Kabarinaja.id – Pengguna yang merasa hasil pencarian Google terlalu terbatas mungkin sedang menggunakan SafeSearch Google. Fitur ini menyaring konten eksplisit dari hasil penelusuran, termasuk materi seksual dan kekerasan tertentu.
SafeSearch berguna ketika perangkat dipakai bersama keluarga, anak-anak, sekolah, atau lingkungan kerja. Namun, pengguna dewasa yang membutuhkan hasil penelusuran lebih luas dapat mengubah pengaturannya sesuai kebutuhan.
SafeSearch Bekerja di Google Penelusuran
SafeSearch merupakan sistem penyaringan pada Google Search. Fitur tersebut tidak berlaku untuk mesin pencari lain maupun konten yang diakses langsung melalui situs tertentu.
Google menyediakan tiga pilihan utama, yaitu Filter, Buramkan, dan Nonaktif. Mode Filter memblokir hasil eksplisit, sedangkan Buramkan memburamkan gambar eksplisit yang terdeteksi.
Jika SafeSearch berada pada posisi Nonaktif, hasil pencarian dapat menampilkan materi eksplisit. Meski begitu, Google tetap menerapkan kebijakan konten yang berlaku pada layanan Penelusuran.
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di Chrome
Pengaturan SafeSearch sebenarnya berkaitan dengan Google Penelusuran, bukan fitur khusus Chrome. Karena itu, pengguna dapat mengubahnya melalui halaman pengaturan SafeSearch Google.
Berikut langkah yang dapat dilakukan melalui komputer atau laptop:
- Buka Google Chrome, lalu masuk ke Google Penelusuran.
- Buka halaman pengaturan SafeSearch.
- Pastikan pengguna memakai akun Google yang ingin diatur.
- Cari pilihan tingkat penyaringan SafeSearch.
- Pilih Nonaktif atau Off.
- Kembali ke halaman hasil pencarian dan lakukan penelusuran kembali.
Google juga menyediakan akses pengaturan melalui halaman hasil pencarian. Pengguna dapat membuka foto profil atau inisial akun di bagian kanan atas untuk mengelola SafeSearch.
Pengaturan di Ponsel
Pengguna perangkat Android juga dapat mengubah SafeSearch melalui aplikasi Google. Caranya dengan membuka aplikasi, mengetuk foto profil atau inisial, kemudian memilih Setelan dan SafeSearch.
Pilihan yang tersedia tetap mencakup Filter, Buramkan, dan Nonaktif. Posisi menu dapat berbeda tergantung perangkat dan versi aplikasi yang digunakan.
Mengapa SafeSearch Tidak Bisa Dinonaktifkan?
Tidak semua pengguna dapat mengubah SafeSearch secara bebas. Jika muncul ikon kunci atau opsi Nonaktif tidak tersedia, pengaturan tersebut kemungkinan dikendalikan oleh pihak lain.
Google menyebut beberapa kemungkinan penyebabnya. Pengaturan dapat dikunci oleh orang tua, sekolah, administrator perangkat, maupun pengelola jaringan tertentu. Beberapa jaringan Wi-Fi publik juga dapat menerapkan SafeSearch secara paksa.
Pada akun anak yang dikelola melalui Family Link, orang tua memiliki kendali atas pengaturan SafeSearch. Sekolah juga dapat mengatur pembatasan tertentu pada akun atau perangkat yang berada dalam pengelolaannya.
SafeSearch Bukan Fitur Keamanan Internet
Nama SafeSearch terkadang membuat pengguna mengira fitur tersebut berfungsi mengamankan koneksi internet. Padahal, fungsi utamanya adalah mengatur jenis konten yang muncul dalam Google Penelusuran.
SafeSearch tidak menggantikan perlindungan perangkat, keamanan jaringan, maupun pengaturan privasi lainnya. Fitur ini lebih tepat dipahami sebagai lapisan penyaringan hasil pencarian.
Bagi keluarga, sekolah, dan administrator jaringan, pembatasan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya konten yang tidak sesuai. Sementara itu, pengguna yang mengelola akun sendiri dapat memilih tingkat penyaringan berdasarkan kebutuhan.
Pada akhirnya, pengaturan SafeSearch memberikan kendali atas hasil Google Search tanpa mengubah fungsi dasar browser. Jika pilihan Nonaktif tidak tersedia, pengguna perlu memeriksa apakah akun, perangkat, atau jaringan sedang menerapkan pembatasan. (Wd/*)










