Kabarinaja.id – Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, membakar lahan sekitar 25 hingga 30 hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta Satgas TNI-Polri dikerahkan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari mengatakan kondisi di Desa Sungai Aur kini berangsur terkendali. Petugas masih bertahan di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pendinginan.
“Di kawasan Sungai Aur saat ini sudah bisa dikendalikan dan masuk tahap pendinginan. Tim masih berada di lokasi,”tegasnya.
Menurutnya, lahan yang terbakar berada di kawasan dengan kondisi tanah gambut hingga semi-gambut. Api yang membakar kawasan Sungai Aur, kata dia, diduga bukan berasal dari titik awal di wilayah Muaro Jambi.
Anari mengatakan, kobaran api disebut merupakan jalaran dari kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang kemudian bergerak mengikuti tiupan angin hingga masuk ke wilayah Muaro Jambi.
Meski api di Sungai Aur telah berhasil dikendalikan, ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Jauhnya lokasi menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Kondisi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang sehingga berpotensi membuat api kembali menjalar. ***










