Kabarinaja.id – Perubahan kebiasaan wisatawan membuat hotel digital semakin berkembang. Mulai dari pencarian informasi, pemesanan kamar hingga komunikasi dengan pengelola kini banyak dilakukan melalui perangkat digital.
Kondisi tersebut mendorong industri perhotelan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan tamu. Namun, penggunaan teknologi tidak serta-merta menghilangkan peran interaksi manusia dalam menciptakan pengalaman menginap yang nyaman.
Teknologi Mengubah Cara Wisatawan Menginap
Transformasi tersebut turut dilakukan Parador Hotels & Resorts melalui brand Fame Hotels. Pengembangannya mencakup Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali.
Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts Johannes Hutauruk mengatakan, digitalisasi hospitality tidak hanya berkaitan dengan pembaruan fasilitas.
Menurut Johannes, teknologi perlu ditempatkan dalam berbagai bagian perjalanan tamu. Penerapannya mencakup desain hotel, fasilitas, operasional hingga bentuk pelayanan kepada wisatawan.
“Transformasi hospitality tidak berhenti pada pembaruan fasilitas. Kami juga terus melihat bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pengalaman tamu,” ujar Johannes.
Ia menilai pendekatan tersebut diperlukan agar layanan hotel tetap relevan dengan perubahan kebutuhan wisatawan. Teknologi diharapkan mampu menciptakan proses yang lebih sederhana tanpa menghilangkan karakter pelayanan hospitality.
Fame Hotel Gading Serpong dan Sunset Road Bali
Fame Hotel Gading Serpong sejak awal dikembangkan dengan konsep smart hotel. Hotel tersebut menyasar wisatawan bisnis, keluarga, serta konsumen yang terbiasa menggunakan layanan digital.
Sementara Fame Hotel Sunset Road Bali memperkuat jaringan Fame Hotels di Bali. Karakter wisatawan yang dinamis membuat kemudahan akses informasi dan komunikasi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Penggunaan kanal digital dapat membantu tamu sejak tahap perencanaan. Proses tersebut kemudian berlanjut ketika wisatawan melakukan reservasi dan berkomunikasi dengan pihak hotel.
Memasuki 2026, konsep smart hospitality tidak semata diukur dari banyaknya teknologi yang tersedia. Manfaat teknologi bagi tamu menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan.
Pengalaman Tamu Tetap Membutuhkan Sentuhan Manusia
Pengalaman menginap di Fame Hotel Sunset Road Bali juga disampaikan Wayan Franki. Ia menilai kanal digital memberikan kemudahan dalam sejumlah kebutuhan selama perjalanan.
“Selama menginap di Fame Hotel Sunset Road Bali, saya merasakan pengalaman yang praktis dan nyaman,” kata Wayan.
Menurut dia, proses reservasi dan komunikasi sebelum kedatangan menjadi lebih mudah dengan dukungan kanal digital. Kemudahan tersebut membantu kebutuhan perjalanan tanpa mengurangi kenyamanan selama berada di hotel.
Wayan juga menyoroti perpaduan antara konsep modern dan pelayanan yang responsif. Menurutnya, kombinasi tersebut membuat pengalaman menginap terasa lebih lancar.
“Sehingga pengalaman menginap terasa lebih seamless, baik untuk kebutuhan perjalanan maupun menikmati waktu liburan di Bali,” ujarnya.
Menjaga Keseimbangan Digital dan Hospitality
Perkembangan hotel digital menunjukkan bahwa teknologi semakin dekat dengan aktivitas wisatawan. Meski demikian, digitalisasi bukan berarti seluruh layanan harus menggantikan interaksi langsung.
Kecepatan sistem dapat membantu menyederhanakan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang. Pada saat yang sama, keramahan dan respons manusia tetap diperlukan agar hubungan antara tamu dan hotel tidak terasa sekadar transaksional.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan Parador Hotels & Resorts melalui Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali.
Bagi wisatawan masa kini, hotel juga menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan. Karena itu, kemudahan teknologi dan pelayanan personal perlu berjalan bersama agar kebutuhan tamu tetap terakomodasi. (Wd/*)










