Kabarinaja.id – Relawan pemadam kebakaran di Pengayuan, Banjarmasin, menghadapi kendala komunikasi ketika menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap yang menyelimuti lokasi dapat membuat suara sulit terdengar, sementara kepemilikan alat komunikasi belum merata di antara anggota.
Hendra, pemilik posko relawan sekaligus petugas pemadam, menyampaikan kebutuhan tersebut dalam dialog bersama RRI Pro3, Selasa (27/10/2026). Ia menilai alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan perlu mendapat perhatian untuk menunjang tugas relawan di lapangan.
Asap dan Keterbatasan HT Menjadi Kendala
Menurut Hendra, komunikasi langsung menggunakan suara tidak selalu efektif saat relawan berada di sekitar titik kebakaran. Paparan asap dapat mengganggu penyampaian instruksi, sehingga koordinasi membutuhkan dukungan perangkat komunikasi.
Ia menyebut handy-talky (HT) sebagai salah satu peralatan yang dibutuhkan. Perangkat tersebut memungkinkan relawan berkomunikasi tanpa harus terus-menerus berteriak ketika kondisi lapangan menyulitkan komunikasi.
“Yang perlu dukungan seperti ini tadi, APD, habis itu peralatan pemadam kebakarannya, selengkapnya itu. Sama ini, alat komunikasi, biar enak di lapangan, nggak teriak-teriak, jadi suara kita sudah kena asap, suara hilang,” kata Hendra dalam dialog tersebut.
Ketersediaan perangkat itu, lanjutnya, belum menjangkau seluruh relawan. Sebagian anggota telah menggunakan HT, sedangkan anggota lainnya masih belum memiliki alat serupa.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dukungan peralatan yang memadai agar komunikasi antarpetugas dapat berlangsung lebih lancar selama proses pemadaman.
Perlengkapan Keselamatan Sebelum Memasuki Lokasi
Selain alat komunikasi, Hendra menyoroti kebutuhan alat pelindung diri (APD), terutama masker. Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari persiapan relawan sebelum memasuki area yang dipenuhi asap.
Ia mengingatkan bahwa kesiapan personel perlu diperhatikan sebelum tim bergerak menuju titik kebakaran. Relawan perlu menyiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi lapangan untuk mengurangi risiko paparan asap.
“Tanggapannya itu tadi, kita minimnya dengan APD itu tadi perlengkapan masker kita kan. Harapan kita ke depannya untuk para relawan, siapin diri dulu sebelum kita berangkat ke dalam lokasi itu kan,” ujarnya.
Kebutuhan APD dan peralatan pemadam menjadi perhatian karena relawan harus bekerja dalam situasi yang dapat berubah selama penanganan kebakaran. Ketersediaan perlengkapan yang sesuai membantu mereka mempersiapkan diri sebelum menjalankan tugas.
Perubahan Arah Angin Menuntut Kewaspadaan
Hendra juga menceritakan pengalamannya ketika arah angin berubah di lokasi kebakaran. Asap yang semula berada di satu arah kemudian bergerak menuju posisi relawan.
Situasi tersebut mengharuskan mereka menyesuaikan posisi untuk mengurangi paparan asap. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar titik kebakaran perlu terus diperhatikan selama pemadaman berlangsung.
Perubahan arah angin juga menjadi alasan bagi relawan untuk memperhatikan kondisi sekitar dan kesiapan perlindungan diri. Komunikasi yang berjalan baik dapat membantu penyampaian informasi ketika tim perlu menyesuaikan posisi di lapangan.
Dukungan Peralatan untuk Menunjang Tugas Relawan
Kebutuhan yang disampaikan Hendra mencakup alat komunikasi, APD, masker, serta perlengkapan pemadam kebakaran. Setiap jenis peralatan memiliki fungsi berbeda dalam mendukung koordinasi dan keselamatan personel.
Ketersediaan HT dapat membantu penyampaian instruksi, sedangkan APD menjadi bagian dari perlindungan relawan saat bertugas. Adapun perlengkapan pemadam yang memadai dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan penanganan kebakaran.
Masukan tersebut menegaskan perlunya perhatian terhadap kesiapan relawan, bukan hanya saat kebakaran berlangsung, tetapi juga sebelum mereka memasuki lokasi. Persiapan personel dan dukungan peralatan menjadi dua aspek yang disoroti Hendra berdasarkan pengalamannya di lapangan.
Bagi relawan karhutla di Banjarmasin, komunikasi yang efektif dan perlindungan diri merupakan kebutuhan penting dalam menjalankan tugas. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat mendukung koordinasi antarpersonel sekaligus membantu mereka menghadapi perubahan kondisi selama proses pemadaman. (Wd/*)










