Kabarinaja.id – Situs tidak bisa dibuka di Chrome Android dapat terjadi karena beberapa penyebab. Gangguan DNS, koneksi internet, pengaturan perangkat, atau alamat situs yang bermasalah bisa menjadi pemicunya.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti Chrome mengalami kerusakan. Pengguna dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana sebelum mengambil langkah yang lebih jauh.
Periksa Koneksi dan Alamat Situs Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah memastikan koneksi internet berjalan normal. Coba buka beberapa situs lain untuk mengetahui apakah masalah hanya terjadi pada satu halaman.
Jika situs lain dapat diakses, periksa kembali alamat web yang dimasukkan. Kesalahan satu karakter saja dapat membuat Chrome gagal menemukan server tujuan.
Pesan seperti server DNS tidak ditemukan juga dapat mengindikasikan adanya persoalan pada proses penerjemahan nama domain. Dalam situasi tersebut, pengaturan DNS bisa diperiksa sebagai langkah berikutnya.
Aktifkan DNS Aman di Chrome
Chrome menyediakan fitur DNS aman yang dapat mengenkripsi permintaan pencarian alamat situs. Fitur tersebut dapat dicoba ketika akses ke halaman tertentu mengalami kendala.
Cara mengaktifkannya sebagai berikut:
- Buka aplikasi Chrome di ponsel Android.
- Masuk ke Setelan.
- Pilih Privasi dan keamanan.
- Cari menu Gunakan DNS aman.
- Aktifkan fitur tersebut.
- Pilih penyedia DNS yang tersedia jika diperlukan.
Nama atau posisi menu dapat sedikit berbeda bergantung pada versi Chrome yang digunakan.
Ganti Pengaturan DNS Pribadi Android
Jika perubahan DNS di Chrome belum menyelesaikan masalah, pengguna dapat memeriksa DNS pribadi melalui pengaturan Android.
Secara umum, langkahnya adalah sebagai berikut:
- Buka Setelan pada perangkat.
- Pilih Jaringan & internet.
- Masuk ke DNS Pribadi.
- Pilih opsi Nama host penyedia DNS pribadi.
- Masukkan hostname DNS yang sesuai.
- Tekan Simpan.
Tidak semua perangkat Android memiliki tampilan menu yang sama. Produsen ponsel dan versi sistem operasi dapat memengaruhi letak pengaturan tersebut.
DNS Bukan Solusi untuk Semua Pemblokiran
Perubahan DNS tidak otomatis membuat seluruh situs yang tidak dapat diakses menjadi terbuka. DNS pada dasarnya menangani proses penerjemahan nama domain ke alamat IP.
Karena itu, masalah akses juga bisa berasal dari jaringan, server situs, konfigurasi perangkat, atau pembatasan pada tingkat jaringan.
Coba Beralih ke Jaringan Internet Lain
Gangguan terkadang hanya terjadi pada jaringan tertentu. Pengguna dapat membandingkan koneksi dengan berpindah dari data seluler ke Wi-Fi atau sebaliknya.
Jika halaman berhasil terbuka setelah jaringan diganti, kemungkinan masalah berkaitan dengan koneksi yang sebelumnya digunakan. Pemeriksaan ini juga membantu mempersempit sumber gangguan tanpa mengubah banyak pengaturan perangkat.
Gunakan VPN Jika Memang Diperlukan
VPN membuat koneksi perangkat melewati jaringan VPN sebelum mencapai tujuan internet. Fitur ini dapat digunakan untuk kebutuhan koneksi tertentu, terutama ketika persoalan berkaitan dengan jalur jaringan.
Pada Android, pengguna dapat membuka Setelan, kemudian memilih Jaringan & internet dan VPN. Setelah itu, koneksi VPN dapat dipilih atau ditambahkan sesuai konfigurasi yang tersedia.
Jika menggunakan aplikasi VPN, pengaturan biasanya dilakukan langsung melalui aplikasi tersebut. Pilih layanan yang terpercaya dan pahami kebijakan privasi sebelum menggunakannya.
Jangan Lupa Mengecek Kondisi Situs
Apabila hanya satu situs yang bermasalah, ada kemungkinan gangguan berasal dari server atau domain tersebut. Pengguna dapat mencoba kembali beberapa waktu kemudian untuk memastikan kondisinya.
Sementara itu, jika banyak situs gagal dibuka secara bersamaan, pemeriksaan koneksi dan konfigurasi jaringan menjadi langkah yang lebih relevan.
Lima Langkah yang Bisa Dicoba
Secara ringkas, ketika situs tidak bisa dibuka di Chrome Android, pengguna dapat melakukan pemeriksaan berikut:
- Pastikan alamat situs sudah benar.
- Periksa koneksi internet yang digunakan.
- Aktifkan atau periksa DNS aman di Chrome.
- Periksa pengaturan DNS pribadi Android.
- Coba jaringan lain atau VPN untuk kebutuhan yang sesuai.
Perubahan DNS maupun penggunaan VPN tidak menjamin seluruh masalah akses dapat teratasi. Jika gangguan tetap terjadi, sumber masalah bisa berada pada situs tujuan, server, koneksi internet, atau konfigurasi jaringan.
Dengan memeriksa setiap kemungkinan secara bertahap, pengguna dapat mengetahui sumber masalah tanpa langsung melakukan perubahan besar pada perangkat. (Wd/*)










