Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Terdeteksi di Jambi

BMKG Jambi mencatat 59 titik panas hingga Senin malam. Hujan mulai turun, tetapi ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir.

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 22:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Terdeteksi di Jambi

Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Terdeteksi di Jambi

Kabarinaja.id – Hujan mulai kembali mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, namun potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belum sepenuhnya mereda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mencatat masih terdapat 59 titik panas atau hotspot di wilayah Jambi hingga Senin malam, 28 September 2026 pukul 23.59 WIB.

Kepala BMKG Provinsi Jambi, Tri Agus Pramono mengatakan titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Konsentrasi hotspot paling banyak terpantau di kawasan Jambi bagian timur dan tenggara.
Di sisi lain, kondisi cuaca mulai menunjukkan perubahan. BMKG memprakirakan hujan kembali terjadi pada Selasa, 29 September 2026, meski penyebarannya diperkirakan belum merata.

Baca Juga :  Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Wilayah Jambi bagian barat disebut memiliki potensi hujan yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.
Menurut Tri Agus, turunnya hujan di sejumlah daerah turut membantu menekan jumlah hotspot. Namun, kondisi tersebut belum berarti ancaman karhutla langsung berakhir karena musim kemarau masih berlangsung.

“Hotspot di Jambi terdeteksi ada 59 titik. Titik-titik tersebut tersebar di wilayah kita, namun sebagian besar terbanyak berada di wilayah timur dan tenggara Provinsi Jambi,”ujar Tri Agus.

BMKG memprakirakan musim kemarau di Jambi masih berlangsung hingga Oktober, dengan September menjadi periode puncaknya. Kondisi kemarau kemudian diperkirakan mulai berkurang pada Oktober sebelum Jambi memasuki musim hujan pada November.

Baca Juga :  Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina

Karena itu, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Tri Agus juga memastikan hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Jambi bukan merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), melainkan proses alami. OMC sebelumnya dilakukan di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh hingga 30 September.

Dengan masih ditemukannya puluhan hotspot di tengah mulai turunnya hujan, kondisi karhutla di Jambi masih perlu dipantau. Hujan yang belum merata membuat sebagian wilayah, terutama kawasan timur dan tenggara, tetap berpotensi menghadapi kondisi lahan yang kering.

Berita Terkait

Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina
Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283
Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang
10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan
362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi
Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, ISPU Capai 325
Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada
Kekeringan Melanda, Pemkot Jambi Salurkan 1,345 Juta Liter Air Bersih
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:12 WIB

10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB