Kabarinaja.id – Tampilan Yamaha XSR 155 milik lady biker Suherti atau Ntie Chan kini memiliki karakter yang kuat. Motor tersebut mengusung konsep Bolt-On Modification yang mempertahankan struktur utama serta mesin standar kendaraan.
Motor yang diberi nama Jubei Yagyuu itu lahir dari kebutuhan Ntie Chan sebagai penggemar adventure, touring, dan aktivitas komunitas. Proses modifikasi dilakukan secara bertahap selama sekitar tiga tahun hingga menghasilkan karakter yang dikenal para pengikutnya.
Bagi Ntie Chan, modifikasi bukan sekadar mempercantik motor. Sejumlah komponen dipilih untuk menunjang kenyamanan, pengendalian, dan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Identitas Samurai dan Livery Yamaha R1
Nama Jubei Yagyuu terinspirasi dari sosok samurai pada era Edo di Jepang. Identitas tersebut kemudian dipadukan dengan konsep visual yang mengambil referensi dari Yamaha YZF-R1 60th Anniversary Edition.
Warna hitam menjadi dasar tampilan motor. Bagian tangki memperoleh balutan kuning mustard dengan grafis speed block hitam yang memberikan perpaduan kesan klasik dan sporty.
Kombinasi tersebut membuat karakter heritage pada XSR 155 tetap terlihat. Pada saat yang sama, sejumlah detail aftermarket memberikan sentuhan modern pada keseluruhan motor.
Komponen Pendukung Berkendara Ikut Diubah
Ntie Chan juga mengganti beberapa komponen pendukung menggunakan produk aftermarket. Di antaranya terdapat selang radiator Vietnam Parts berwarna biru, selang tabung, serta tabung dan tutup oli dari WR3.
Sektor pengereman mendapat perhatian melalui penggunaan selang rem Hell dan handlebar RZR. Pemilihan komponen tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan motor dengan kebutuhan berkendara Ntie Chan.
Menurut penjelasan Ntie Chan, ketertarikannya terhadap modifikasi berkembang setelah aktif melakukan touring dan adventure. Ia mempelajari berbagai referensi melalui komunitas serta berdiskusi dengan sesama penghobi sebelum menentukan perubahan pada motornya.
Proses tersebut tidak dilakukan sekaligus. Setiap ubahan dikerjakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan dan karakter berkendara.
Brembo hingga Cakram 320 Mm
Sektor kaki-kaki menjadi salah satu bagian yang mendapat peningkatan cukup menonjol. Sistem pengereman depan dan belakang kini menggunakan kaliper Brembo.
Roda depan memakai cakram WR3 berdiameter 320 mm dengan konstruksi full floating. Sementara itu, roda belakang mengandalkan cakram TDR yang dipadukan dengan push rod master brake.
Perubahan juga menyentuh sistem penggerak roda. XSR 155 tersebut menggunakan rantai RK Chain 480 Klo Black-Gold serta gear set belakang WR3.
Untuk menunjang kebutuhan perjalanan, ban Maxxis dipasang pada roda depan dan belakang. Meski sejumlah komponen pendukung performa diganti, sektor mesin tidak mengalami ubahan besar.
Aksesori Premium Memperkuat Karakter Jubei Yagyuu
Konsep bolt-on terlihat semakin jelas melalui beragam aksesori yang dipasang pada motor. Beberapa di antaranya meliputi baut titanium WR3, spion Rizoma, serta frame slider WR3.
Bagian pencahayaan menggunakan lampu depan biled AES Turbo RGB. Sementara kontrol pengendaraan mendapat komponen berupa handle kopling Accossato dan handle rem depan RCB S1.
Area kaki menggunakan footstep Underbone Bpro. Sistem pembuangan juga memperoleh sentuhan melalui knalpot Tridente F20 by 3Tech Racing Evolution.
Modifikasi Tetap Mempertahankan Karakter XSR 155
Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan pendekatan Ntie Chan dalam membangun Jubei Yagyuu. Modifikasi dilakukan tanpa mengubah karakter dasar XSR 155 secara ekstrem.
Kebutuhan touring dan adventure menjadi pertimbangan utama dalam menentukan komponen. Hasil akhirnya merupakan perpaduan antara tampilan heritage, sentuhan sporty, serta berbagai perangkat aftermarket.
Bagi pengguna XSR 155, pendekatan seperti ini juga memperlihatkan bahwa personalisasi motor dapat dilakukan secara bertahap. Pemilik kendaraan bisa menyesuaikan ubahan dengan kebutuhan berkendara tanpa harus melakukan perubahan besar pada struktur maupun mesin.
Jubei Yagyuu akhirnya menjadi representasi perjalanan Ntie Chan bersama XSR 155 selama tiga tahun. Motor tersebut memadukan identitas personal, kebutuhan touring, dan gaya modifikasi bolt-on dalam satu tampilan. (Wd/*)










