berdasarkan pesanan, catatan stok, jadwal pengiriman, dan informasi pemasok.
Hasilnya dapat berisi daftar pesanan yang perlu diprioritaskan, kebutuhan stok yang belum terpenuhi, serta langkah berikutnya untuk setiap pesanan.
2. Membuat Ide Konten dari Foto Produk
Promosi melalui media sosial menjadi salah satu aktivitas yang perlu diperhatikan pelaku UMKM. Namun, membuat konten secara rutin dapat menyita waktu ketika pemilik usaha juga mengurus operasional.
ChatGPT Work dapat digunakan untuk mengembangkan ide konten berdasarkan foto produk. Pemilik usaha cukup mengunggah foto melalui ChatGPT dan memberikan informasi mengenai target pelanggan serta tujuan promosi.
Dari bahan tersebut, ChatGPT dapat membantu mengembangkan sejumlah konsep. Misalnya, ide foto, video pendek, atau bagian produk yang layak ditonjolkan.
Konsep yang dihasilkan kemudian dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi usaha. Bahkan, produksi konten dapat dilakukan menggunakan ponsel tanpa harus menyiapkan perangkat khusus.
OpenAI juga memberikan contoh prompt untuk meminta ide konten selama tiga minggu. Hasilnya dapat mencakup konsep foto, video singkat, hingga keunggulan produk yang dapat dikembangkan menjadi materi promosi.
3. Membaca Laporan Penjualan dengan Lebih Cepat
Laporan penjualan dapat membantu pemilik usaha memahami perkembangan bisnis. Data tersebut juga bisa menjadi dasar untuk mengevaluasi produk dan aktivitas promosi.
Masalahnya, membaca banyak angka sekaligus membutuhkan waktu. Tantangan ini semakin terasa ketika pemilik UMKM harus mengurus berbagai pekerjaan lain dalam satu waktu.
ChatGPT Work dapat membantu membaca laporan penjualan, catatan stok, dan informasi promosi. Data tersebut dapat dirangkum untuk melihat pola serta membandingkan hasil penjualan dari waktu ke waktu.
Pemilik usaha kemudian dapat menggunakan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Informasi yang lebih ringkas dapat membantu memberikan gambaran mengenai performa produk dan hasil kegiatan penjualan.
Contoh penggunaannya adalah meminta ChatGPT menjelaskan laporan penjualan dengan bahasa yang lebih sederhana. Pengguna juga dapat meminta sistem menunjukkan produk dengan penjualan tertinggi dan terendah.
Selain itu, pengguna dapat meminta identifikasi pola penjualan serta dua langkah yang dapat dicoba untuk meningkatkan hasil penjualan.
Mulai dari Satu Kebutuhan Bisnis
Pelaku UMKM tidak harus langsung mengubah seluruh alur kerja setelah menggunakan ChatGPT Work. OpenAI menyarankan memulai dari satu pekerjaan yang paling sering dilakukan.
Bahan yang sudah tersedia dapat menjadi titik awal. Setelah menemukan penggunaan yang benar-benar membantu, pemanfaatannya dapat diperluas untuk kebutuhan bisnis lainnya.
Pendekatan bertahap juga memberi kesempatan bagi pengguna untuk memeriksa kualitas hasil sebelum menjadikannya bagian dari rutinitas kerja.
OpenAI menyebut pengguna ChatGPT Gratis kini memiliki lebih banyak ruang untuk mencoba layanan melalui percakapan teks tanpa batas. Untuk pertanyaan yang membutuhkan penalaran lebih mendalam, pengguna Gratis dapat menggunakan tombol Think agar ChatGPT memiliki lebih banyak waktu untuk menyusun jawaban.
Bagi pelaku UMKM yang ingin mempelajari penggunaan ChatGPT dalam kegiatan bisnis, OpenAI juga menyediakan OpenAI Academy. Platform tersebut menyediakan materi pembelajaran, contoh prompt, template, dan panduan praktis.
Pada akhirnya, tiga pemanfaatan tersebut menunjukkan bagaimana ChatGPT Work dapat diterapkan pada pekerjaan yang dekat dengan aktivitas harian UMKM.
Mulai dari menentukan prioritas, menyiapkan materi promosi, hingga memahami data penjualan. Pelaku usaha dapat memulainya dari kebutuhan yang paling sering muncul sebelum memperluas penggunaan AI ke pekerjaan lainnya. (Wd/*)










