IHSG Anjlok ke Level 6.300, Saham Grup Besar Rontok Serentak

pavicon

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idTekanan besar kembali menghantam pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan tajam hingga terjerembab ke area 6.300 pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Pelemahan ini memicu kepanikan di kalangan pelaku pasar setelah sejumlah saham konglomerasi mengalami koreksi dalam hingga menyentuh auto reject bawah (ARB).

Data perdagangan menunjukkan IHSG ditutup melemah 3,46 persen ke level 6.370,67. Tren negatif sebenarnya sudah mulai terlihat sejak perdagangan Jumat (8/5/2026), ketika indeks turun 2,86 persen dan parkir di posisi 6.969,39.

Jika di hitung dalam lima hari perdagangan terakhir, penurunan IHSG mencapai 8,59 persen. Sementara sejak awal tahun 2026, koreksi indeks sudah menembus 26,32 persen.

Arus keluar dana asing turut memperparah tekanan di pasar saham domestik. Hingga 18 Mei 2026, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp41,28 triliun secara year to date (ytd).

Saham Konglomerat Berguguran

Sejumlah emiten milik grup besar menjadi pemberat utama pergerakan indeks. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu anjlok 14,75 persen ke posisi Rp3.120 per saham.

Penurunan tajam juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 13,33 persen menjadi Rp650 per saham. Sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) terkoreksi 10,93 persen ke level Rp4.320 per saham.

Di kubu lain, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinar Mas turun 14,77 persen ke harga Rp750 per saham. Saham emiten sawit PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) milik TP Rachmat ikut tertekan hingga 14,97 persen menjadi Rp1.590 per saham.

Baca Juga :  Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Mengapa Investor Masih Cenderung Dilematis?

Analis menilai tekanan besar terhadap saham-saham berbasis energi dan komoditas di picu kekhawatiran investor terhadap prospek keuntungan emiten ke depan. Pelaku pasar cenderung melepas saham berisiko tinggi di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi dan gejolak global.

Kondisi ini membuat investor domestik memilih lebih berhati-hati. Banyak pelaku pasar kini menunggu sinyal yang lebih jelas dari pemerintah maupun otoritas moneter sebelum kembali melakukan akumulasi pembelian.

DPR dan OJK Datangi Bursa Efek Indonesia

Di tengah gejolak pasar, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan kunjungan langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta COO BPI Danantara Dony Oskaria.

Dalam pernyataannya, Dasco mengatakan pertumbuhan investor ritel masih menunjukkan tren positif meski pasar sedang tertekan. Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kepercayaan investor domestik.

“Kami melihat ada upaya untuk menghadirkan regulasi yang mampu memberikan rasa nyaman bagi investor lokal, sehingga pasar modal kita diharapkan semakin kuat ke depan,” kata Dasco dalam konferensi pers di Gedung BEI.

Kehadiran sejumlah pejabat negara ke BEI di nilai sebagai sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Langkah tersebut sekaligus untuk meredam kekhawatiran investor setelah IHSG mengalami tekanan berkepanjangan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Rekomendasi 5 Sekuritas Saham Terbaik 2026

Pasar Menanti Keputusan BI dan Arah Kebijakan Pemerintah

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada dua agenda penting yang di nilai akan mempengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Investor menunggu pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden di jadwalkan memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.

Di waktu yang sama, pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait penetapan suku bunga acuan atau BI Rate. Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sentimen lain yang ikut membebani pasar berasal dari wacana pemerintah mengenai pengaturan ekspor komoditas strategis melalui badan khusus negara. Kebijakan itu memunculkan kekhawatiran terkait potensi pengendalian harga jual komoditas seperti batu bara, CPO, dan mineral logam.

Kondisi tersebut di nilai dapat mempengaruhi margin keuntungan perusahaan berbasis komoditas yang selama ini menjadi penopang utama kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.

Meski begitu, sebagian analis menilai pelemahan tajam IHSG juga membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai mencermati saham-saham dengan fundamental kuat. Koreksi besar sering kali di manfaatkan sebagai momentum akumulasi, terutama ketika valuasi saham mulai turun ke level yang lebih menarik.(Tim)

Berita Terkait

MacBook Neo Resmi Tersedia di Gerai iBox Seluruh Indonesia, Varian 512GB Paling Diburu
Edit Video Otomatis Lewat Chat, CapCut Segera Terintegrasi dengan Google Gemini AI
Riset Terbaru Ungkap AI Bisa “Panik” Saat Diberi Tugas Sulit
Kolaborasi Samsung dan Google Rilis Kacamata AI Premium Musim Gugur 2026
Meta Pangkas 8.000 Pekerja demi Otomatisasi AI, Organisasi Dirombak Total
Fosil Dinosaurus Raksasa Ditemukan, Dijuluki Titan Terakhir Asia Tenggara
Cara Melacak Lokasi Seseorang Lewat Nomor HP dengan Mudah
China Produksi 470 Drama AI Setiap Hari, Industri Dracin Berubah Total
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:11 WIB

MacBook Neo Resmi Tersedia di Gerai iBox Seluruh Indonesia, Varian 512GB Paling Diburu

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:10 WIB

Riset Terbaru Ungkap AI Bisa “Panik” Saat Diberi Tugas Sulit

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:28 WIB

Kolaborasi Samsung dan Google Rilis Kacamata AI Premium Musim Gugur 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:58 WIB

Meta Pangkas 8.000 Pekerja demi Otomatisasi AI, Organisasi Dirombak Total

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:53 WIB

Fosil Dinosaurus Raksasa Ditemukan, Dijuluki Titan Terakhir Asia Tenggara

Berita Terbaru