Prabowo Siapkan Kredit Murah untuk Motor Listrik Nasional

Pemerintah menyiapkan pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan mengupayakan pembelian motor listrik tanpa uang muka.

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau dan meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukungnya (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau dan meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukungnya (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Kabarinaja.id – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah baru untuk memperluas penggunaan motor listrik nasional di Indonesia. Pemerintah akan mendorong bunga cicilan lebih rendah serta mengupayakan pembelian kendaraan listrik tanpa uang muka.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Prabowo menyebut kebijakan pembiayaan menjadi salah satu cara agar kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah juga ingin pertumbuhan permintaan berjalan seiring dengan penguatan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Prabowo Dorong Cicilan Motor Listrik Lebih Ringan

Skema pembiayaan menjadi perhatian dalam peluncuran MoLiNas. Prabowo mengatakan pemerintah akan berupaya menurunkan beban bunga bagi masyarakat yang membeli kendaraan listrik melalui pembiayaan.

“Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat,” kata Prabowo dalam acara tersebut. Ia juga menyampaikan rencana untuk mengupayakan pembelian motor listrik tanpa uang muka atau DP.

Rencana tersebut belum berarti seluruh pembelian motor listrik otomatis dapat dilakukan tanpa DP. Mekanisme pembiayaan, persyaratan konsumen, tenor, serta skema pembagian risiko tetap membutuhkan pengaturan lebih lanjut.

Karena itu, kebijakan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam mekanisme pembiayaan yang jelas sebelum dapat diterapkan secara luas kepada masyarakat.

MoLiNas Bukan Sekadar Produk Motor Listrik

Peluncuran MoLiNas membawa agenda yang lebih luas daripada memperkenalkan kendaraan listrik kepada konsumen. Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

Baca Juga :  Investasi Prancis Rp62,5 Triliun Masuk ke Indonesia

Ekosistem itu mencakup produksi kendaraan, pengembangan komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, distribusi hingga layanan purnajual. Pemerintah berharap rantai industri tersebut semakin terintegrasi di dalam negeri.

Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dunia usaha dan akademisi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi dan meningkatkan nilai tambah industri nasional.

Produksi Dalam Negeri Jadi Fokus

Fasilitas ALVA di Cikarang menjadi lokasi peluncuran MoLiNas sekaligus menunjukkan keterlibatan industri nasional dalam program tersebut. PT Ilectra Motor Group atau ALVA disebut telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik.

Prabowo kemudian memberikan dorongan agar kapasitas produksi terus meningkat. Ia menyatakan akan kembali datang ketika produksi mencapai 200.000 unit dan bahkan menyebut target dua juta unit sebagai capaian berikutnya.

Target tersebut memperlihatkan besarnya ambisi pemerintah dalam membangun kapasitas industri kendaraan listrik nasional. Produksi dalam jumlah besar diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sekaligus menciptakan nilai ekonomi di dalam negeri.

Kredit Murah Bisa Perluas Adopsi Kendaraan Listrik

Harga dan skema pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat saat memilih kendaraan. Dengan bunga lebih rendah, cicilan motor listrik berpotensi menjadi lebih ringan bagi konsumen yang memenuhi persyaratan pembiayaan.

Baca Juga :  Pasca-Blackout, Pasokan 5.579 MW Pulihkan Total Sistem Kelistrikan Sumatra

Rencana tanpa DP juga dapat mengurangi kebutuhan dana awal saat pembelian. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan kemampuan membayar cicilan dan ketentuan pembiayaan yang nantinya ditetapkan lembaga terkait.

Pemerintah sendiri mengarahkan dukungan pembiayaan sebagai bagian dari strategi memperluas penggunaan kendaraan listrik. Dukungan tersebut berjalan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur dan kapasitas industri nasional.

Pemerintah Ingin Bangun Industri dari Hulu hingga Hilir

Pengembangan MoLiNas juga berkaitan dengan agenda kemandirian teknologi dan ketahanan energi. Pemerintah ingin Indonesia memiliki kemampuan lebih besar dalam memproduksi serta mengembangkan teknologi kendaraan listrik di dalam negeri.

Langkah itu membuat keberadaan industri lokal menjadi bagian penting dalam program tersebut. Semakin kuat produksi, komponen, pembiayaan dan layanan pendukung, semakin lengkap pula ekosistem kendaraan listrik yang tersedia bagi masyarakat.

Agenda pemerintah juga tidak berhenti pada sepeda motor. Pengembangan kendaraan listrik diarahkan berlanjut ke mobil listrik, dengan fasilitas produksi di kawasan Subang, Jawa Barat, ditargetkan memasuki produksi massal paling lambat pada 2028.

Dengan demikian, peluncuran MoLiNas menjadi salah satu tahapan dalam agenda jangka panjang pemerintah untuk memperkuat industri kendaraan listrik Indonesia. Keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kesiapan industri, pembiayaan, infrastruktur dan kemampuan masyarakat mengadopsi kendaraan listrik. (Wd/*)

Berita Terkait

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kebijakan Tinggal Kelas Bisa Berlaku 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen
Biaya Haji 2027 Turun, Ini Besaran Pelunasan Jemaah
Cara Konfirmasi Data ASN yang Tidak Sesuai di MyASN
Pengangkatan Bangkai KM Virgo Ditargetkan Mulai Oktober 2026
Perencanaan Kekayaan Anak Perlu Dimulai Sejak Dini
Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan
Daftar Negara dengan Skor Membaca Tertinggi di PISA 2025
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Kebijakan Tinggal Kelas Bisa Berlaku 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Biaya Haji 2027 Turun, Ini Besaran Pelunasan Jemaah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Cara Konfirmasi Data ASN yang Tidak Sesuai di MyASN

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pengangkatan Bangkai KM Virgo Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Berita Terbaru

Fphubbing: Kebiasaan Main HP yang Mengganggu Pertemanan (Foto: magnific/medcom)

Lifestyle

Fphubbing: Kebiasaan Main HP yang Mengganggu Pertemanan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:06 WIB

Ilustrasi. 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat (Foto: medcom)

Gadget

5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:09 WIB