Meta Pangkas 8.000 Pekerja demi Otomatisasi AI, Organisasi Dirombak Total

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Pangkas 8.000 Pekerja demi Otomatisasi AI, Organisasi Dirombak Total (Foto: gguy/Shutterstock/medcom)

Meta Pangkas 8.000 Pekerja demi Otomatisasi AI, Organisasi Dirombak Total (Foto: gguy/Shutterstock/medcom)

Kabarinaja.id – Gelombang efisiensi besar-besaran kembali melanda industri teknologi global. Meta merealisasikan pengurangan tenaga kerja secara masif pada Rabu, 21 Mei 2026. Langkah ini memangkas 8.000 posisi atau setara dengan 10% dari total populasi pekerja perusahaan yang tercatat mencapai 77.986 orang pada akhir Maret 2026.

Kebijakan ini sejalan dengan rencana strategis yang sempat di umumkan manajemen dalam memo internal pada April lalu. Juru bicara Meta, Erica Sackin, membenarkan bahwa notifikasi pemberhentian telah di kirimkan kepada seluruh staf yang terdampak.

Peralihan Masif ke Ekosistem Kecerdasan Buatan

Strategi korporasi kini bergeser penuh ke arah otomatisasi. Meta memindahkan 7.000 karyawan ke dalam divisi baru yang fokus mengembangkan proyek kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Chief People Officer Meta, Janelle Gale, menegaskan lewat memo internal bahwa mutasi ini bertujuan mempercepat integrasi AI sekaligus memangkas jalur birokrasi manajerial.

Manajemen Meta kini menerapkan struktur organisasi yang lebih mendatar (flat structure). Pola kerja diubah menjadi kelompok-kelompok kecil berbentuk pods atau cohort yang di klaim memiliki otoritas lebih tinggi untuk bergerak cepat. Perubahan fundamental ini di rancang sejak awal tahun 2026 demi menyisipkan fungsi Agen AI pada operasional internal maupun produk komersial mereka.

Baca Juga :  Rupiah Melemah Rp 17.900, Bapanas Jamin Harga Beras SPHP Tidak Naik

Dampak Nyata untuk Profesional & Pencari Kerja:

Fenomena ini membuktikan bahwa kompetensi digital dan pemahaman terhadap AI bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat bertahan hidup di industri modern. Tenaga kerja dituntut untuk segera meningkatkan keahlian (upskilling) agar mampu berkolaborasi dengan sistem otomatis, bukan justru tergantikan olehnya.

Mengganti Peran Manusia Melalui Divisi Baru

Langkah agresif Meta ini mempertegas tren efisiensi berbasis kecerdasan buatan yang sedang di adopsi oleh korporasi teknologi raksasa di Amerika Serikat. CTO Meta, Andrew Bosworth, memimpin pembentukan tiga unit kerja baru untuk menyukseskan transisi ini:

  • Applied AI Engineering (AAI): Berfokus pada integrasi teknis kecerdasan buatan.

  • Agent Transformation Accelerator (ATA): Dirancang untuk menciptakan agen pintar yang mampu mengeksekusi tugas-tugas rutin staf manusia secara mandiri.

  • Central Analytics: Unit yang bertugas mengukur tingkat produktivitas serta menganalisis efisiensi dari implementasi agen AI tersebut.

Baca Juga :  3 Profesi AI Paling Diburu Industri Global Tahun 2026

Ketiga divisi ini mengusung misi besar yang di sebut sebagai gerakan “AI for Work” di lingkungan internal perusahaan.

Perlawanan Internal Karyawan

Transformasi radikal ini memicu gelombang protes keras dari dalam perusahaan. Karyawan Meta menyuarakan keberatan mereka melalui platform komunikasi internal Workplace dan menyebarkan selebaran protes di berbagai area kantor pusat di Amerika Serikat.

Gejolak ini memuncak ketika lebih dari 1.000 pekerja menandatangani petisi daring. Mereka menolak pemasangan perangkat lunak pemantau gerakan tetikus (mouse tracking). Program pelacakan tersebut di gunakan manajemen untuk melatih model AI agar bisa meniru cara kerja serta interaksi komputer layaknya manusia.

Kritik tajam dari para staf juga di arahkan langsung kepada jajaran eksekutif. Manajemen di nilai mengabaikan isu privasi terkait teknologi pelacakan data kerja tersebut. Sementara itu, para manajer di tingkat menengah juga mendapat sorotan negatif karena di anggap menutup informasi rapat-rapat terkait agenda pengurangan pegawai dan program otomatisasi ini. (Nd/*)

Berita Terkait

3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien
Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?
Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang
Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten
AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara
Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal
Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat
Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:06 WIB

3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara

Berita Terbaru

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya (Foto: britainaja.com)

Daerah

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:59 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur (Foto: BMKG/RRI)

Nasional

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:55 WIB