Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Mengapa Investor Masih Cenderung Dilematis?

pavicon

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Mengapa Investor Masih Cenderung Dilematis?

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Mengapa Investor Masih Cenderung Dilematis?

Berito.id – Rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal I-2026 memberikan angin segar dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini melampaui ekspektasi banyak analis, namun respons pasar modal justru menunjukkan sikap wait and see yang kental.

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan rebound ke level 7.057,11 pada penutupan Selasa (5/5/2026), aliran dana asing justru masih bergerak keluar. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp518,39 miliar.

Anomali Pertumbuhan dan Tekanan Rupiah

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa penguatan IHSG belakangan ini lebih di dorong oleh sentimen global jangka pendek ketimbang perbaikan fundamental domestik yang substansial.

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan tren penguatan ini akan stabil. Kita masih melihat adanya outflow dana asing dan minimnya katalis baru yang kuat untuk mengubah arah pasar secara permanen,” jelas Rully dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  3 Drama Korea Romantis Rating Tinggi, Dari Kerajaan Modern Hingga Office Romance

Faktor utama yang menjadi ganjalan adalah volatilitas nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.400 per USD. Menurut Rully, selama rupiah belum menunjukkan stabilitas yang konsisten, investor global akan tetap berhati-hati untuk masuk kembali ke aset berbasis rupiah.

Ramadan-Lebaran Jadi Penyelamat

Research Analyst Mirae Asset, Novani Karina Saputri, membedah bahwa motor utama pertumbuhan 5,61 persen ini adalah konsumsi rumah tangga yang terakselerasi oleh momentum Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, belanja pemerintah juga melonjak tajam hingga 21,8 persen (YoY) berkat strategi frontloading fiskal di awal tahun.

Namun, ia memberikan catatan mengenai kontraksi ekonomi sebesar 0,8 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter). “Ini adalah pola musiman. Ada potensi pertumbuhan akan mengalami normalisasi pada kuartal berikutnya setelah efek musiman Lebaran dan stimulus fiskal mulai mereda,” tutur Novani.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 8 Mei 2026: Cara Ambil Skin M82B Golden & Diamond Gratis

Proyeksi Suku Bunga dan Risiko Global

Menilik kondisi eksternal, sektor ekspor mulai melambat sementara impor menguat. Sektor pertambangan juga tertekan akibat fluktuasi harga komoditas dunia. Meski begitu, Bank Indonesia (BI) di prediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sepanjang tahun ini, selama inflasi tetap dalam koridor target.

Risiko tetap membayangi jika harga minyak dunia terus melambung dan tekanan terhadap rupiah tidak kunjung mereda, yang bisa memaksa kebijakan moneter menjadi lebih ketat. Investor kini tengah menanti hasil Market Accessibility Review dari MSCI pada Juni mendatang sebagai panduan arah investasi selanjutnya. (Nd/*)

Berita Terkait

Melek Data Jadi Kunci UMKM Jakarta Pusat Tembus Pasar Investasi
Insentif Pajak Merger BUMN, Strategi Akselerasi Efisiensi Perusahaan Pelat Merah
IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen
Milenial dan Gen Z Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol
Strategi Finansial Generasi Muda Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya Hidup
Harga Emas Antam 8 Mei 2026 Turun, Waktunya Cicil Investasi?
IHSG Menguat di Level 7.182 Saat Wall Street Merah, Simak Prediksi Hari Ini
Rupiah Tembus Rp17.363 per Dolar AS, Tekanan Global Paksa Mata Mata Uang Asia Melemah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:07 WIB

Insentif Pajak Merger BUMN, Strategi Akselerasi Efisiensi Perusahaan Pelat Merah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:09 WIB

IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:00 WIB

Milenial dan Gen Z Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:02 WIB

Strategi Finansial Generasi Muda Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya Hidup

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:34 WIB

Harga Emas Antam 8 Mei 2026 Turun, Waktunya Cicil Investasi?

Berita Terbaru